
Mereka semua terlihat berdiri dari tempat duduk mereka sambil mengucapkan kalimat itu dan juga berlutut ke arah Lin Tian dengan sangat tulus.
Melihat para petinggi itu berlutut kepada dirinya, Lin Tian merasa kalau mereka ini terlalu bersemangat hanya karena kalimatnya tadi bukan? bahkan Lin Tian awalnya hanya menjawab dengan santai dan jujur saja sesuai apa yang ada di dalam fikirannya.
"Ayah mertua, jika kamu terus berlutut mungkin aku tidak akan mendapatkan jatah malam ini jika Lan Jingyi sampai tahu kamu seperti ini" ucap Lin Tian sambil terlihat tidak berdaya.
Mendengar perkataan Lin Tian wajah kepala keluarga Lan tersenyum, lalu di ikuti oleh tawa semua orang yang berlutut tadi, mereka terlihat berdiri dan duduk kembali ke tempat mereka.
"Hahaha, kaisar jika kepala keluarga Lan berani mengadu kepada putrinya maka tenang saja kami akan mengikatnya dan menggantungnya di gerbang istana kita" ucap salah satu menteri disana dengan bahagia.
"Sial! menteri Ju apakah kamu ingin membuatku malu?" teriak kepala keluarga Lan dengan agak marah, tapi wajahnya masih terlihat tersenyum.
"Tenang saja, aku akan membantumu untuk menutupi wajahmu dengan topeng nanti setelah kami gantung! dan pasti tidak akan ada yang tahu, haha." tambah kepala keluarga Yan tertawa dengan bebas memandang kepala keluarga Lan.
Melihat semua orang tertawa Lin Tian ikut tersenyum, dia bukanlah orang yang gila akan hormat dari bawahannya bagi dia selama semua bawahannya bahagia dan juga selalu bersatu itu sudah cukup.
Bagi Lin Tian semua orang memiliki status yang sama baik dia adalah dewa penguasa sekalipun jika dia sudah berada di tempatnya maka statusnya sama dengan yang lain.
Jika ada yang berbuat salah dan terbukti melakukan kesalahan Lin Tian tentu tetap akan menghukum mereka dengan tegas tanpa pandang bulu maupun pilih kasih.
"Baiklah! kalian bisa terus mengobrol disini karena aku harus menemui istri-istri ku yang cantik" ucap Lin Tian berdiri dan bersiap untuk keluar dari sana.
"Yo! aku yakin di antara tiga permaisuri sekarang, hanya Permaisuri Sheng yang akan bisa anda tangkap dengan mudah kaisar" ucap kepala keluarga Ju sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hais, kalian tidak tahu kalau kedua wanita itu selalu saja bisa kabur dariku, dan menggunakan Chu'er sebagai kambing hitamnya tapi kali ini mereka berdua tidak akan bisa lari" ucap Lin Tian tegas.
Selama ini baik Lan Jingyi dan juga Mu Xuanyin beberapa kali telah berhasil lari dan meninggalkan Sheng Chu'er sendirian, di antara empat wanitanya kemungkinan wanita paling lembut dan memiliki sifat lemah adalah Sheng Chu'er.
Tapi itu hanya kepada Lin Tian dan juga keluarganya, jika itu orang lain Lin Tian tahu kalau Sheng Chu'er akan menjadi wanita dingin dan akan menebas mereka yang mengganggunya dengan pedangnya sendiri.
Setelah itu Lin Tian pergi meninggalkan aula dengan wajah sambil tersenyum besiap untuk menangkap dua wanitanya yang nakal tersebut, sedangkan di dalam ruang kerja dua wanita tersebut terlihat mereka sedang membaca beberapa laporan keuangan istana.
"Hei, kenapa tiba-tiba tubuhku terasa dingin?" ucap Lan jingyi.
"Kamu juga saudari? aku merasa tubuhku juga merasakan hal yang sama dengan mu." ucap Mu Xuanyin yang juga terlihat merasakan hal yang sama.
Keduanya lalu saling pandang dan tiba-tiba seperti sedang menyadari sesuatu, mereka buru-buru membereskan semua barang mereka yang ada disana dan menghilang dari istana tersebut tanpa ada yang mengetahui kemana mereka pergi.
Saat Lin Tian datang ke tempat kerja kedua wanita, Lin Tian tidak dapat menemukan mereka lalu dia mencari ke berbagai tempat di istana dimana keduanya sering bertemu tapi hasilnya tentu saja tetap tidak menemukan mereka.
"Dia sepertinya sedang berlatih di puncak belakang istana kaisar" jawab pelayan itu dengan hormat.
"Lalu apa kamu melihat permaisuri Mu dan Lan?" tanya Lin Tian lagi dengan nada agak kesal.
Pelayan itu menggelengkan kepalanya kalau dia memang tidak tahu dimana kedua permaisuri itu pergi, biasanya setau dia permaisuri Mu dan Lan selalu bersama dalam mengurus urusan istana bahkan kadang mereka juga akan berlatih bersama setiap harinya.
Tapi dia benar-benar tidak tahu kemana dan dimana kedua permaisuri itu pergi setelah semua dia juga kurang tahu kalau masalah itu, Lin Tian menghela nafas lalu dia pergi mencari Sheng Chu'er ingin melihat apa yang di lakukan istri kecilnya itu di puncak belakang istana.
__ADS_1
Saat dia sudah disana, dia tidak buru-buru turun dan hanya memandang Sheng Chu'er dengan tenang di langit sambil menyembunyikan nafas dan auranya agar tidak ketauan.
"Apa yang harus aku lakukan? aku benar-benar yang terlemah sekarang dari dua saudari lainnya, Kakak Mu sudah meningkat pesat sejak dia datang ke alam langit bahkan sekarang dia telah berhasil menyusul ku, tapi aku.." Sheng Chu'er duduk di puncak itu sambil mengangkat lututnya dan terlihat sedih memikirkan kekuatannya yang paling lemah dalam keluarganya.
Semenjak dia kehilangan mata takdir kekuatannya benar-benar menurun dari sebelumnya, walaupun dia sekarang bisa melihat lagi tapi tetap saja dalam hal bertarung dia masih jauh dari Mu Xuanyin dan Lan jingyi.
Karena itu dia selalu pergi ke belakang puncak sambil berlatih sendirian, kadang dia akan meminta nasehat kepada Mu Jing'er, Lin Xin, Ming Bi'er atau Bai Yu jika punya masalah dalam hal kultivasi.
Tapi tetap saja setelah berlatih sendirian dia masih tetap merasa tidak sebanding dengan dua saudarinya yang lain, bahkan dia merasa hal apa yang pantas membuat dia bisa bersama Lin Tian.
Dia telah melihat Lin Tian yang juga meningkat selama beberapa waktu ini, hal itu juga membuat dia benar-benar sedikit tertekan.
Lin Tian yang melihat Kesedihan Sheng Chu'er itu hanya dapat menghela nafas, dia tahu kalau istri kecilnya ini memang terlemah dari Dua istrinya yang lain mungkin jika Ling Xu'er disini, maka Sheng Chu'er masih tetap yang terlemah.
Tapi Lin Tian tidak pernah menuntut kalau istrinya harus kuat juga, karena itu lah saat dia memandang Sheng Chu'er yang sedih itu Lin Tian merasa bersalah kepadanya.
Dia juga tahu kalau istri-istrinya ini ingin bisa membantunya, seperti Mu Xuanyin dan Lan jingyi yang membantunya mengurusi urusan istana sekarang.
"Andai aku bisa menggunakan mata takdir lagi, maka mungkin aku bisa membantu suami sedikit" ucap Sheng Chu'er tak sadar air matanya pun jatuh ke wajahnya yang cantik.
"Hei.. apa yang membuat istri kecilku sedih begini?" ucap Lin Tian dengan nada agak bersalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...