Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
61. Lin Tian Yang Marah.


__ADS_3

Lin Tian menghela nafas saat memikirkan masalah keluarganya sendiri, tapi dia pasti akan membuat semua nya jelas setelah bertemu dengan dua wanita nya itu.


Dia tentu tidak akan membiarkan apa yang di lakukan wanita yang selama beberapa tahun ini berkorban dan rela membantunya juga sia-sia.


"Kita sampai" ucap Sheng Chu'er melihat ke arah pintu masuk berlambangkan kereta disana.


"Hm.. Asosiasi perdagangan?" ucap Lin Tian aneh.


Dia tidak menyangka bahkan akan ada kelompok perdagangan di alam langit ini, dan juga melihat gambar kereta di atas sana dengan nama kelompok itu membuat Lin Tian bertanya-tanya siapa orang yang memimpin asosiasi ini.


"Mereka berasal dari alam biru" ucap Sheng Chu'er.


"Eh? alam biru? aku tidak pernah mendengar tentang alam ini?" fikir Lin Tian penasaran.


Dengan tenang Sheng Chu'er menjelaskan tentang alam biru, alam biru adalah tempat dimana perdagangan terbesar dari alam langit berasal, dan meskipun kebanyakan orang disana adalah pedagang tapi kekuatan mereka tidak kalah lemah dari alam lain nya.


Lin Tian mensnegar hal itu mengangguk mengerti, alam seperti itu ternyata sungguh ada dan pasti salah satu alam yang sangat kaya di alam langit.


"Haa...! ternyata dewa pun juga butuh uang" ucap Lin Tian menghela nafas.


Mendengarkan perkataan Lin Tian semua wanita disana tersenyum, mereka tidak menyangka cucu dari Dewi kehidupan akan terlihat seperti pria yang polos di depan mereka.


Padahal saat mereka bertemu di aula Lin Tian terlihat sangat tegas serta sedikit menakutkan di mata mereka, kalau bukan karena mereka melihat dan merasakan sendiri Lin Tian sekarang maka mungkin mereka masih takut dengan Lin Tian.


"Bocah! ingat lah, kami dari alam Yang tidak pernah takut dengan alam mu! berani sekali kau menyentuh tuan muda kami" teriakan salah satu orang yang disana.


Lin Tian dan Sheng Chu'er mengerutkan kening, mereka semua pun melihat apa yang terjadi ternyata ada seorang pria yang di kenal Lin Tian sedang terbaring lemah di dekat pintu masuk pelelangan itu.


Wajahnya terlihat habis di pukuli dan ada beberapa luka di tangan nya dan bagian tubuh nya yang lain.


"Aku juga tidak takut dengan alam Ying mu itu! pih! kalian datang kesini dan menghina Dewi kami, apa kalian fikir aku akan membiarkan nya begitu saja?" ucap pria yang terbaring itu dengan keras kepala.


Mendengar hal tersebut Lin Tian dan Sheng Chu'er mengerutkan kening tentu keduanya yakin kalau tidak mungkin pria yang terbaring itu akan membuat masalah tanpa sebab.


Karena Lin Tian kadang mengagumi sifat pria muda itu setelah mendengar beberapa cerita dari kakek nya Sheng Qiu.

__ADS_1


"Kalau begitu maka mari Ku hukum kamu untuk Dewi mu itu" ucap pria tersebut sambil tersenyum.


Pedang panjang di tangan pria tersebut akan seperti memotong tangan pria itu, tapi pria itu tidak taku dan keras kepala melihat dengan penuh kebencian ke arahnya.


Clang...!


Bunyi pedang terdengar disana dan pria yang tadi akan memotong tangan pria dari alam kehidupan itu pun terbang dari tangan nya dan jatuh tepat di belakang pria itu.


"Si..siapa kamu? berani sekali ka..!"


BOOMM....


Belum dia selesai berbicara pria itu telah di terbangkan oleh Lin Tian yang muncul di depan pria tersebut, dia sangat maraha karena orang ini berani menghina nenek nya.


Tentu tidak ada cucu yang akan tidak marah apabila ada orang yang menghina neneknya sendiri, apalagi sikap Lin Tian yang sangat menyayangi keluarga nya.


"Berani menghina nenek ku, apa kamu ingin mati?" ucap Lin Tian dengan wajah marah.


Melihat pria yang muncul di depan nya pria tersebut terdiam sesaat, dia tidak menyangka kalau Lin Tian akan membantu nya saat dia dalam bahaya.


"Iya, terima kasih! pria itu menghina Dewi kehidupan" ucap Pria itu dengan marah melihat ke arah pria yang terbaring karena terpukul oleh Lin Tian.


"Yakin lah saudara Sheng Ju, aku akan membuat mereka membayar karena menghina nenekku" ucap Lin Tian dengan senyum nya.


Saat pria itu melihat senyum Lin Tian, dia dapat merasakan nasib buruk sedang menimpa orang-orang dari alam Ying itu.


"Kami telah melakukan hal bagus" ucap Sheng Chu'er kepada pria itu, di belakang Sheng Chu'er wanita yang ikut dengan nya juga muncul.


"Saudari Chu'er? tidak ini sudah kewajiban ku karena aku dari keluarga Sheng juga" ucap Sheng Ju dengan penuh percaya diri.


Sheng Chu'er mengangguk, dia lalu melihat ke arah Lin Tian yang wajahnya sekarang terlihat berbeda, hal itu membuat Sheng Chu'er agak takut karena dia bisa melihat di kedua mata Lin Tian ada niat membunuh yang luar biasa.


"Kau berani menyentuh pelayan ku, apa kamu tidak tahu siapa aku?" ucap pria yang sedang duduk di kursi tak jauh dari sana.


Tadinya dia lah yang ingin memberi pelajaran kepada Sheng Ju tapi karena dia merasa hal itu tidak pantas jadi dia memerintahkan agar pelayan nya menghukum pria tersebut.

__ADS_1


"Apa kamu yang menghina Dewi kehidupan tadi?" ucap Lin Tian dengan wajah marah.


"Kalian iya kenapa? hanya alam kehidupan kalian bahkan lebih lemah dari alam ku, dan juga wanita yang di sebut Dewi itu bahkan tak akan berkutik di depan ayahku" ucap pria itu dengan sombong.


Setau dia alam kehidupan adalah alam yang tertutup dan jarang menunjukan kekuatan mereka, serta ayahnya juga dengan bangga mengatakan kalau alam kehidupan adalah yang terlemah di bawah mereka.


Karena itu dia dengan sombong berani melawan Sheng Ju tadi, dia juga yakin kalau tidak akan ada orang yang berani melukainya karena dia adalah anak dari dewa Ying.


"Ho..! begitukah? kalau begitu mati!" ucap Lin Tian dengan marah.


"Cih! bunuh dia untukku!" ucap pria itu kepada para pelayan nya.


"Mati lah nak!" ucap beberapa pelayan yang berada di tingkat dewa surgawi menengah.


Lin Tian yang marah tiba-tiba secara langsung mengeluarkan Ular berkepala tiga, bayangan ular itu membuat Sheng Chu'er kaget.


Bahkan Sheng Ju dan wanita lainnya yang pernah melihat Lin Tian mengeluarkan beberapa roh bintang sembilan masih kaget melihat hal tersebut.


BOOMM...


"Ah!" kelima pelayan pria tersebut jatuh dan perlahan meleleh tepat di depan pria tersebut.


Hal itu membuat wajah pria itu berubah menjadi kaget, dia menatap Lin Tian dengan ngeri jelas kalau kekuatan pria ini mungkin tak kalah dengan jenius lain dari alam dewa penguasa terkuat.


"Ba..bagaimana mungkin?" ucap Pria itu dengan ketakutan.


"Sekarang giliran mu!" ucap Lin Tian yang benar-benar telah marah.


Ssssssst...


Ular berkepala tiga itu akan menyerang ke arah pria tersebut tapi sebuah tangan yang lembut menghentikan Lin Tian dan membuat dia kembali sadar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2