
Setelah menyetujui permintaan Lin Tian pada akhirnya mereka meminta Lin Tian untuk menyamar.
Karena beberapa hal mungkin akan menjadi masalah jika Lin Tian masuk dengan status yang dia miliki juga, dan juga Sheng Qiu akan memberi kabar kepada alam kehancuran kalau Lin Tian tidak akan keluar dari kolam kehidupan untuk beberapa tahun kedepan.
Tapi sebelum mereka akan melanjutkan beberapa percakapan tiba-tiba seorang pelayan mengatakan kepada Sheng Qiu kalau ada laporan barang hilang lagi dari ibukota.
Dan bukan itu saja kalau ada laporan dari beberapa kota yang tak jauh dari ibukota kehilangan barang yang sama, hal itu sontak membuat Sheng Qiu menjadi tak berdaya.
Akhirnya dia pun terpaksa menyelesaikan masalah itu dan pergi dari ruang itu dengan wajah sedih, Lin Tian yang melihat itu hanya diam menghela nafas.
"Kakek Sheng maafkan aku" ucap Lin Tian dalam hatinya.
"Nak, boleh nenek bertanya?" ucap Sheng Lien kepada Lin Tian.
"Hm.. boleh, apa itu nek?" tanya Lin Tian.
"Kenapa nenek merasa kamu mempunyai kekuatan yang sama dengan kaisar langit?" ucap Sheng Lien.
"Eh? kenapa nenek mengatakan itu?" tanya Lin Tian bingung, dia tidak pernah mengeluarkan energi kaisar nya kepada orang lain sejak di alam kehancuran seharusnya hanya empat leluhur yang tahu semua itu.
"Nenek lebih peka dalam hal energi dari pada orang lain, jadi karena itu nenek dapat tahu ada sesuatu yang lain di dalam tubuhmu" ucap Sheng Lien dengan lembut.
Lin Tian yang mendengar itu mengangguk mengerti, neneknya adalah Dewi kehidupan tentu dia dapat merasakan sesuatu yang lain di dalam tubuh Lin Tian dengan kekuatan kehidupannya.
Lin Tian tidak dapat berbohong jadi dia dengan jujur mengatakan kalau dia adalah pewaris kaisar langit, dan juga dia memiliki keingin masuk ke istana langit.
Sheng Lien dan Mu Chao yang mendengar itu kaget, ternyata cucunya adalah pewaris kaisar langit dan dia pun ingin masuk ke istana langit yang tak pernah bisa ada yang masuk kesana.
"Cucuku, kenapa kamu memiliki tugas berat seperti ini?" ucap Mu Chao sedih.
Menjadi kaisar langit bukan lah sesuatu yang mudah, bahkan itu lebih berbahaga daripada menjadi penguasa salah satu alam dan sekarang kaisar langit memilih cucunya untuk menjadi kaisar langit.
Kenapa dia tidak sedih dengan apa yang akan di alami cucunya itu, musuh yang kuat dan juga rintangan yang lebih kejam pasti akan bertubi-tubi datang kepada Lin Tian.
__ADS_1
"Tenang saja kek, aku pasti bisa mengatasi nya dengan baik" ucap Lin Tia. mencoba menenangkan kakek nya itu.
"Kaisar langit, orang ini masih bisa melakukan hal seperti itu meskipun telah mati" ucap Sheng Lien dengan wajah marah.
Dia tentu tahu kalau dulu juga kaisar langit pernah meminta Lin Dong untuk menggantikan dirinya tapi Lin Dong menolak, karena dia tidak suka dengan keributan dan juga masalah yang ada di alam langit.
Dan sekarang dia jelas telah melihat masa depan dan menggunakan beberapa cara untuk membiarkan Lin Tian menjadi penerusnya agar empat alam yang telah diam bisa membantunya.
"Nenek kenapa kamu terlihat marah?" ucap Lin Tian.
"Tidak apa-apa an'er, kamu tidak tahu kalau semua nya benar-benar telah di atur oleh kaisar langit?" ucap Sheng Lien.
"Aku sudah tahu nek, dan juga ayah ku tahu semua itu" ucap Lin Tian dengan jujur.
Mendengar itu Sheng Lien mengerti kalau Lin Dong telah memutuskan untuk bergerak, walau mungkin itu terpaksa karena anaknya lah pewaris kaisar langit.
Jadi dia tidak punya pilihan selain bergerak juga untuk membantu Lin Tian setelah semua ini, Mu Chao juga tidak punya pilihan lain untuk bergerak juga setelah dia kembali mungkin dia harus mengatur beberapa hal di alam es.
Mendengar itu Mu Chao juga setuju karena memang apa yang terjadi saat itu sudah benar-benar membuat kacau alam langit, untungnya orang-orang itu tidak pernah menyentuh salah satu empat alam lainnya.
Tentu karena mereka memiliki ketakutan kalau empat alam ini akan bergabung dan membuat sisi mereka kewalahan, karena empat alam ini bisa di bilang memiliki kekuatan yang tak terduga.
"Nah, an'er nenek akan memberikan teknik kehidupan kepadamu sekarang" ucap Sheng Lien dengan lembut.
Disana hanya tinggal Sheng Lien, Mu Chao dan Lin Tian karena Sheng Ming dan Sheng Mi sudah kembali ke tempat mereka untuk beberapa hal.
"Baik nek" ucap Lin Tian.
Lalu Sheng Lien meletakan jari telunjuk nya di dahi Lin Tian, perlahan cahaya putih masuk ke dalam fikiran Lin Tian serta berbagai teknik perlahan terlihat di dalam fikiran Lin Tian.
Melihat bernagai teknik yang luar biasa itu Lin Tian kagum dan merasa kalau semua nya terlihat sangat bagus jika bisa di kuasai.
Dan jelas kalau ini juga memudahkan nya untuk menggunakan teknik kehidupan untuk menyelamatkan dirinya jika terjadi hal seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Hm.. jika aku gabungkan dengan pedang elemen apakah teknik ini bisa lebih kuat?" fikir Lin Tian dengan senyum di wajahnya.
Melihat cucu mereka tersenyum Mu Chao dan Sheng Lien jadi bingung tapi mereka membiarkan Lin Tian menyerap semua yang tadi di berikan oleh Sheng Lien padanya.
Perlahan Lin Tian menutup mata dan perlahan dia juga mencerna semua yang ada di fikiran nya itu, dengan cepat Lin Tian memahami teknik tersebut lalu membuka matanya di hadapan keduanya.
"Bagaimana an'er ?" tanya Sheng Lien lembut.
"Em! bagus nek, setidaknya aku bisa menguasai tiga puluh persen dari yang nenek berikan tadi sekarang" ucap Lin Tian sedikit berfikir.
"Tiga puluh persen?" ucap keduanya serentak.
Mereka tidak percaya kalau cucu mereka dapat menguasai teknik kehidupan sampai tiga puluh persen hanya dengan sekali ingat, karena setau mereka butuh waktu lama untuk mencapai tingkat keyakinan seperti itu.
Bahkan bisa di bilang energi kehidupan adalah hal yang paling sulit untuk di kuasai setelah semua, bahkan lebih sulit dari energi kematian yang pernah di gunakan oleh dewa kematian.
Tapi cucu mereka...
"Pantas saja kaisar langit memilih cucu kita" ucap Sheng Lien tidak berdaya.
"Iya! dengan pemahaman dan juga cara fikir cucu kita siapa yang dapat menyamai nya?" ucap Mu Chao juga tersenyum.
"Hm.. nenek, aku akan menyamar sebagai murid dari keluarga ini apa nanti akan ada pemilihan untik masuk ke alam rahasia itu?" tanya Lin Tian.
"Hmm.. kalau itu coba nenek ingat dulu" ucap Sheng Lien.
"Ada, tapi itu mungkin hanya pertarungan kecil jadi kamu tidak perlu ikut" ucap Mu Chao.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1