
Melihat istrinya tersebut Lin Fang tersenyum dan turun dari kursi Dimana dia duduk dengan wajah santai.
"Tidak ada hanya beberapa semut Berani membuat masalah dengan keponakan kecil ku" ucap Lin Fang dengan senyum tapi itu bukan senyum yang biasa dia lakukan.
Mendengar itu istrinya juga mengangguk mengerti, dia hanya mengatakan agar memukul mereka dengan keras jika mereka berani mempermalukan keponakan kecil mereka tersebut.
Lin Fang tentu dengan anggukan kuat mendengarkan perkataan istrinya itu, jangan lihat kalau istrinya berasal dari keluarga di alam elemen.
Tapi yang sebenarnya adalah istrinya pun di anggap adik oleh kakaknya sendiri, bahkan bisa di bilang jika ada orang yang bukan sedarah yang menyayangi kakaknya maka istrinya lah yang paling terdepan.
Tentu itu adalah kasih sayang seorang adik, karena dulu Lin Dong sangat senang dengan Istrinya itu dan karena itulah jika istrinya mengeluh kepada Lin Dong tentang dia maka Lin Dong tidak segan memburunya untuk memberi hukuman.
Jadi bisa di bilang kalau hubungan antara dia dan istrinya pun Lin Dong lah yang membantu mereka bisa menikah seperti sekarang.
"Jangan sampai membuat kakak pertama menjadi marah kepada kita karena tidak bisa menjaga keponakan kecil, ingat itu! jika sampai terjadi sesuatu kepada keponakan kecilku, aku pasti tidak akan melepaskan mu!" ucap Istri Lin Fang.
"Tenang saja, siapapun orang yang menyentuh keluarga Lin kita tidak akan berakhir dengan baik" ucap Lin Fang dengan wajah dingin nya.
Di bola matanya tiba-tiba tujuh warna bergerak dengan liar, seperti akan meledak kapan saja dan dimana saja.
"Iya! tidak ada yang boleh menggertak keluarga kita" tambah Istri Lin Fang, dengan enam warna berbeda di bola matanya juga.
......................
Alam es..
"Hm? hei...! sepertinya orang-orang ini membuat masalah lagi" ucap Mu Chen dengan senyum dingin.
"Ada apa?" tanya Yi An.
"Tidak ada, hanya masalah kecil! aku akan pergi untuk sementara waktu, tidak masalahkan?" tanya Mu Chen.
"Pergilah dan cepat kembali" ucap Yi An tanpa bertanya apa masalah yang sedang di hadapi oleh Mu Chen.
"Em! ini hanya masalah kecil! keponakan kecil kita di gertak oleh beberapa penguasa" jelas Mu Chen, dia tahu kalau istrinya bukan lah tipe wanita yang mudah untuk ikut campur dengan urusannya.
Selama itu bukan lah hal yang buruk atau kejahatan menurut istrinya, dia tidak akan pernah melarang ataupun bertanya sedikit pun kepada nya.
__ADS_1
"Hoo..! kalau begitu pergilah dengan cepat, dan pastikan keponakan kecil ku itu baik-baik saja" balas Yi An yang juga terlihat mulai dingin.
Bahkan di sekitar tubuhnya aura dingin sudah menyelimuti dirinya, bahkan meja pun mulai berubah menjad es.
"Tenang saja, keluarga kita tidak mudah di gertak! dan juga ada orang gila Lin Fang yang juga disana" ucap Lin Fang menenangkan istri nya itu.
"Baguslah!" balas Yi An yang kembali tenang dan meja itu kembali seperti semula.
Lalu tanpa menunggu lagi Mu Chen pamit dan langsung pergi dari alam es itu menuju alam kehidupan, tentu dia kali ini harus menunjukan kepada keponakan nya seberapa kuat kekuatan paman nya ini.
"Menggertak keponakan manis ku, apa kalian telah lupa siapa aku?" ucap Mu Chen dengan wajah gelap.
Dia langsung menembus formasi antar alam dengan sangat cepat tanpa melirik para penjaga di sekitarnya.
......................
"Achu..!" Lin Tian tiba-tiba bersin di saat setengah jalan dari lorong tersebut.
"Apa ada orang yang memikirkan ku? tapi kenapa aku merasa kalau ada perasaan yang tidak enak menyelimuti ku? bahkan perasaan ini lebih menakutkan dari saat aku melawan Tuan muda alam angin" fikir Lin Tian dengan kebingungan di matanya.
Saat dia dalam kebingungan sebuah suara langsung menyadarkan dirinya seketika itu, dia langsung mengerutkan kening.
Lalu perlahan cahaya muncul di depan Lin Tian yang membuat mata Lin Tian tidak dapat melihat jelas, tapi tiba-tiba setelah dia membuka matanya dia berada di sebuah ruangan dimana ada beberapa hadiah seperti sebelumnya disana.
Tapi bedanya adalah hadiah disini terlihat lebih berharga dari pada hadiah-hadiah sebelumnya.
Tentu Lin Tian tidak melihat ke hadiah besar disana, dia melihat sebuah buah aneh berwarna putih yang membuat dia tanpa fikir panjang lagi mengambilnya.
"Apa kamu yakin ingin mengambil buah itu!" tanya suara lagi.
"Iya!" jawab Lin Tian tenang.
"Baiklah! kamu bisa naik ke lantai delapan, tapi mungkin itu tidak ada gunanya karena kamu sudah lulus lima ujian ku!" jelas suara tersebut.
Lin Tian menjadi kaget apakah mungkin itu ujian yang bisa membuat dia sampai ke lantai sepuluh? dia agak bersemangat karena memang tujuan nya adalah lantai sepuluh.
"Jangan senang dulu, ada ujian terakhir untuk mu! jika kamu lulus maka kamu akan sampai di lantai sepuluh!" ucap suara tersebut.
__ADS_1
"Jadi apa ujiannya?" tanya Lin Tian.
"Kamu akan tahu nantinya, apa kamu siap?" tanya suara itu kembali.
"Lakukan! aku siap!" balas Lin tian.
Lalu tanpa ada suara lagi sebuah lubang hitam menghisap Lin Tian seketika itu, Lin Tian tersedot ke dalamnya tanpa ada perlawanan sedikitpun terhadap dirinya.
"Maka aku ingin melihat seberapa jauh kamu bisa mencapainya" ucap suara itu setelah Lin Tian menghilang.
Di suatu daerah kecil...
"Sayang! lihat lah, anak kita sedang menendang-nendang perut kita!" ucap suara wanita yang tengah hamil di sebuah rumah kecil.
"Hoho! si kecil kita ternyata sangat aktif Sekarang yah?"
Seorang pria yang terlihat gagah mendekati wanita yang tengah hamil itu dengan mata penuh kasih sayang, mereka adalah suami istri yang hidup sederhana di sebuah perkampungan kecil yang jauh dari kota.
"Iya! aku harap anak kita nanti bisa hidup dengan baik dan juga bahagia" ucap wanita tersebut.
Mereka terlihat bahagia di rumah itu, dan juga mereka sedang menunggu hari dimana anak mereka di lahirkan.
Di dalam perut wanita itu bayi yang mereka kandung terlihat bergerak dan ada suara aneh dari bayi tersebut.
"Ini dimana? tunggu apa ini?" ucap suara yang mana dia adalah Lin Tian.
"Tugas pertama mu adalah merasakan! dan waktu mu hanya sampai anak ini lahir" ucap suara yang terdengar di telinga Lin Tian.
Meskipun dia tidak mengerti kenapa suara itu dapat melakukan ini padanya tapi dia yakin kalau hal ini adalah ilusi tapi apa maksudnya merasakan? dia masih diam sambil berfikir.
Tapi saat suara lain terdengar lagi wajah Lin Tian segera berubah menjadi sangat jelek tentu maksudnya itu adalah rohnya Lin Tian.
"waktu mu hanya satu bulan lagi sebelum anak itu lahir, jika anak itu lahir maka mungkin saja kamu tidak akan bisa kembali lagi" jelas suara tersebut.
"Sial!" ucap Lin Tian dengan kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...