
"Apa kamu tahu salahmu?" tanya Huang De menatap marah Singa perak.
"aku sadar atas keselahanku tuan, tolong hukum aku" jawab singa perak berlutut di hadapan Huang De dan Huang Sheng.
"Kalau begitu bagus! aku tidak akan menghukum kamu kali ini, sekarang pergi sembuhkan dirimu dan bantu yang lain untuk mempercepat mengembalikan kekuatan mereka" ucap Huang De dengan tenang setelah melihat kalau singa perak sadar akan kesalahannya.
"Baik". Singa perak akhirnya dapat menghela nafas melihat kalau tuannya tidak lagi memarahi dirinya. Dia menatap Huang Sheng dengan bersyukur, karena dia sadar kalau Huang Sheng yang membantu dia untuk lolos dari hukuman tuannya itu.
Setelah Singa perak pergi, Huang De mantap Huang Sheng dengan aneh. Sangat jarang bagi pria ini membantu orang lain tanpa ada tujuan atau imbalannya.
"Apa kamu sedang sakit? kenapa kamu membiarkan dia tidak di hukum?" tanya Huang De.
"Hei, dia sangat berguna untuk kita! dan dia sudah melihat sendiri bagaimana kekuatan kultivator disana, jika kita ingin pergi dan menguasai dunia dewa. Singa perak adalah yang paling cocok untuk menjadi jenderalnya, hanya saja sebelumnya dia terlalu sombong karena itu sedikit pelajaran sangat berguna untuknya" jawab Huang Sheng sambil tersenyum.
"Hanya itu?" tanya Huang De.
"Tidak, dia bisa jauh lebih kuat setepah ini. Kamu hanya tinggal lihat saja, dengan kebencian dan kekalahan dia kali ini di pastikan membuat dirinya jauh meningkat dari yang sekarang" jelas Huang Sheng tersenyum dingin.
"Kalau begitu aku menunggu untuk melihatnya, kita harus bisa menguasai kekuatan ayah kita itu. Dan jika bisa mendapatkan mata emas, sudah di pastikan seluruh dunia ini akan jadi milik kita" ucap Huang De dengan serius, lalu dia tersenyum memikirkan bagaimana dia dan sukunya menjadi tuan dari segalanya.
"Kalau begitu aku tidak akan mengecewakan kamu, saudaraku" jawab Huang Sheng dengan senyum dingin. Sesaat Huang De tidak memperhatikan kalau ada perubahan dengan senyum Huang Sheng. Tapi, dari sikapnya dan juga ekspresi Huang Sheng, dia terlihat seperti pria yang berbeda untuk sesaat.
......................
"Apa yang akan kita lakukan di Alam binatang suci kakak?" tanya Naga kecil kepada Bai kecil yang ada di depannya.
Setelah dari dunia dewa, Bai kecil membawa naga kecil ke alam binatang suci tanpa ada alasan yang jelas. Dia awalnya berfikir kalau Bai kecil membawanya untuk pergi berlatih ke suatu tempat di dunia dewa, tapi nyatanya dia di bawa ke alam binatang suci oleh Bai kecil.
"Ikut denganku, ada tempat rahasia yang cocok untuk kita berdua berlatih" ucap Bai kecil terus terbang menuju istana Harimau suci dimana dia dulu di lahirkan.
__ADS_1
Naga kecil hanya bisa mengikuti Bai kecil tanpa sedikitpun protes dengannya, tidak berselang lama mereka sampai di depan istana harimau suci. Semua penjaga merasakan ada dua aura kuat yang mendekat langsung berhamburan keluar dari istana harimau suci.
"Siapa kalian? berani sekali masuk ke tempat suci suku harimau" ucap kapten penjaga istana harimau menatap Bai kecil.
"Ho? apakah kamu kapten baru disini?" tanya Bai kecil.
"Iya, siapa kalian dan apa tujuan kalian datang ke istana suci kami?" tanya kapten penjaga tenang tapi ada kehati-hatian saat dia menatap Bai kecil.
"Cukup bagus, jika berlatih seratus tahun lagi mungkin bisa menjadi harimau suci seperti tetua lain" ucap Bai kecil menatap kapten di depannya.
"Apa maksudmu? jika kamu hanya membuat masalah disini, maka pergilah!" ucap kapten penjaga menjadi lebih serius.
"Lancang!" suara keras dari dalam istana membuat kapten penjaga menjadi ketakutan.
swisshh...
"Kaisar harimau?" wajah kapten penjaga dan pasukannya langsung berubah, di alam binatang suci hanya satu orang yang layak disebut kaisar harimau yaitu kaisar harimau suci.
"Haa, sudah lama tidak bertemu leluhur Kong" ucap Bai kecil tersenyum kecil.
"Iya, sudah lama kaisar. Apa tujuan kaisar kembali di saat yang lainnya sedang di alam langit?" tanya leluhur Kong.
"Aku ingin pergi ke tempat lain di istana harimau, harusnya kamu sadar dimana itu bukan?" jawab Bai kecil.
"Iya, saya tahu. sudah lama tempat itu tidak ada di masuki, terakhir kali beberapa suku lain dan suku kita masuk tapi hanya dapat bertahan beberapa hari" jelas leluhur Kong.
"Yah, alam disana berbeda dengan alam kita. Dan tekanan disana bahkan jauh lebih kuat dari tekanan yang pernah ada di tempat lain" ucap Bai kecil yang sadar akan tempat yang di maksud oleh leluhur Kong.
"Kaisar, itu di ciptakan oleh para leluhur suku kita. Di saat mereka akan mati, mereka akan masuk ke dalam tempat itu dan mati dengan menyebarkan seluruh kekuatan yang pernah mereka miliki. mungkin itu yang membuat tempat itu menjadi istimewa" ucap leluhur Kong.
__ADS_1
"Em, aku dan saudaraku ingin masuk kesana untuk berlatih. Kamu dan para leluhur yang tersisa juga ikut, bawa sekalian leluhur dari suku lain yang tidak ikut ke alam langit" ucap Bai kecil.
"Eh? apa yang akan kita lakukan disana kaisar?" tanya leluhur Kong.
"Jangan terlalu banyak tanya, lakukan segera perintahku ini. Waktu yang kita punya tidak banyak" ucap Bai kecil serius menatap leluhur Kong.
"Baik kaisar". leluhur Kong tidak banyak bertanya, dia sadar kalau Bai kecil yang terlihat serius tidak akan pernah membohonginya. Dan juga, biasanya Bai kecil tidak pernah mengajak suku lain untuk masuk ke tanah leluhurnya seperti ini jika tidak ada hal yang spacial.
Naga kecil tidak berbicara sama sekali, dia hanya mengikuti Bai kecil di belakang sambil melihat-lihat sekelilingnya untuk membuang kebosanan. Tidak lama, Bai kecil sampai di pintu tanah makam leluhur suku harimau bersama naga kecil.
"Apakah kita berlatih di dalam?" tanya naga kecil.
"Iya, waktu disana cukup jauh berbeda dengan waktu di luar. Jika satu hari di luar maka di dalam seribu tahun, karena itulah tiga hari yang di maksud oleh leluhur Kong itu sama dengan tiga ribu tahun" jelas Bai kecil.
"Hm, jadi bukankah suku harimau yang sekarang sangat kuat? dapat bertahan tiga ribu tahun di dalam".
"Kuat? para leluhur pernah bertahan selama satu tahun di dalam sana, dan aku juga pernah kesana selama lebih lima tahun" ucap Bai kecil dengan senyum masam saat sadar kalau sukunya sudah sedikit menurun sejak dia tidak ada.
"Ehem, bukankah kakak orang yang gila berkultivasi juga?"
Pluk!.
"Aduh! kenapa kakak memukulku?" tanya naga kecil mengusap kepalanya yang di pukul Bai kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1