Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
114. Menerima


__ADS_3

Dia pada akhirnya di tarik oleh Mu Xuanyin ke dalam ruangan atau kamar Lin Tian, iya bisa di bilang itu sekarang juga kamar dari Mu Xuanyin juga.


Lin Tian melihat ada Lan Jingyi dan Sheng Chu'er yang duduk di kursi dalam kamar itu, di dalam sana juga Lin Tian merasa ada yang aneh saat melihat wajah malu Lan Jingyi serta Sheng Chu'er.


"Apa yang sedang mereka bahas sampai tidak keluar selama beberapa hari ini?" fikir Lin Tian yang terlihat masih dalam fikiran dia sendiri.


"Suamiku?" panggil Mu Xuanyin dengan lembut kepada Lin Tian yang masih dalam lamunannya sendiri.


"Eh? iya, kenapa?" tanya Lin Tian secara langsung menjawab panggilan Mu Xuanyin.


"Aku telah mendengar cerita dari Lan Jingyi dan Sheng Chu'er, lalu aku juga sudah meminta pendapat ibu Bai juga tentang masalah ini sebelumnya" ucap Mu Xuanyin yang masih belum di mengerti oleh Lin Tian.


"Apakah ada masalah? apakah Kamu tidak suka tinggal disini?" tanya Lin Tian agak cemas dengan perkataan Mu Xuanyin.


Mu Xuanyin menggelengkan kepalanya, dia sangat betah dimana pun tinggalnya selama itu bersama dengan Lin Tian.


"Bukan masalah itu!" jawab Mu Xuanyin.


Dia melihat ke arah dua wanita yang masih terlihat malu, tentu meskipun Sheng Chu'er tidak bisa melihat tapi setelah mendengar apa yang di katakan Mu Xuanyin membuat dia malu juga.


"Jadi apa?" tanya Lin Tian bingung.


"Aku ingin kamu menerima mereka sebagai istrimu!" ucap Mu Xuanyin dengan lembut.


"Ha? apa?" Lin Tian hampir saja tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Iya, aku ingin kamu menerima mereka sebagai istrimu, bukan selirmu!".


Mu Xuanyin dengan serius menatap Lin Tian, dia masih saja tetap tenang bahkan setelah mengatakan hal seperti itu kepada Lin Tian.


"Itu ..?" Lin Tian benar-benar tidak bisa menangkap apa yang di katakan oleh Mu Xuanyin secara langsung, yang membuat dia benar-benar jatuh dalam keheningan.


"Kenapa?" tanya Mu Xuanyin yang melihat kalau Lin Tian masih bingung setelah mendengar ucapannya.

__ADS_1


Lin Tian yang tadi terdiam langsung menarik Mu Xuanyin pergi dari sana, dia keluar dari kamarnya itu lalu mendorong Mu Xuanyin ke dinding dengan lembut.


"Apa maksud mu?" tanya Lin Tian yang benar-benar tidak mengerti tujuan Mu Xuanyin.


"Aku tidak punya maksud apapun, aku mengerti baik kalau Lan Jingyi dan Sheng Chu'er menyukaimu" jawab Mu Xuanyin.


"Tapi .!"


Mu Xuanyin menutup mulut Lin Tian untuk melanjutkan perkataannya, dia sudah memutuskan untuk menerima kedua wanita tersebut untuk menjadi istri Lin Tian.


Bukan tanpa alasan Mu Xuanyin menerima keduanya, seperti Lan Jingyi yang telah membantu Lin Tian sejak dia datang ke alam kehancuran ini dan juga di kenal sebagai permaisuri yang hebat disini.


Bahkan dia benar-benar rela memberikan waktunya hanya untuk Lin Tian yang dia tahu mungkin tidak punya kesempatan untuk menjadi miliknya.


Mu Xuanyin juga sudah tahu semua yang terjadi selama ini, dan dia bukan lah wanita yang egois apalagi dia juga tahu pernah berbuat kesalahan dengan tidak percaya kepada Lin Tian.


Karena itulah melihat betapa tulus serta relanya Lan Jingyi membantu Lin Tian, Mu Xuanyin memutuskan untuk menerima dia untuk menjadi istri Lin Tian.


Tentu saja Mu Xuanyin tahu kalau Lin Tian tidak akan menerima Lan Jingyi menjadi istrinya, karena itulah Mu Xuanyin ingin memaksa Lin Tian agar menerima Lan Jingyi dan Sheng Chu'er.


Dia tidak tahu kenapa Mu Xuanyin begitu sangat ingin menerima Lan Jingyi dan Sheng Chu'er menjadi istrinya, pada akhirnya Mu Xuanyin meminta Lin Tian untik berjanji akan menerima mereka berdua.


Tapi Lin Tian masih ragu karena dia memiliki Ling Xu'er, dan dia juga tidak mau kalau nanti Ling Xu'er akan marah juga padanya karena tidak tahu akan hal tersebut.


Mu Xuanyin meyakinkan Lin Tian kalau Ling Xu'er tidak akan marah kepadanya, dan dia sendiri nanti yang akan berbicara kepada Ling Xu'er setelah ini.


Tentu Mu Xuanyin juga telah memberitahu hal ini kepada Bai Yu, karena itulah Mu Xuanyin menjadi yakin untuk menerima keduanya menjadi keluarganya.


Lin Tian tahu kalau dalam hal keluarga Mu Xuanyin memang memiliki kelebihan dia sendiri, sama dengan Lan Jingyi yang memiliki daya pikat sendiri dalam memimpin.


"Tapi kali ini aku benar-benar tidak ingin lagi ada wanita lain selain kami berempat, dan jika masih ada maka kamu boleh meninggalkan aku dan yang lainnya" jelas Mu Xuanyin dengan serius.


"Aku benar-benar tidak ingin menambah istri lagi, apalah daya suami kamu ini yang memiliki ketampanan luar biasa" ucap Lin Tian sambil bercanda.

__ADS_1


Dia memeluk Mu Xuanyin lalu mencium bibir wanita itu dengan lembut, setelah beberapa saat keduanya pun baru lepas dari ciuman mereka.


"Jadi bagaimana malam ini jika kita mulai?" tanya Lin Tian.


"Itu lihat bagaimana suamiku ini bersikap" jawab Mu Xuanyin.


Keduanya kembali ke kamar dan melihat Lan jingyi Dan Sheng Chu'er yang sedang duduk dalam wajah yang cemas, Lan Jingyi juga terlihat merasa bersalah saat melihat Lin Tian dan Mu Xuanyin masuk kembali ke kamarnya.


Lin Tian saling pandang dengan Mu Xuanyin, Mu Xuanyin mengangguk ke arah Lin Tian dengan senyum lalu setelah itu Lin Tian berjalan mendekati Lan jingyi.


"Hei, kenapa wajahnya terlihat cemas begitu!" tanya Lin Tian dengan pelan ke telinga Lan Jingyi.


Wajah Lan jingyi memerah karena malu dia berdiri dan bersiap untuk pergi tapi malah tangannya di tarik oleh Lin Tian, yang membuat Lan jingyi jatuh dalam pelukan Lin Tian langsung.


"Ah!".


Lan jingyi berteriak yang membuat Sheng Chu'er kaget, dia mencoba mencari Lan jingyi yang berteriak tadi dengan meraba-raba karena dia masih belum bisa melihat.


"Saudari Lan? kenapa? apa yang terjadi?" tanya Sheng Chu'er cemas.


"Ti..tidak" ucap Lan jingyi yang di peluk oleh Lin Tian.


"Ayolah! bukankah kamu istriku? dan juga." Lin Tian menarik tangan Sheng Chu'er yang juga langsung di peluk oleh Lin Tian.


"Ini...ini...!" Sheng Chu'er tidak tahu apa yang terjadi sekarang disana, dan bahkan dia merasa cemas karena tiba-tiba di tarik Lin Tian ke dalam pelukannya.


"hmm.. istri-istri cantikku! bagaimana jika kita bermain bersama?" tanya Lin Tian sambil menggoda ketiganya.


"Dalam mimpi mu!" teriak ketiga gadis itu dengan keras yang langsung membuat Lin Tian sedikit kecewa.


"Hais! betapa sedihnya diriku" ucap Lin Tian sambil menghela nafas kecewa disana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2