Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
195. Kau memaksaku


__ADS_3

"Mereka berdua sangat bodoh, berfikir kalau mereka bisa meningkatkan kekuatan dengan darahku tapi sebenarnya hal itu malah membuatku dengan mudah mengendalikan mereka" ucap Tuan muda alam angin memandang jenderal Dong dan leluhur Dong.


Lin Tian, Bai kecil dan juga dewa angin awalnya benar-benar tidak mengerti bagaimana keduanya dapat dengan mudah di kendalikan, tapi sekarang jelas kalau itu karena darah yang mereka gunakan sendiri untuk menjadi kuat.


Benar saja setelah itu dengan sedikit gerakan dari tangan tuan muda alam angin, semua keluarga Dong juga mengalami nasib yang sama dengan jenderal Dong. Mata mereka menjadi merah darah dan terlihat mengikuti leluhur Dong serta jenderal Dong yang juga berlutut di langit.


"Kalian akan jadi budakku juga, dan meskipun kalian mati kalian akan tetap menjadi budakku! hahahaha, hari ini aku akan membuat alam langit kacau untuk mengganti hari yang dulu telah kau gagalkan kaisar harimau" ucap Tuan muda alam langit.


"Bunuh mereka semua" teriak Lin Tian di langit, dia, Bai kecil dan dewa angin segera menyerang ke arah tuan muda alam langit.


BOOMM..


Setelah mendengar teriakan Lin Tian yang lainnya juga langsung membunuh keluarga Dong serta makhluk darah yang masih tersisa tersebut, sekarang mereka benar-benar berusaha untuk bisa memusnahkan semuanya karena mereka tahu kalau sampai makhluk-makhluk ini ke alam langit maka hanya akan menambah bencana disana.


BOOMM..


"Lawan mu aku!" ucap jenderal Dong memandang dewa angin, dia menahan serangan yang di arahkan oleh dewa angin kepada tuan muda angin.


"Kalau begitu baiklah, Pedang angin tarik!" teriak dewa angin lalu mengayunkan pedangnya lagi


BOOMM..


"Sial!" teriak Bai kecil yang juga di hadang oleh leluhur Dong, keduanya juga bertarung dengan keras di langit.


BOOMM...


"Hahaha, nak! bagaimana jika kamu menjadi kaki tanganku, selama kamu mau aku bisa memberikan apapun untukmu" ucap tuan muda alam angin yang sedang bertarung dengan Lin Tian itu.


BOOMM...


BOOMM...


"Aku tidak tertarik" jawab Lin tian tenang.


"Sayang sekali, kalau begitu kamu tidak berguna lagi" ucap tuan muda alam angin mendesah sedih, tapi setelah itu matanya menjadi mengerikan dan langsung auranya pun meningkat luar biasa dari sebelumnya. Dan dia mengarahkan pukulan keras kepada Lin Tian yang juga mencoba memukul dengan keras tuan muda alam angin tersebut.

__ADS_1


BOOMM..


"Hm, anak ini? padahal aku sudah menggunakan delapan puluh persen kekuatanku tapi dia masih bisa menahan pukulanku begitu saja, apa mungkin fisiknya sudah sebanding dengan fisik dewa penguasa tingkat tinggi?" fikir tuan muda alam angin menatap Lin Tian dengan aneh.


Lin Tian hanya terus menyerang tanpa sedikitpun mundur setelah dia menggunakan elemen esnya, dia sekarang terlihat sangat serius di bandingkan biasanya karena dia tahu orang di depannya ini harus dia bunuh apapun yang terjadi.


Jika tidak maka bukan hanya alam langit yang kacau tapi juga keluarganya pasti akan mendapatkan masalah saat itu, apalagi menurut perkataan orang ini jelas kalau ada sosok yang lebih kuat berdiri di belakangnya.


BOOMM...


Keduanya pun mundur setelah beradu beberapa kalau skill pedang, Lin Tian juga berdiri diam menatap tuan muda alam angin sekarang. Dia terlihat bingung, dan ragu untuk memutuskan sesuatu, dia juga sedikit menoleh ke arah pasukan yang ikut bersamanya lalu melihat dewa angin dan Bai kecil yang sedang bertarung melawan jenderal Dong dan leluhur Dong.


"Kenapa? apa kamu sudah menyerah?" tanya tuan muda alam angin.


"Tidak, aku hanya sedang bingung! aku tahu kau belum menggunakan kekuatan aslimu jadi aku bingung kenapa kamu tidak memyerangku dengan kekuatan penuhmu? maka, dengan begitu kamu pasti dapat membunuhku dengan mudah" jawab Lin Tian santai.


"Hehehe, iya begitulah! maka dari itu sekarang aku akan menggunakan seluruh kekuatanku" ucap Tuan muda alam angin dengan senyum tenang di wajahnya, perlahan auranya pun meningkat melebihi dewa tingkat tinggi tahap puncak biasa dan mencapai kekuatan yang setara dengan dewa penguasa seperti Sheng Lien, Mu Chao dan Lin Sang.


"Bagaimana? apakah kamu melihatnya? ini adalah kekuatan penuhku" ucap tuan muda alam angin.


Swishh..


"Benarkah?".


Sosok tuan muda kedua tiba-tiba sudah muncul di hadapan Lin Tian dalam sekejap dan saat Lin Tian sadar dia buru-buru menggunakan kekuatan elemen es untuk membuat sebuah perlindungan diri untuk menahan pukulan dari tuan muda alam angin.


"Percuma" ucap tuan muda angin.


BOOMM..


"Agh!" dinding es Lin Tian di tembus yang membuat pukulan keras dari tuan muda angin langsung menembus ke perut Lin Tian dengan sangat keras, bahkan Lin Tian benar-bemar merasakan sakit di bagian perutnya.


BOOMM..


BOOMM...

__ADS_1


Lin Tian langsung menembus penghalang perbatasan timur dan menabrak beberapa rumah sebelum berhenti di rumah ke enam, Mu Jing'er, Lin Guang, Sheng Mi dan Sheng Ming bahkan berteriak keras saat melihat Lin Tian yang di pukul sangat keras itu oleh Tuan muda alam angin.


"Lin Tian!"


"Kakak!".


Bahkan Bai kecil juga cemas dengan keadaan Lin Tian, jika dia tahu hal ini akan terjadi dia pasti akan membawa naga kecil atau Bai Yu kesini tapi hal yang terjadi sekarang benar-benar jauh dari perkiraan dia dan Lin Tian.


"Jangan teralihkan saat bertempur!" ucap Leluhur Dong menyerang Bai kecil lagi.


"Sial!"


BOOMM...


"Jenderal Dong! kau harusnya sadar apa yang telah kau lakukan itu salah, cepatlah sadar atau tidak kamu akan benar-benar menjadi pendosa dari alam langit" teriak dewa angin mencoba menyadarkan jenderal Dong, dia juga mencemaskan keadaan Lin Tian dan jika sesuatu terjadi kepada Lin Tian maka baik dia dan semua orang disini akan menjadi pendosa besar dari alam langi.


"Hahaha.. aku tidak menyangka kalau keturunan dari alam es juga bisa menggunakan kekuatan roh kehidupan dari alam kehidupan" ucap tuan muda alam angin melihat ke arah dimana Lin Tian jatuh.


Lin Tian keluar dari reruntuhan rumah itu dengan ada kuda putih bersayap dan bertanduk berdiri di belakang Lin Tian, Lin Tian menghapus darah dari mulutnya tersebut dan Memandang tuan muda angin.


Terlihat dia sudah memutuskan sesuatu sekarang, karena itu dia langsung terbang tinggi ke langit dan memandang ke arah semua orang yang sedang bertempur dengan serius.


"Kamu memaksaku! meskipun mungkin setelah ini akan menjadi merepotkan tapi itu tidak menjadi masalah sekarang, karena aku tidak akan membiarkan kamu membuat masalah untuk alam langit dan keluargaku!" ucap Lin Tian dengan wajah dingin.


BOOMM...


Swisshh..


Perlahan tubuh Lin Tian mengeluarkan cahaya emas, dan di setiap bagian tubuhnya muncul sebuah armor berwarna emas yang menutupp tubuhnya, dan dari dalam tubuh Lin Tian sebuah tombak emas juga muncul berdiri di sebelah tangan Lin Tian dengan bangganya.


"Kau!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2