Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
314. Teman lama satu perasaan


__ADS_3

Setelah satu Minggu berlalu, dewa kaisar Kematian sadar kembali setelah lama dia tidak sadarkan diri sejak keluar dari ruang kacau itu.


Di tempat dewa kaisar Kematian berada terlihat dewa takdir dan Bai Wutian sedang duduk memandanginya dengan penuh pertanyaan. Walaupun sudah di ceritakan oleh dewa kaisar Kematian tapi masih tetap mereka tidak percaya dengan semua ucapan dewa kaisar Kematian.


Bukan mereka tidak ingin percaya, mereka hanya terkejut dan tidak dapat mempercayai kalau ternyata dimana mereka hidup dulu memiliki hal yang tersembunyi seperti itu.


"Apakah kekuatan dia sudah pulih?" tanya Dewa kaisar kematian.


"Sebenarnya sudah lama kekuatan orang itu pulih, tapi karena sifatnya yang selalu bebas tidak terkendali membuat dia tidak peduli dengan peningkatan kekuatan sebelum merasakan aura orang ini" jelas Bai Wutian menunjuk dewa takdir.


"Huf... Kaisar naga langit itu memang orang yang merepotkan! dia memang orang yang cerewet dan juga sangat pendendam".


Dewa takdir juga menginga saat dia melepaskan auranya untuk merasakan energi alam disini tapi malah membuat teman lamanya menjadi marah. Bahkan sampai membuat dia langsung melepaskan kekuatannya dengan tidak terkendali seperti itu.


"Kamu bagus tidak terlalu di benci olehnya. Aku? dia mungkin sangat membenciku karena telah membunuh kekasihnya tepat didepan mata dia sendiri" ucap dewa kaisar Kematian dengan wajah berat.


Jika dulu dia tidak melakukan hal itu maka dalam seribu atau beberapa ribu tahun lagi dunia yang dia tinggali akan menjadi makanan bagi para meteor itu. dan sudah dipastikan di masa seterusnya semua makhluk yang hidupa akan jadi budak dan makanan mereka. Meskipun rencana yang dia mulai gagal tapi sekarang dia cukup lega karena bisa membuat dunia ini berkembang lebih baik sedikit.


"Mungkin dia tidak akan membencimu jika anak angkatku mempercayaimu" ucap Bai Wutian tersenyum tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" tanya Dewa kaisar kematian dengan bingung. Meskipun dia kagum dengan sifat Lin Tian tapi dia masih tidak percaya kalau pemuda itu dapat membuat Orang-orang di dekatnya percaya dan setia dengan murah hati kepadanya.


"Kamu tidak tahu sifat anak itu karena baru saja bertemu. Tapi aku mengetahui semuanya karena aku melihat sendiri bagaimana sifat asli anak itu dengan baik! bahkan jika di bandingkan dengan kita dulu, jarak antara kita dan dia benar-benar sangat jauh!" jelas Bai Wutian yang serius membandingkan dia dan tujuh dewa kuno lainnya dengan Lin Tian.


Dalam hal kebijksanaan, ketenangan, ketegasan, kebaikan, dan juga hatinya benar-benar sudah mencapai yang jauh berbeda dengan mereka. Dengan hanya dia saja, dia telah membuat pasukannya sendiri tanpa perlu banyak usaha. Semua orang itu melihat dari cara Lin Tian bertindak dan juga bagaimana dia memperlakukan setiap bawahannya.

__ADS_1


"Apa kalian begitu percaya dengan anak itu?" tanya dewa kaisar Kematian dengan serius menatap dewa takdir dan Bai Wutian.


"Iya!". Jawab Bai Wutian dan dewa takdir serentak.


"Huf.! kalau begitu aku juga percaya pilihan kalian" ucap dewa kaisar Kematian yang telah memutuskan. Sebenarnya dia sudah memutuskan sejak diselamatkan oleh Lin Tian. Tapi, dia berfikir kalau dia bisa keluar hidup-hidup dari ruang sebelumnya maka dia akan mulai memperhatikan Lin Tian sebelum membantunya dalam berbagai hal.


Hanya, setelah melihat bagaimana dua temannya percaya kepada Lin Tian membuat dia juga ingin percaya kepada pilihan teman-temannya untuk pertama kali dalam hidupnya. Dulu, dia selalu berfikir kalau dia harus bertindak sendiri dan harus memutuskan semuanya sendiri. Karena itulah dia melakukan semua sendiri dan menanggung resiko sendiri yang membuat dia kehilangan semua saudara dan teman-temannya di masa lalu.


"Kamu! aku merasakan aura lain yang mirip denganmu saat aku dalam keadaan tidak sadar sebelumnya. Siapa itu?" tanya dewa kaisar Kematian.


"Iya, aku merasakan hal yang sama! siapa kucing itu?" tanya dewa takdir yang penasaran dengan kucing kecil tidak lain adalah Bai kecil.


"Ehem! dia anakku" jawab Bai Wutian agak malu.


"Ha?"


"Aku tidak menyangka setelah aku melakukan hal itu untukmu, kamu malah mendapatkan berkah seperti itu" ucap dewa kaisar Kematian dengan wajah iri memandang Bai Wutian.


"Oi! kenapa wajah kalian terlihat kurang senang begitu? apakah salah aku mendapatkan istri? dan juga kamu! kenapa malah kamu yang kecewa?".


Bai Wutian yang melihat dua wajah pria yang iri dan juga kesal dengannya merasa aneh. Bukankah wajar jika dia punya istri setelah lam hidup? dan wajar jika dia punya istri dan memiliki seorang anak lalu mempunyai cucu dari anak dan menantunya itu.


"Aku benar-benar menyesal melemparkan kamu ke dalam lorong waktu dulunya" ucap dewa kaisar Kematian tiba-tiba.


"Harusnya kamu melemparkan aku dulu! mungkin aku sekarang sudah mempunyai satu atau dua istri yang lebih baik dari istrinya" desah dewa takdir dengan perasan kecewa.

__ADS_1


"Apa-apaan ini? mereka masih saja berfikir aneh dan iri kepadaku sampai sekarang! apakah mereka tidak sadar kalau aku ini memang tampan dari mereka? dasar pria-pria kecil yang aneh" ucap Bai Wutian dalam hatinya menatap aneh dewa kaisar Kematian dan dewa takdir.


"Hei! apa wajahmu itu? kamu mengutuk kami bukan? sial! aku benci wajahmu yang seperti itu! uhuk..uhuk!" dewa kaisar Kematian dengan kesal menunjuk ke arah Bai Wutian dengan wajah kesal.


"Sial! kalian yang aneh bukan? iri boleh tapi seharusnya tidak terlalu seperti itu bukan? apa-apaan kalian ini? dari dulu selalu iri denganku!" balas Bai Wutian yang juga ikut kesal mendengar ucapan dewa kaisar Kematian.


"Sial! jika aku tidak penyendiri dulu aku sudah pasti mendapatkan banyak wanita saat itu, jangan terlalu sombong kaisar harimau suci!" teriak dewa takdir yang juga marah.


"Ha? apa kau keberatan? ingin bertarung?"


"Ayo! siapa takut denganmu?"


"Sial! aku tidak pernah takut denganmu! Uhuk..uhuk..!"


Ketiganya saling berdebat dan saling berdebat di kamar dewa kaisar Kematian denhan keras. Ketiganya terlihat tidak mau menyerah dengan kehebatan dan juga perbedaan diri mereka masing-masing yang membuat seluruh tempat di istana menjadi bingung dengan perdebatan ketiganya.


"Berisik!" Sontak disaat mereka masih dengan keras berdebat, suara keras terdengar di dalam kamar itu. Suara itu sangat dingin yang membuat sontak ketiganya langsung diam.


"Bisakah kalian tidak berisik? suamiku sedang istriahat!" teriak suara itu lagi kepada ketiganya.


"Baik!" ketiganya sontak dengan patuh menundukan kepala dengan lemah, jelas mereka tidak berani lagi berteriak dan berdebat seperti sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2