
Dalam beberapa jam kemudian, semua keluarga Tian telah di hidupkan kembali. Tubuh mereka telah benar-benar seperti makhluk hidup normal yang membuat mereka benar-benar merasakan kebahagian.
"Terima kasih Kaisar langit". Ucap semua keluarga Tian dengan hormat.
"Tidak perlu berterima kasih, karena bagaimanapun kalian adalah keluarga Hunhu. Jadi, bisa dibilang kita semua kelaurga kata-kata terima kasih tidak di perlukan di antara kita" jawab Lin Tian dengan tenang tanpa sedikitpun arogan dihadapan mereka semua.
"Kalau begitu sekarang mari kita kembali ke atas, dan membahas sesuatu yang telah aku dan kaisar langit rencanakan untuk perang melawan Orang bangsat itu" ucap tetua agung marah saat memikirkan pria yang dia maksud itu.
Semua keluarga Tian mengangguk setuju, mereka semua langsung berjalan bersama menaiki tangga menuju ke markas atas mereka. Tapi entah kenapa Lin Tian tidak mengikuti mereka dan malah memilih tinggal di tempat itu sementara waktu.
"Pergilah dulu, aku ingin berlatih disini untuk sementara waktu" ucap Lin Tian menatap Tetua agung.
"Apa kamu yakin? tempat ini hanya berisi energi mayat, dan itu tidak berguna untukmu" ucap Tetua agung sambil membujuk Lin Tian untuk tidak melakukan hal bodoh disini.
Lin Tian terpa bersikeras untuk tinggal disini sementara waktu, meskipun tempat ini tidak cocok untuk orang lain berlatih tapi untuk dia tempat ini sangat berguna. Dia ingin mencoba mempelajari energi Mayat ini. Dengan harapan, dapat menciptakan energi baru atau kekuatan baru baginya.
Dari analisa Lin Tian terakhir kali, jika dia tebak dengan benar. Kalau dia dapat menguasai energi mayat ini, ada kemungkinan dia bisa menghidupkan orang mati tanpa perlu buah roh kehidupan lagi. Bisa disebut dia menjadi orang yang menguasai hidup dan mati seseroang.
"Kalau begitu, berhati-hatilah! jika kamu tidak sanggup cepat-cepat keluar dari sini. Bagaimanapun energi mayat disini jauh berbeda dengan energi mayat di dunia yang lebih rendah dari kita" jelas Tetua agung.
Lin Tian mengerti dengan penjelasan tetua agung itu, dan meyakinkan kalau dia tidak tahan dengan energi mayat ini akan keluar dengan cepat tanpa melakukan hal ceroboh lagi. Setelah yakin dengan Lin Tian, tetua agung akhirnya keluar dari ruang bawah tanah itu dengan membawa semua keluarga Tian yang tersisa.
__ADS_1
Melihat semua orang telah keluar, Lin Tian tersenyum lalu duduk di tengah-tengah ruang bawah tanah itu sambil menutup matanya. Perlahan energi mayat tersedot ke dalam tubuh Lin Tian, menyebabkan Lin Tian perlahan menjadi mayat hidup. Meskipun begitu, terlihat Lin Tian tidak bergerak sedikitpun walau tubuhnya telah mulai memucat seperti mayat dan rambutnya memutih.
Bahkan wajah Lin Tian terlihat semakin tua, tubuhnya yang kuat juga perlahan menjadi sangat kurus hanya dalam satu jam dia duduk disana. Lin Tian masih menutup matanya bahkan setelah beberapa jam lagi berlalu di ruang bawah tanah itu.
......................
Selain itu, sebelum beberapa jam lalu. Saat semua keluarga Tian naik ke atas dan telah berada di markas mereka, wajah semua keluarga Tian itu langsung kaget dan tidak menyangka apa yang mereka lihat. Mereka melihat banyak bawahan mereka yang terkapar pingsan dan terluka akibat sesuatu hal yang tidak mereka mengerti.
Awalnya tetua agung berfikir kalau ada yang menyerang mereka lagi, tapi fikiran itu langsung hilang saat melihat ke langit ada dua wanita yang satu sedang lari dan satu lagi sedang mengejar yang lainnya. Semua keluarga Tian memandangi wanita yang di kejar itu, wajah mereka kaget dan juga tidak menyangka kalau wanita itu adalah putri Mereka sendiri.
"Tetua agung ini.."
"Sebaiknya jangan menggangu mereka, apalagi menganggu wanita yang mengejar tuan putri itu! kekuatan dia jauh dari aku maupun kalian bahkan putri mungkin tidak akan berdaya melawannya" jawab Tetua agung dengan serius menatap mereka semua. Dia menjelaskan itu karena takut ada di antara keluarganya yang bodoh dan memprovokasi Mu Xuanyin.
Tetua agung menjelaskan kalau Mu Xuanyin adalah kakak dari Tian Hunhu di masa lalu, dan wanita itu juga istri dari kaisar langit yang sekarang. Setelah mendengar penjelasan dari tetua agung, semunya mengerti sekarang kenapa Lin Tian begitu murah hati membantu mereka untik hidup kembali. Ternyata itu berhubungan dengan tuan putri dan juga kakak masa lalu tuan putri mereka.
"Jadi kita tidak harus berbuat apa-apa begitu?" tanya Tetua wanita dengan bingung.
"Iya, kalian lihatlah semua bawahan kita yang ada disini! aku yakin putri meminta mereka untuk membantunya tapi malah di terbangkan oleh Permaisuri Mu" jawab Tetua agung menunuk semua orang-orangnya yang tergeletak di tanah.
"Kalau begitu mari kita masuk lagi, jangan sampai terlihat oleh putri" ucap salah satu tetua sambil mundur perlahan-lahan ke belakang.
__ADS_1
"Kamu benar!" yang lain juga setuju dan langsung balik kanan berlarian untuk menghindari masalah yang tidak perlu terjadi nantinya.
"Kakak! aku salah, tolong ampuni aku" ucap Tian Hunhu yang telah lelah di kejar Oleh Mu Xuanyin beberapa jam lamanya.
"Oh! kamu sekarang tahu kalau salah, baguslah! aku tidak perlu mengejarmu lagi, sekarang baik-baik menyerah ke sini dan kakak tidak akan terlalu kasar denganmu" ucap Mu Xuanyin dengan tajam memandang Tian Hunhu.
"Sial! siapa yang akan percaya dengan kamu kakak, meskipun dulu kamu sangat pendiam tapi kamu adalah orang yang paling tegas dan juga tidak pandang orang di saat menurunkan hukuman" ucap Tian Hunhu dengan kesal di dalam hatinya.
Di bandingkan dia, kakaknya jauh lebih kejam dala menghukum seseorang di bandingkan dia. Bahkan dulu dia pernah di kurung dalam kamar tanpa bisa keluar dari kamar itu, dia mencoba untuk kabur tapi malah terkena samberan petir saat baru saja melangkah keluar dari jendela.
Lalu, pernah seorang prajurit mengintip beberapa pelayan sedang mandi dan kakaknya langsung menggantung dia telanjang di gerbang kota. Yang lebih parahnya lagi, saat ada pria yang memperkosa seorang gadis dulu. Kakaknya memberikan hukuman potong ayam kepada pria tersebut yang membuat dia menjadi seorang jomblo selamanya.
"Hunhu, kenapa kamu tidak menemuiku?" tanya Mu Xuanyin dengan suara yang tiba-tiba melembut.
Saat Tian Hunhu mendengar suara lembut Mu Xuanyin, dia melihat tiba-tiba tatapan Mu Xuanyin menjadi lembuat dan juga air mata telah jatuh ke pakaiannya. Tian Hunhu tiba-tiba menjadi gelisah dan juga seluruh tubuhnya tiba-tiba lemah saat itu juga.
"Maafkan aku kakak" ucap Tian Hunhu yang tidak tahan melihat kesedihan kakaknya, dia tiba di depan Mu Xuanyin dan memeluk wanita itu sambil menangis
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...