
"Apa kau bercanda denganku?" tanya Lin Tian lagi dengan serius.
Dua batu asing itu mengatakan kalau belum ada makhluk hidup yang pernah keluar dari neraka sampai sekarang, kecuali mereka mendapatkan izin dari dewa neraka atau ada token dari dewa neraka.
Tapi binatang kecil ini mengatakan kalau ada pintu keluar dari neraka ini di tempat dia tinggal, dan dengan hanya memikirkan kemana kita ingin keluar maka kita akan muncul dimanapun itu selama masih ada di alam bawah.
"Tuan, kalau yang aku katakan tadi benar! memang tidak ada yang bisa keluar kecuali mereka ada izin dari dewa neraka atau token neraka maka mereka barulah bisa menggunakan pintu itu" jawab Roh leluhur berusaha menjelaskan hal itu kepada Lin Tian.
"Sial! kenapa penjaga dan Roh alam bawah ini sangat bodoh" ucap Lin Tian kesal dalam hatinya.
Sekarang dia tidak punya pilihan lain kecuali turun lagi ke neraka tempat tinggalnya roh bodoh itu, setelah beberapa saat turun dari langit Lin Tian akhirnya sampai di tempat tinggal roh tersebut.
"Jika kau bercanda lagi aku akan membuatmu menjadi abuh!" ucap Lin Tian.
"Kenapa aku harus bercanda? padahal aku sudah mengatakan semuanya dengan jujur, dan juga aku ini roh api mana mungkin bisa jadi abu lagi" keluh roh pelindung itu dengan wajah agak sedih.
"Hm!" Lin Tian melihatnya dengan tatapan kejam, seketika itu roh tersebut diam dan tidak lagi berbicara karena dia sadar diri jika berbicara salah lagi maka kelarlah hidupnya yang kecil itu.
Lin Tian terus maju ke depan pintu tersebut dan dia dengan santai mendorong pintu besar yang ada di dalam goa tersebut. Benar saja setelah di buka pintu tersebut mirip dengan portal ruang yang biasa Lin Tian gunakan.
"Aku akan mencoba pindah ke jembatan saja, karena aku belum tahu dimana posisi jelas dari istana pengadilan" ucap Lin Tian.
Dia masuk ke dalam pintu itu dan langsung menghilang bersamaan dengan roh pelindung yang mengikutinya dari belakang. "Tuan tunggu aku!" ucap roh tersebut mengejar Lin Tian terburu-buru.
Swishh.
"Eh?" Lin Tian memang di pindahkan tapi entah kenapa dia merasa kalau dirinya sedang di duduki oleh sesuatu yang besar, dia merasa sedikit sakit di perutnya dan saat dia mencoba menoleh ke atas dia melihat sosok patung batu benar-benar sedang menduduki dirinya.
"Oi! bisakah kamu berdiri dulu?" tanya Lin Tian yang wajahnya agak kesal, bagaimana bisa dia di pindahkan dalam keadaan seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Eh? ada orang?" ucap patung itu melihat ke bawah dimana dia duduk, lalu saat dia berdiri benar saja ada Lin Tian di bawah yang terlihat sedikit sengsara dari sejak dia turun ke alam bawah.
"Tuan!!!" teriak roh pelindung, saat Lin Tian telah bangun roh itu langsung secara tiba-tiba melemparkan dirinya ke wajah Lin Tian dengan cukup keras.
"Aduh! sialan, bisa tidak bersikap lebih baik?" Lin Tian benar-benar emosi melihat kelakuan dari roh ini, jika bisa dia pasti akan meminta Api dewa naga menelannya agar roh ini tidak membuat masalah lagi dengan dia.
"Maaf tuan" ucap Roh itu agak malu.
"Salam kaisar" ucap Kepala suku batu suci yang berlutut di depan Lin Tian, saat dia melihat kalau roh pelindung bersama Lin Tian dari situ dia langsung tahu kalau Lin Tian adalah kaisar langit yang baru karena itulah dia langsung berlutut menghadap ke Lin Tian.
"Kamu?"
"Aku kepala suku batu suci, kaisar" ucap Kepala suku itu dengan hormat.
"Oh! apakah kamu sudah menyelidiki istana pengadilan sesuai dengan perintah yang aku berikan kepada dua patung penjaga sebelumnya?" tanya Lin Tian.
Melihat sikap kepala suku yang terlihat tegas dan juga agak cerdas ini membuat Lin Tian sedikit menghela nafas bahagia, ternyata tidak semua suku batu suci itu bodoh, masih ada yang pintar seperti kepala suku ini disana.
......................
"Apa yang terjadi?" tanya Jenderal Nan Mo yang sedang berkumpul di aula ibukota alam bawah.
Mereka sehari sebelumnya di minta datang ke istana, di katakan kalau dewa angin memiliki hal penting yang ingin di bicarakan dengan mereka semua padahal beberapa dari orang tua itu sedang pusing satu lingkaran karena gagal menemukan siapa yang mencuri barang-barang pribadi mereka.
Bahkan beberapa kali mereka menyiapkan perangkap untuk pencuri itu, hasilnya semua tetap gagal karena itulah beberapa dari tetua dan jenderal tua tidak pernah mau mengalihkan mata atau keluar dari tempat tinggal mereka meski hanya sesaat.
Hanya karena dewa angin mengatakan kalau ada hal penting yang harus dia sampaikan sekarang makanya mereka semua petinggi dari beberapa alam itu datang kesini.
"Aku mendapatkan berita dari alam langit" ucap dewa angin dengan serius.
__ADS_1
"Ho? apa kabar baik atau kabar buruk?" tanya Jenderal tua keluarga Bei dengan tenang kepada Dewa angin.
"Bisa di bilang keduanya, tapi mungkin bisa di katakan tidak ada kabar baiknya" jawab dewa angin menghela nafas.
Setelah Lin Tian pergi, dia senang hati melakukan tugasnya dengan sangat baik apalagi dia tidak pernah menganggur sejak Lin Tian pergi ke jembatan takdir.
Tapi saat dia merasa santai dan berfikir kalau dia hanya perlu menunggu Lin Tian kembali untik kembali ke alam langit, berita yang baik dan buruk pun diterima olehnya satu dari sisi jenderal Zao yang mengirim ke batu yang di berikan Lin Tian kepadanya.
Dan satu lagi dari dewa kegelapan yang memberikan pesan sama dengan jenderal Zao yang membuat dewa angin benar-benar bingung serta panik dengan kedua berita itu.
"Kalau begitu apa kabar buruknya?" tanya Jenderal muda Keluarga Zao.
"Terjadi peperangan di negeri langit" ucap Dewa angin yang langsung mengubah wajah semua orang yang hadir disana.
Wajah Mu Jing'er juga kaget, siapa yang berani memulai perang dengan negeri langit? apalagi di negeri langit masih memiliki tiga jenderal langit menjaga negeri langit dan kekuatan mereka bukanlah hal yang bisa di lawan dengan mudah.
"Siapa itu? apa mereka tidak takut kaisar langit marah?" ucap Jenderal Nan Mo berdiri dengan marah, bukan hanya dia saja tapi semua jenderal tua yang sudah mengakui Lin Tian sebagai kaisar langit pun sangat marah mendengar pemberontakan tersebut.
"Itu dewa laut darah!" jawab Dewa angin dengan wajah yang penuh amarah juga.
"Apa?" Ketidakpercayaan muncul di wajah masing-masing dari mereka semua setelah mengetahui siapa yang berani berperang dengan negeri langit.
"Bagaimana bisa orang itu? apakah dia benar-benar sudah tidak tahan lagi untuk menjadi kaisar langit yang baru?" ucap Jenderal muda keluarga Bei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1