Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
38. Mengobrol


__ADS_3

"Teknik naga kegelapan" ucap dewa kegelapan.


"Menarik! ayo! Auman harimau" ucap Bai kecil.


ROAARR...


Bayangan harimau putih besar muncul di langit saat semua orang melihat itu wajah mereka langsung di isi dengan sesuatu yang tidak pernah duga akan terjadi di sana Sekarang.


"Serang!" ucap dewa kegalapan.


"Serang!" ucap Bai kecil juga.


ROAARRR...


ROAARRR...


BOOMMM...


Dua serangan langsung bertabrakan yang membuat langit itu diisi dengan asap tebal dan juga semua orang jadi merasakan sakit saat serangan itu saling menyerang.


BOOMM....


Lima tetua besar itu tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat, itu adalah dewa penguasa alam kegelapan dan pria itu masih dapat bersaing? siapa dia? fikir mereka semua.


Tak lama asap kabut menghilang mereka melihat dua sosok berdiri dengan bangga di langit tanpa ada luka sedikitpun, tapi di wajah mereka ada senyum yang tidak dapat di pungkiri lagi.


"Kekuatan mu belum pulih tapi masih saja kuat" ucap dewa kegelapan.


"Tidak juga! kamu menahan serangan mu kalau tidak aku sudah kalah" ucap Bai kecil.


Swisshh...


"Jadi harimau bodoh kenapa ku datang kesini?" tanya dewa kegelapan memukul pelan dada Bai kecil.


"Hahaha.. ingin bertemu teman lama apa itu tidak bisa?" balas Bai kecil yang juga memukul dada dewa kegelapan.


Melihat keduanya akrab rahang semua orang hampir saja jatuh, ternyata orang yang menyerang mereka mengenal dewa kegelapan bahkan terlihat kalau mereka sangat akrab.


"He... itu kamu membuat masalah disini, lihat lah berapa banyak orang yang kamu pukul dari dulu" ucap dewa kegelapan melihat ke arah prajuritnya.


"Iya... aku sudah lama tidak bertarung jadi aku mencoba ke pasukan mu, tapi menurut mu ini lebih baik dari dulu" ucap Bai kecil dengan serius.


"Kamu begitu tinggi menilai mereka, dan jarang melihat mu seperti ini memujiku!" ucap dewa kegelapan santai.


Keduanya berbicara sebentar di langit dengan santai tanpa ada keluhan setelah apa yang terjadi sebelumnya.

__ADS_1


"Kalian semua pulihkan diri kalian, jangan terlalu di masukan ke hati karena orang ini selalu seperti ini! dulu dia juga pernah melakukan hal ini kepada pasukan lama" ucap Dewa kegelapan dengan senyum.


"Pasukan lama?" semuanya kaget lalu seketika mereka ingat siapa orang yang pernah bertarung sendiri dengan pasukan terkuat mereka.


Wajah mereka ngeri melihat pria itu seketika sadar siapa dia, kaisar harimau? sungguh meskipun begitu mereka sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Bai kecil.


"Aku lihat kamu pasti ingin bicara serius dengan ku bukan?" ucap dewa kegalapan.


"Iya! beberapa hal harus di perbincangkan secara pribadi" ucap Bai kecil serius.


Melihat tatapan pria yang serius itu menurut dewa kegelapan pasti masalah ini sangat penting jadi dia langsung mengajak Bai kecil masuk istana tanpa ragu.


Lalu di ruang pribadinya mereka duduk sambil menatap dengan serius, setelah beberapa waktu Bai kecil mengatakan tujuan nya datang kesini.


Awalnya dewa kegelapan tidak terlalu kaget tapi setelah mendengar cerita Bai kecil dia pun kaget sampau-sampai berdiri menatap Bai kecil dengan serius.


"Apa itu benar?" tanya dewa kegelapan.


"Iya! tapi untuk sekarang kita tidak bisa mengumumkan nya ke seluruh alam langit" ucap Bai kecil.


"Aku mengerti! jadi apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" tanya dewa kegelapan.


"Lindungi!" ucap Bai kecil.


"Itu.. apa kamu yakin kalau mereka akan ikut?" tanya dewa kegelapan kaget.


"Iya! tentu karena mereka tidak punya pilihan lain lagi" ucap Bai kecil dengan senyum di wajahnya.


"Jika benar begitu maka sepertinya kita memiliki kemungkinan untuk menang" ucap dewa kegelapan.


Bai kecil menggelengkan kepalanya yang membuat dewa kegelapan ragu kenapa Bai kecil tidak terlihat percaya diri.


"Bukan aku tidak percaya tapi aku ragu karena orang-orang ini lebih kuat dari apa yang kalian fikirkan," ucap Bai kecil serius.


Dia yang sering bertarung dengan orang-orang misterius sudah tahu kalau mereka kebanyakan bukan lah orang-orang biasa saja.


"Maksud mu apa?" tanya Dewa kegelapan.


"Aku tidak mengatakan padamu dulu aku pernah di jebak oleh orang yang di panggil tuan oleh mereka?" ucap Bai kecil.


Dewa kegelapan menggelengkan kepala karena dia memang tidak tahu apa yang terjadi dulu kepada Bai kecil, karena dia hanay mendengar kalau alam binatang telah di segel duluan oleh tiga kaisar dan satu permaisuri.


Bai kecil lalu menceritakan apa yang terjadi padanya dulu yang membuat dia harus bereinkarnasi sangat cepat.


Mendengar itu sepertinya memang benar kemungkinan kelompok yang mereka lawan bukan lah lawan-lawan biasa.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus lebih berhati-hati untuk mengambil langkah selanjutnya" ucap dewa kegelapan dengan serius.


"Iya! orang-orang ini mungkin sedang bersabar" ucap Bai kecil.


"Bersabar?" dewa kegelapan bingung.


"Beberapa tahun lagi alam rahasia itu akan terbuka, kemungkinan mereka bertujuan untuk itu" ucap Bai kecil.


"Maksud mu apa mereka datang untuk harta di dalam sana?" ucap dewa kegelapan.


"Tidak! untuk membunuhmu" ucap Bai kecil sambil menggeleng kepalanya.


Dia sangat mengerti kelompok yang tidak takut mati ini, bahkan anehnya mereka tidak peduli dengan nyawa mereka.


Seperti mereka semua adalah robot yang sudah di gerakan dan siap tanpa pikir, hal itu di nilai dari bagaimana selama ini Bai kecil bertempur dengan orang-orang misterius itu.


"Begitukah? kalau begitu sepertinya kita harus menyatukan pasukan dengan kekuatan saat di dalam sana" ucap dewa kegelapan.


"Iya! tapi prioritas kita untuk melindungi dia di saat berada di dalam maupun di luar" ucap Bai kecil.


Dewa kegelapan mengangguk dengan apa yang di katakan Bai kecil, dia tahu berapa serius masalah ini dan ini juga adalah masa depan dari alam langit.


"Mau minum?" ucap Bai kecil.


"Ho? ada anggur bagus?" tanya dewa kegelapan.


Bai kecil tersenyum dan mengeluarkan beberapa anggur terbaiknya, melihat itu dewa kegelapan mengangguk puas dengan apa yang bai kecil letakan di depan mata nya.


Dia membuka botol anggur di meja lalu mencoba menikmati nya, seketika dewa kegelapan menelan air itu dia langsung tersenyum puas.


"Anggur enak! bagaimana kamu membuatnya?" ucap dewa kegelapan kegelapan kepada Bai kecil.


"Tidak terlalu sulit aku mencurinya" balas Bai kecil.


Mendengar itu dewa kegelapan langsung menggelengkan kepalanya melihat sikap Bai kecil yang santai itu, mereka berdua minum bersama di dalam ruangan itu tanpa ada yang mengganggu.


"Bagaimana dengan Dewi bunga? apa dia memarahimu" tanya dewa kegelapan.


"Dia masih sama seperti dulu, dan walau pun aku tidak membesarkan putriku tapi aku telah bertemu dengan dia" ucpa Bai kecil degan senyum puas di wajahnya saat memikirkan anak perempuannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2