Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
286. Perubahan Yang tercepat


__ADS_3

"Apa aku mengatakan sesuatu seperti itu tadi ibu?" tanya Lin Tian agak kebingungan.


"Tadi ka.."


"Suami! saudari Ling sudah bangun" ucap suara Sheng Chu'er dari jauh melambai ke arah Lin Tian dengan Ling Xu'er disisinya.


"Suami?" Lin Dong dan Ying Huanhuan menatap Lin Tian dengan mata penuh makna.


"Ehem! itu, ini...! Ibu kamu mempunyai dua menantu lagi yang ada di alam langit. Satunya wanita itu dan yang lainnya berada di alam langit bersama Xuanyin" jelas Lin Tian dengan terbata-bata.


"Kamu....!"


"Aduh! ibu sakit, sakit!" telinga Lin Tian. di tarik keras oleh Ying Huanhuan yang kesal dengan kelakuan anaknya itu.


"Kenapa kamu malah mempunyai istri lain lagi? apa dua masih kurang? sehingga ku menambah lagi?" tanya Ying Huanhuan yang sekarang sudah menjelma menjadi seorang ibu.


"I..ibu ampun! aku salah" ucap Lin Tian tidak bisa apa-apa di tangan Ying Huanhuan.


"Kenapa kamu seperti ini? ayahmu saja tidak pernah mau melakukan hal seperti itu tapi kamu ... Aiyah..!". Ying Huanhuan terlihat mengeluh dengan sikap anaknya yang agak tidak terkendali itu.


"Itu bukannya karena aku tidak mau tapi kamunya yang akan memukul wanita lain yang berani mendekati, jadi bagaimana ada yang mau mendekatiku jika ada wanita sepertimu?" ucap Lin Dong dengan suara kecil.


"Kamu mengatakan sesuatu tadi?" tanya Ying Huanhuan menatap Lin dong.


"Ehem! tidak..tidak.. Anakku! kamu harus menjelaskan semuanya kepada ibumu ini, ayah tidak dapat membantumu" ucap Lin dong mencoba menghindari Ying Huanhuan agar dia tidak memahi dirinya.


"Ayah kamu!" Lin Dong tidak percaya kalau ayahnya bahkan memalingkan wajahnya dari dia dan malah berbalik mendukung ibunya.


Swishh...

__ADS_1


"Suami?" Sheng Chu'er dan Ling Xu'er muncul di depan Lin Dong dan juga Ying Huanhuan setelah itu Ling Qingzhu juga muncul setelah mereka.


"Itu adalah ibu dan ibu Ling suami, dan ini adalah ayah mertua" ucap Ling Xu'er memperkanalkan Ying Huanhuan, Ling Qingzhu dan juga Lin Dong kepada Sheng Chu'er.


"Eh? salam ibu mertua salam ayah mertua" ucap Sheng Chu'er dengan hormat.


Melihat keanggunan dan kelembutan Sheng Chu'er membuat Ying Huanhuan yang tadinya marah kepada Lin Tian malah berbalik dan dengan lembut tersenyum kepada Sheng Chu'er.


"Eh? namamu keluargamu Sheng? apakah kamu dari keluarga ibuku?" tanya Ying Huanhuan dengan lembut.


"Em! aku anak dari tetua agung alam kehidupan ibu mertua" jawab Sheng Chu'er dengan suara lembut dan polos.


"Ah! jangan pakai mertua, panggil ibu saja! iyakan saudari Qingzhu" ucap Ying Huanhuan sembari melihat ke arah Ling Qingzhu.


"Em! benar itu. Panggil kami dengan sebutan ibu Ling atau ibu Ying saja, karena itu lebih enak di dengar" tambah Ling Qingzhu yang setuju dengan ucapan Ying Huanhuan.


Akhirnya ke empat wanita itu menjadi lebih akrab bahkan sangat akrab sampai-sampai membuat Lin Dong dan Lin Tian tercegang hingga rahang mereka hampir jatuh.


"Jangan tanya ayah! kamu harus tahu kalau wanita itu sangat sulit untuk di tebak. Bahkan ayahmu yang telah bersama dengan dua ibumu selama ini pun masih bingung kadang dengan sikap mereka" jawab Lin Dong yang juga hrnar-benar tidak mengerti dan salut dengan sikap seorang wanita.


"Sepertinya perang sudah berhenti" ucap Lin Dong memandang ke tempat pertempuran yang sekarang sudah selesai .


Lin Tian juga mengangguk melihat ke arah yang sama dengan Lin Dong. Tapi dia sedikit menghela nafas setelah semua dia dapat merasakan kalau korban dari dunia dewa tidaklah sedikit.


"Kalian berdua disini saja, aku akan membawa menantuku kecilku kembali ke rumah dulu" ucap Ying Huanhuan kepada dua pria yang sekarang terlihat bodoh menatap para wanita itu.


"Haa...! nak, lain kali kamu harus ajak ayahmu untum bersenang-senang" ucap Lin Dong.


"Sebaiknya ayah jika benar ingin bersenang-senang.. Maka, ikutlah bersama para berandalan" jawab Lin Tian sambil tersenyum kecut kepada ayahnya.

__ADS_1


"Ais, mereka adalah berandalan lokal tidak berandalan sejati. Ayah tidak ingin terlihat dengan mereka".


Lin Dong tentu tahu siapa berandalan yang di maksud Lin Tian. Tapi dia hanya tahu empat berandalan dan tidak tahu kalau sekarang di alam langit berandalan itu sudah menambah anggota. Apalagi di antara anggotanya ada juga adik Lin Dong sendiri disana sebagai pemimpin generasi tua berandalan.


Swish...


Dua sosok muncul di depan keduanya, tentu itu adalah kaisar Chu dan kaisar Yang. mereka senang melihat Lin Tian telah kembali dengan selamat dan juga meminta Maaf atas kesalahan mereka dulu yang meragukan tindakannya saat itu.


Lin Tian tidak peduli masalah itu dan mencoba meyakinkan mereka untuk tidak memikirkan hal itu lagi. Dan setelah tak berselang lama semakin banyak para pemimpin, kepala keluarga dan berbagai raja yang juga datang mendekati Lin Tian meminta maaf atas kelancangan mereka dulu terhadapnya.


Sekali lagi Lin Tian mencoba membujuk mereka agar tidak memperdulikan masalah itu. Untung ayahnya membantu dia membawa mereka kembali ke ibukota sekte seni beladiri dan memerintahkan beberapa pasukan untuk membersihkan emdan perang.


Di jalan Lin Tian bertemu dengan pamannya Bing Yang juga sangat bahagia bisa melihat Lin Tian. Begitu juga Lin Tian yang sama senang bisa bertemu pamannya lagi. Dan dia juga menanyakan keadaan ibu serta ayah angkanya kepada Bing Yang.


Setelah Lin Tian mendengar kalau ibunya depresi dan jarang keluar hati Lin Tian menjadi sakit. Dia berjanji setelah ini akan pergi ke sekte langit untuk bertemu dan meminta maaf kepada ibunya karena telah membuat dia khawatir selama ini.


Sedangkan untuk ayahnya sekarang membantu di sisi lain dalam Pertempuran tapi semua pertempurannya telah berakhir jadi dia pasti akan bertemu dengan ayahnya lagi di sekte seni beladiri nanti.


Benar saja, setelah sampai di sekte seni beladiri dimana semua pemimpin berkumpul, dia bertemu dengan ayahnya Lin Hao yang langsung memelukmya dengan erat sambil menangis.


"Senang kamu baik-baik saja" ucap Lin Hao terus menerus kepada Lin Tian.


"Ayah, aku baik-baik saja. Tidak sepertimu, lihatlah! betapa kurusnya kamu" ucap Lin Tian melihat badan ayahnya sedikit leboh kurus dibandingkam dulu.


"Hahaha, benar yang dikatakan An'er saudara Hao! kamu harus lebih banyak makan agar berat badanmu tidak terlalu turun" ucap Lin Dong kepada Lin Hao yang juga saat Lin Tian menghilang memiliki fikiran sama sebagai seorang ayah.


Mendengar ucapan Lin Tian membuat Lin Hao tersenyum dan dia juga berjanji untuk menjaga kesehatannya mulai sekarang dihadapan Lin Tian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2