
Di alam kegelapan.....
Swish....
"Sudah lama aku tidak kesini" ucap sosok berpakaian putih yang muncul di langit ibukota kegelapan.
Dia terlihat tersenyum memandangi ibukota itu dengan wajah tampan dan rambut putihnya yang panjang.
Memandang ke istana besar dan di isi dengan kegelapan pria itu tersenyum, lalu dia sedikit menggerakan tangan nya dan sebuah panah hitam meleset ke arah istana itu.
BOOMM...
"Siapa itu?" ucap beberapa sosok yang marah saat panah tersebut menabrak formasi yang ada di istana besar tersebut.
Banyak para dewa muncul dan terbang ke langit, melihat hal itu pria muda itu yang mana dia adalah Bai kecil tersenyum puas sudah lama dia tidak bertarung.
Sekarang dia adalah dewa penguasa tingkat menengah tahap puncak, itu karena beberapa segel nya dan kekuatan yang dia miliki sudah mulai pulih.
"Sudah lama aku tidak bermain, kalian akan jadi permainan ku" ucap Bai kecil dengan senyum puas, dan aura yang kuat untuk bertempur keluar dari tubuhnya.
"Serang dia! tangkap mati atau hidup" ucap kapten pasukan di tingkat dewa surgawi.
Semua pasukan hampir lima ratus orang menyerang Bai kecil, semuanya berada di berbagai dewa surgawi yang kuat tentu bahkan Bai kecil tidak melihat mereka sedikitpun.
Dia menggerakan sedikit tangannya lalu sebuah energi hitam muncul, setelah itu dia menjentikan jari nya dan hal hitam itu langsung menyelimuti langit.
Melihat langit tiba-tiba gelap wajah semua pasukan kaget mereka langsung berdiri dan berhenti menyerang Bai kecil karena mencoba untuk melihat situasi di langit.
Tiba-tiba wajah kapten yang berada di dewa surgawi puncak berubah ketakutan dan langsung berteriak ke arah prajuritnya.
"Mundur!" teriak nya dengan keras.
Mendengar itu semua pasukan langsung berlari mundur sesuai perintah dari kapten mereka, dengan cepat mereka mundur tapi Bai kecil masih tetap tersenyum.
"He... mencoba mundur? sayang nya sudah terlambat" ucap Bai kecil.
"Panah hitam serang!" ucap Bai kecil santai.
BOOMM..
BOOMM..
"Ahg!"
Ratusan prajurit langsung jatuh ke tanah dengan wajah penuh penyesalan dan juga ketakutan, bahkan orang-orang di kota melihat itu wajah mereka berubah ketakutan seketika.
"Siapa orang ini? kenapa dai begitu kuat?" ucap beberapa dari mereka dengan cemas.
"Terlalu lemah" ucap Bai kecil dengan wajah santai.
Swish...
Swishh...
__ADS_1
Beberapa sosok muncul di langit, saat semua orang melihat sosok itu wajah mereka pulih bersemangat lagi karena lima sosok itu adalah Lima tetua besar dari lima keluarga besar di alam kegelapan.
"Tuan apa aku boleh tahu kenapa kamu menyerang alam kami?" ucap salah satu dari mereka.
Mendengar itu Bai kecil tersenyum dia melihat di antara dari mereka semua ada Dua yang berada di alam dewa penguasa tingkat menengah puncak dan dua lainnya berada di alam dewa penguasa tingkat menengah tahap tengah.
"Aku hanya datang bersenang-senang, apa tidak boleh?" ucap Bai kecil santai tanpa sedikitpun takut.
"Tuan bukan kah ini tidak pantas?" ucap pemimpin berbaju putih itu.
"Apa nya tidak pantas? mereka semua terlalu lemah, ayo kalian berlima maju dan serang aku" ucap Bai kdcil dengan tangan nya seperti sedang memprovokasi mereka semua.
Melihat itu wajah kelima nya berubah sangat jelek, mereka tidak menyangka kalau pria ini berani untuk memprovokasi mereka setelah melihat mereka berlima muncul bersama.
"Tuan maaf kami tidak sopan" ucap pemimpin dari kelimanya.
Langsung dengan cepat kelima nya menyerang secara bersamaan, dan gerakan kelimanya bisa di bilang begitu teratur dan juga rapi.
Bahkan Bai kecil sedikit kagum dengan kerja sama mereka berlima, tentu dia hanya menghindar dan tidak melawan Meraka.
Dia ingin melihat sejauh mana kekuatan orang-orang ini, dan juga dia ingin mencapai batasnya saat ini karena selama ini dia sangat jarang bertarung bebas seperti ini.
BOOMM....
Swishh....
Kelima mundur bersama tapi ada sedikit darah di mulut mereka, jelas kalau mereka terkena oleh serangan Bai kecil.
"Gunakan teknik pedang kegelapan" ucap tetua pertama itu dengan wajah serius.
"Iya!" jawab mereka serentak.
Lalu kelima nya membentuk segel di tangan, perlahan aura mereka menyatu dan membentuk sebuah pedang hitam yang sangat kuat.
Melihat pedang hitam itu wajah Bai kecil tersenyum, dia puas dengan serangan yang akan datang padanya ini.
"Ayo! tunjukan padaku kekuatan kalian" ucap Bai kecil dengan bahagia.
"Pedang Kegelapan hancurkan!" ucap mereka berlima serentak.
Pedang hitam besar langsung mencoba menebas Bai kecil dengan cepat, tapi Bai kecil tidak menghindar dia maju dan mengepalkan tangannya dengan cepat.
"Pukulan harimau runtuhkan!" ucap Bai kecil dengan bahagia.
BOOMM...
pukulan Bai kecil dan pedang beradu secara bersamaan, lalu keduanya seperti seimbang saat mencoba saling menghancukan.
Wajah kelima nya kaget melihat itu, seberapa kuat fisik pria ini? dapat dengan mudah menangkis serangan mereka yang dapat menghancurkan dewa penguasa tingkat tinggi.
Tapi sekarang mereka melihat pedang itu seperti sedang di tahan oleh Bai kecil dengan satu tangannya kenapa mereka tidak kaget?.
"Hancur untukku!" teriak Bai kecil dengan serius.
__ADS_1
Crackk...
Crackkk...
"Tidak! mundur" ucap tetua pertama kepada yang lain.
BOOMM...
Pedang patah berkeping-keping dan Bai kecil berhasil maju segera muncul di depan kelimanya yang tadi telah berbalik.
"Kemana kalian pergi?" ucpa Bai kecil dengan senyum manis di mulutnya.
Kelima nya menggetarkan gigi melihat' sikap sombonga Bai kecil, tapi mereka tahu kalau mereka bergerak mungkin mereka akan mati karena ketakutan.
"Kami tidak takut padamu!" ucap tetua pertama.
"Hoo?? tidak takut? ayo tunjukan lagi kekuatan kalian?" ucap Bai kecil dengan senyum.
Kelimanya diam dan tak dapat menjawab karena mereka tahu kalau meskipun mereka bergabung tentu bukan lah lawan dari Bai kecil.
"Anak baik, begitulah diam saja disini" ucap Bai kecil santai.
"Apakah kamu akan menggoda mereka terus?" ucap suara dari sosok yang tiba-tiba muncul di belakang Bai kecil.
Melihat sosok itu wajah semua pasukan tersenyum bahagia seperti mereka melihat penyelamat mereka sendiri, dan beberapa dari mereka juga terlihat berlutut ke arah pria itu.
"Salam dewa kegelapan" ucap mereka bersama dengan serentak berlutut.
"Ho? apakah ada masalah? ingin bertarung?" ucap Bai kecil dengan senyum.
"Baiklah mari gunakan satu teknik kita" ucap Dewa kegelapan dengan senyum.
"Hoo.... ayo!" ucap Bai kecil.
"Kalian berlima mundurlah" ucap dewa kegelapan dengan tenang.
"Baik dewa" ucap mereka berlima serentak, kelimanya langsung mundur jauh dan melihat ke tempat mereka tadi berada.
Dua sosok berdiri bersama dan Aura mereka juga saling bertabrakan secara bersamaan yang membuat kelima nya kagum dengan Persia yang muncul itu.
"Ayo!' ucap Bai kecil.
"Tentu!" balas Dewa kegelapan dengan senyum, dia menggerakkan tangan nya lalu naga kegelapan muncul di langit.
ROAARRR....
BOOMM....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1