
"Kalian tenang saja, tidak akan ada orang-orang itu yang akan hidup dengan baik! aku bahkan tidak akan membiarkan satu pun dari mereka lolos!" ucap Bing Yang dalam hatinya dengan wajah tegas.
"Aku mungkin gagal menjadi seorang ayah, tapi kali ini aku tidak akan gagal lagi! nak! yakinlah, saat kamu melihat ayahmu nanti kamu akan bangga padaku!" ucap Lin Hao yang menentukan di dalam hatinya.
Sejak kepergian Lin Tian dan yang lainnya dia lebih bekerja keras dalam pelatihannya, karena itulah baik dia, dan Bing Yang bisa sampai sejauh ini dalam hal kultivasi mereka.
Bahkan Lao Lu yang lebih fokus ke master array sudah sangat meningkat sekarang dan bahkan kekuatannya dalam kultivasi juga sama majunya dengan seiringnya kekuatan arraynya. Bahkan di katakan dia tidak kalah hebatnya dengan kaisar Chu dalam formasi, karena itu banyak yang menjulukinya sebagai Guru Lao.
Di sekte seni beladiri terlihat seorang wanita cantik yang masih duduk diam menutup matanya di salsah satu puncak dalam sekte tersebut.
Di belakang wanita itu terlihat ada berbagai pedang dengan warna yang berbeda masing-masing mengambangkan seperti penjaga di belakag wanita itu.
"Ha!" setelah wanita itu menghela nafas pedang itu pun akhirnya menghilang bersamaan dengan wanita itu membuka matanya dengan tenang.
Lalu dia berdiri dengan tenang sambil melihat ke arah rumah yang ada di depannya, matanya terlihat semakin lembut saat melihat rumah itu dan ada air mata yang jatuh membasahi pipi wanita tersebut.
"Kapan kita bisa kembali berkumpul lagi?" ucap wanita muda yang sangat cantik itu sambil memikirkan pria yang dia cintai, dia benar-benar tidak bisa menahan rasa rindu terhadap keluarga kecilnya. Apalagi sejak Mu Xuanyin menghilang juga dia bahkan tidak keluar dari rumahnya itu jika memang tidak di perlukan.
Setiap waktu dia akan menghabiskan untuk berlatih dan juga membersihkan rumah kecil itu, kadang dia akan menangis sendiri dan kadang dia aoak tersenyum sendiri saat mengingat kebersamaan mereka dulu.
......................
Di alam bawah...
"Huf! orang ini memang raja onar, bahkan sampai sekarang dia bisa menemukan teman lainnya yang seprinsip dengan dia!" ucap Lin Tian dengan kesal di ruangan kerja istana bawah.
__ADS_1
Sejak Bai kecil membuat masalah mencuri berbagai barang para jenderal tua dan orang-orang dari empat perbatasan membuat dia sakit kepala. Apalagi orang-orang tua itu akan mengeluh kepadanya untuk mencari pelaku yang mencuri barang-barang mereka.
Bagaimana bisa Lin Tian mengatakan kalau orangnya adalah Bai kecil? jika dia mengatakannya maka sama saja dia membuat Bai kecil semakin berlari dengan cepat jika orang lain sudah tahu kalau semuanya adalah ulah dia.
Jadi karena itulah Lin Tian dengan berat hati hanya bisa menunggu kedua orang itu kembali untuk memberi mereka berdua pelajaran yang tidak bisa mereka bayangkan. Tapi sekarang alam bawah sudah damai dan dia berencana untuk pergi ke jembatan takdir untuk memeriksa apa yang dikatakan olebBai Wutian saat itu.
"Hais.. Sepertinya mereka selamat kali ini" fikir Lin Tian setelah beberapa saat memikirkan kedua berandalan itu.
Tok..tok..
"Kaisar?"
Dari luar seseorang mengetuk pintu ruangan Lin Tian berada, saat Lin Tian membiarkan orang itu masuk ternyata dia adalah dewa angin yang terlihat penuh penghormatan terhadap Lin Tian.
"Kaisar, apa aku bisa kembali ke alam langit duluan?" tanya dewa angin kepada Lin Tian setelah dia diberikan izin oleh Lin Tian untuk duduk.
"Iya, aku.."
"Bukan aku tidak mengizinkan kamu kembali tapi aku merasa kalau ada masalah di alam langit sekarang, apakah kamu ingat saat ayah dari kaisar harimau muncul dan berbicara denganku?"
Dewa angin tentu tahu tentang ayah kaisar harimau yang berbicara dengan Lin Tian dan Bai kecil saat itu, jadi dia mengangguk ke arah Lin Tian.
"Aku mendengar kalau alam langit akan kacau, alasan diriku masih disini adalah menunggu informasi dari atas dan juga aku ingin pergi ke jembatan takdir untuk sementara waktu jadi aku ingin kamu menjaga tempat ini untukku selama aku pergi" jelas Lin Tian menatap dewa angin dengan serius.
Mendengar kalau Lin Tian akan pergi ke jembatan takdir membuat dewa angin kaget, karena sejak dulu tidak ada yang tahu apa yang ada disisi jembatan itu, jika ada yang tahu maka hanya dewa neraka yang pernah kesana.
__ADS_1
Ada yang mengatakan kalau di bawah jembatan takdir itu adalah neraka tempat berlangsungan hukuman bagi orang-orang yang memiliki dosa, baik itu adalah manusia biasa, elf atau berbagai makhluk siapapun yang mempunyai dosa lebih banyak akan jatuh ke neraka untuk di hukum sebelum mereka kembali bereinkarnasi lagi.
"Kaisar anda tidak harus pergi kesana, jika ada bahaya disana bagaimana? ini bisa mengancam nyawa anda" ucap dewa angin melarang Lin Tian pergi.
Tapi Lin Tian menggelengkan kepalanya, setau dia ada orang yang berhasil ke jembatan itu tentu mereka adalah jenderal Dong dan keluarganya, meskipun Lin Tian tahu kemungkinan kalah mereka hanya berada di sisi luar seberang jembatan tapi tetap saja dia harus kesana.
Karena mungkin dia menemukan sesuatu yang bisa membuat dia menerobos ke alam dewa penguasa tingkat tinggi, atau dia mungkin menemukan rahasia lain tentang zaman peradaban saat ayah Bai kecil dulu.
"Aku akan tetap pergi, dewa angin! aku memerintahkan mu untuk menjadi pemimpin sementara, jika ada masalah yang datang dari alam langit maka tunggu aku kembali sebelum mengirim pasukan" ucap Lin Tian untuk pertama kalinya memberi perintah kepada seseorang dengna tegas.
"Baik kaisar, saya siap melaksanakan tugas yang anda berikam dengan sebaik-baiknya" jawab dewa angin berlutut di depan Lin Tian.
Lin Tian mengangguk puas lalu membantu dia berdiri lagi, dengan wajah masih tersenyum Lin Tian memberikan sebuah batu komunikasi yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan jenderal Zao.
Meskipun dia tidak bisa mengirim pesan tapi dia masih tetap bisa menerima berita dari alam langit, tentu dewa angin juga memiliki alat seperti itu jadi dia mengerti bagaimana cara menggunakannya.
"Dewa angin, setelah kita kembali aku akan ikut untuk melihat pemakaman anakmu" janji Lin Tian kepada dewa angin dengan menepuk pundak dewa angin.
Mendengar janji Lin Tian wajah dewa angin sangat bahagia, dia berfikir kalau Lin Tian masih membenci anaknya atas apa yang terjadi sebelumnya tapi dia tidak menyangka kalau Lin Tian bahkan ingin hadir sendiri saat pemakaman anaknya.
"Terima kasih kaisar" balas Dewa angin dengan mata merah dan air mata yang membasahi wajahnya.
"Em! aku serahkan masalah disini kepadamu, dan soal masalah pencurian yang terjadi itu... biarkan saja!" ucap Lin Tian dengan wajah agak bingung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...