Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
46. Bing Zhao Keluar


__ADS_3

BOOMM....


"Tua Bangka sudah saatnya menghitung utang kita" ucap sosok yang dengan cepat muncul di depan dewa tombak.


Melihat sosok yang keluar itu dewa tombak cukup kaget, jika dia tidak menghindar mungkin dia akan terlempar dari tempat duduknya itu.


Sedangkan istrinya hanya tersenyum manis melihat pria yang muncul itu tanpa sedikitpun bergerak dari tempat dia berdiri sebelumnya.


"Selamat datang anakku" ucap istri dewa tombak itu atau Zu Ho'er yang tersenyum.


"Oh ibu, aku kembali! tunggu sebentar ibu aku harus menendang pantat tua Bangka ini dulu" ucap pria itu.


Yang mana dia adalah Bing Zhao yang baru saja keluar dari pagoda tombak dengan pakaian masih compang-camping seperti orang tak pernah di rawat dengan rambut acak-acakan.


"Hahaha.. nak! apa kamu fikir keluar dari pagoda itu dengan beberapa tahun bisa membuat mu menang melawanku?" ucap dewa tombak dengan santai sambil tertawa bebas.


Melihat itu Bing Zhao hanya mendengus dingin, tua Bangka ini berani membuat dia masuk tanpa persetujuan nya begitu saja yang membuat dia agak kesal.


"Cih! aku tidak perlu menang aku hanya perlu menendang pantat mu saja" ucap Bing Zhao dengan santai.


"Hahaha.. apakah kamu yakin bisa? ayo kesini perlihatkan padaku kekuatanmu" ucap dewa tombak.


"Cih! sesuai keinginanmu" ucap Bing Zhao.


BOOMM...


kekuatan Bing Zhao pun keluar dan dia ternyata sudah mencapai alam dewa penguasa tingkat menengah tahap rendah sungguh kekuatan yang luar biasa.


"Hahaha... mencapai alam itu di dalam hanya waktu beberapa tahun di luar sungguh anakku memang hebat" ucap Dewa tombak.


"Aku tidak bisa di anggap hebat, cuman Adik kecilku yang bisa di bilang hebat" ucap Bing Zhao tersenyum memikirkan Lin Tian


"Oiya? aku benar-benar sangat ingin bertemu dengan pria kecil itu" ucap dewa tombak.


"Akan ada waktunya!" ucap Bing Zhao langsung menyerang ke arah dewa tombak secara langsung.


BOOMM...


BOOMM....


Di atas langit istana alam tombak Bing Zhao dan dewa tombak beradu kekuatan tubuh, bahkan hal itu di lihat oleh banyak orang membuat mereka kagum dengan Bing Zhao yang bertempur dengan dewa tombak itu.


BOOMM..


"Fisik mu memang kuat nak! ayo lagi" ucap dewa tombak.


"Ayo!" ucap Bing Zhao yang juga ingin menendang pantat dewa tombak itu.


BOOMM..

__ADS_1


BOOMM..


Di suatu tempat dimana letak gerbang penghubung untuk masuk ke alam lain, ada dua sosok yang keluar dari portal itu.


"Salam putri bintang, salam dewa bintang" ucap para penjaga itu penuh dengan hormat memandang dua orang yang keluar dari portal.


"Iya..!" saat dewa bintang akan berbicara gempa besar terjadi disana membuat dia kaget dan langsung memandang ke arah pusat gempa tersebut.


BOOMM...


"Sepertinya dua orang ini tidak bisa akur" ucap dewa bintang melihat pertempuran di langit.


Xing Xing'er yang melihat pertempuran di langit itu bergetar karena gembira, karena dia bisa melihat kalau orang yang sedang bertarung itu adalah dewa tombak dan Bing Zhao.


"Ayah dia keluar dan kekuatannya..?" wajah Xing Xing'er kaget seketika merasakan kekuatan yang di miliki oleh Bing Zhao.


"Hohoho.... seperti yang di harapkan untuk anak saudaraku" ucap dewa bintang merasakan kekuatan Bing Zhao itu.


Hanya dalam beberapa tahun pemuda ini bisa mencapai tingkat seperti itu betapa luar biasanya itu? dan menurutnya Bing Zhao memang pantas untuk anaknya ini.


BOOMM...


"Siap! tua Bangka apa kamu fikir kamu kuat?" ucap Bing Zhao dengan kesal terus memukul dewa tombak.


"Hahaha... tentu saja aku kuat, mulia dan dewa yang tampan aku adalah dewa tombak" balas dewa tombak.


BOOMM..


Mendengar itu dewa tombak langsung berhenti di tempatnya seketika, dia bisa merasakan hawa dingin dari belakang tubuhnya yang membuat dia merinding.


"Itu.. sayang anak ini hanya berbohong mana mungkin aku dewa tombak melakukan hal itu?" ucap Dewa tombak berbalik mencoba mencari alasan kepada istrinya.


"Bah! kena kau!" ucap Bing Zhao yang tiba-tiba muncul di belakang dewa tombak.


"Tendangan pantat tua Bangka!" ucap Bing Zhao.


Baaammm..


"Ah!" dewa tombak langsung menjerit dan terbang seperti meriam ke bawah tanah dengan sangat kuat.


BOOOMMMMM...


"Hu! rasakan itu! akhirnya aku lega sekali" ucap Bing Zhao sambil tersenyum sambil menepuk-nepuk tangannya.


Dewa bintang dan Xing Xing'er melihat hal itu hampir jatuh tak percaya saat melihat dewa tombak benar-benar di tendang oleh Bing Zhao.


"Ais.. anak ini benar-benar pintar" ucap Istrinya dewa tombak sambil tersenyum.


Bing Zhao turun dari langit lalu datang ke depan ibu nya dulu sambil tersenyum manis, dia lalu berlutut ke arah ibunya itu.

__ADS_1


"Salam ibu, maafkan anak yang tidak berbakti ini" ucap Bing Zhao.


"Em! tidak masalah kamu anak baik akhirnya kembali" ucap ibu Bing Zhao masa lalu, bahagia melihat anak nya yang telah lama pergi itu.


BOOMM...


"Anak sialan! kenapa kau hanya hormat pada ibu mu dan kepada ku kamu malah menendang pantat ku!" ucap dewa tombak penuh kekesalan.


"Tua Bangka! kau yang duluan mencari masalah, baru saja aku datang kesini kau melemparkan aku ke dalam pagoda itu" ucap Bing Zhao dengan marah.


"Ha! kau cari masalah lagi?" ucap dewa tombak


"ha! ayo siapa takut tua Bangka!" ucap Bing Zhao dengan marah.


"sudah cukup! kalian tidak bisa tenang, kita punya tamu" ucap istri dewa tombak dengan kesal menarik telinga keduanya.


"Aduh...! ibu baik..baik jangan telingaku" ucap Bing Zhao.


"Sayang lepaskan telingaku, telinga dia saja yang di tarik" ucap dewa tombak.


"Ha! tua Bangka!"


"Ha! bocah sialan!'


"Sepertinya sangat meriah disini" ucap dewa bintang muncul di depan ketiganya sambil tersenyum.


Bing Zhao melihat wanita di belakang dewa bintang tersenyum lembut dan tidak lagi mempedulikan dewa tombak lagi.


"Apa kabar Xing'er?" ucap Bing Zhao.


"Em! aku baik-baik saja, kamu saudara Bing" ucap Xing Xing'er agak malu melihat Bing Zhao yang masih berantakan.


Melihat itu Bing Zhao langsung tahu kalau dirinya sedang kacau karena baru keluar dari pagoda tombak jadi dia menggaruk kepalanya.


"Kami kembali dulu ganti pakaianmu" ucap istri dewa tombak.


"Baiklah ibu" ucap Bing Zhao bersiap pergi dari sana.


"Xing Xing'er kamu bisa ikut dengan Bing Zhao" ucap Dewa bintang.


"Baik ayah" ucap Xing Xing'er.


Akhirnya kedua orang itu pun pergi bersama ke tempat tinggal Bing Zhao dulu, tentu dia masih ingat dimana dia pernah tinggal dulu.


Setelah keduanya pergi wajah dewa bintang menjadi serius menatap dewa tombak, melihat keseriusan dewa bintang dewa tombak menjadi aneh.


"Ada apa saudaraku?" ucap dewa tombak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2