Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
212. Turun ke Bawah jembatan


__ADS_3

Saat setelah Lin Tian melewati beberapa langka dari keduanya, ada suara dari mereka yang membuat Lin Tian langsung berhenti di tempatnya.


"Kaisar, kenapa anda tidak menjadi penguasa alam bawah?" tanya kedua patung itu serentak.


Lin Tian terdiam, bukan kah dewa neraka telah menjadi penguasa penuh alam bawah ini? karena dia penasaran Lin Tian berbalik dan menatap kedua patung itu penuh dengan pertanyaan.


"Mungkin anda tidak tahu, sebelum dewa neraka pergi dari sini dia memisahkan diri dari roh pengatur alam bawah" ucap Patung bermata biru tahu apa yang sedang di fikirkan Lin Tian.


"Apa?" wajah Lin Tian kaget bukan main setelah mendengar ucapan patung itu, dia tidak menyangka kalau dewa neraka telah memisahkan diri dari roh pelindung alam bawah sebelum dia berkhianat ke kaisar langit? bukankah berarti dia benar-benar tidak ingin merusak alam bawah dan karena itulah dia memisahkan diri dengan roh itu?.


Memikirkannya membuat Lin Tian bingun, kenapa lima dewa penguasa berkhianat? kenapa jenderal Dong dengan berani mengatakan kalau kaisar langit yang dulu tidak layak untuk di panggil sebagai kaisar langit. Lalu ada lagi masalah orang misterius yang menjadi dalang penyebab kekacauan di alam langit.


"Jadi kenapa kalian tidak ikut bersama dengan dewa neraka?" tanya Lin Tian.


"Kami telah bersumpah untuk menjadi penjaga di sini, dan juga kami hanya akan bergerak jika kaisar langit sendiri yang memerintahkan kami" jawab patung bermata merah.


Mendengar itu Lin Tian sedikit mengerti, tapi yang tidak dia mengerti jika kaisar langit tahu dia dikhianati kenapa tidak memanggil patug-patung ini? hal ini membuat dia sedikit bingung.


"Aku baru ingat! dulu saat kami menjadi penjaga perbatasan empat gerbang, sebelum kejadian itu dewa neraka membawa seluruh suku kami kesini dan mengatakan kalau suku kami tidak boleh keluar apapun yang terjadi di luar! dan hanya kaisar langit barulah yang boleh memerintahkan kami keluar maka barulah kami boleh keluar" ucap patung bermata biru setelah mengingat beberapa hal saat itu.


"Kalian tahu dimana roh pelindung itu berada?" tanya Lin Tian.


Kedua patung itu langsung menunjuk ke arah bawah jembatan tersebut, saat Lin Tian tahu apa yang mereka tunjuk Lin Tian berkeringat dingin seketika itu. Dia bisa yakin dari awal kalau saat dia jatuh ke bawah kemungkinan dia akan di telan oleh api yang luar biasa panasnya.


"Apa mungkin dia ada di bawah?" tanya Lin Tian gugup.

__ADS_1


Kedua patung itu serentak mengangguk, Lin Tian terlihat langsung ingin pingsan saat itu juga. Dia ingin turun ke bawah? bukankah dia hanya akan mati? saat itulah Lin Tian mulai ragu apakah dia harus mengambil kesempatan ini menjadi penguasa alam bawah atau tidak.


"Kaisar, sebenarnya jika anda turun ke bawah tidak akan ada masalah, hanya setelah anda turun anda akan melihat berbagai bentuk hukuman yang mengerikan di alami oleh berbagai pendosa disana" ucap patung bermata biru.


"Iya kaisar, setahu kami neraka hanya menarik atau menghukum orang mati bukan orang hidup" tambah patung yang lainnya.


"Apa kalian yakin?" tanya Lin Tian lagi.


"Dua puluh persen"


Lin Tian terdiam lagi, hanya dua pulih persen? cukup lama Lin Tian diam disana tanpa sedikitpun bergerak dan dua patung itu juga tidak mengganggu Lin Tian dalam berfikir. Cukup lama sebelum Lin Tian menarik nafas lalu mengeluarkannya dengan tenang.


"Biasalah kalian pergi ke istana pengadilan dan menari tahu apa yang di simpan oleh jenderal Dong disana?" tanya Lin Tian.


"Kami bisa kaisar" jawab keduanya.


Setelah menerima tugas dari Lin Tian keduanya langsung pamit berangkat ke suku mereka untuk mengatakan tugas dari Lin Tian, dan mereka sebelum itu juga meminta bukti Lin Tian sebagai kaisar langit agar kepala suku mereka mau menerima tugas dari Lin Tian.


Setelah keduanya pergi, Lin Tian menatap ke bawah jembatan itu dengan serius. Jika dia salah sedikit maka mungkin dia akan mati disini, tapi dia hanyabbisa bertaruh kalau apa yang di katakan oleh kedua patung itu benar.


"Oh Bai kecil jika aku mati disini maka aku akan mengentayangimu sebagai hantu!" ucap Lin Tia yang terlihat bersiap meloncat ke bawah.


Dia disini tidak bisa terbang, karena peraturan atau hukum yang ada di tempat ini jadi karena itulah sejak dia jalan di jembatan takdir dia hanya bisa menggunakan kakinya. Dan alasan dia mengutuk Bai kecil adalah jika dia tahu ada token yang dapat mengantar dia langsung ke istana pengadilan maka dia tidak akan repot-repot untuk berjalan begitu lama di jembatan takdir itu.


"Satu, dua, tiga, dan loncat!" ucap Lin Tian langsung meloncat ke bawah dengan hati yang agak tidak mau.

__ADS_1


Di jalan dua patung terlihat berjalan bersama sambil terlihat bersemangat, karena sekarang kaisar langit baru sudah muncul maka mereka bisa mendapatkan pekerjaan mereka lagi.


"Eh? Bukankah kita seperti melupakan sesuatu?" tanya patung bermata merah kepada patung bermata biru.


"Hm? melupakan sesuatu? apa itu? setauku tidak ada" jawab patung biru.


Patung merah berusaha memikirkan apa yang dia lupakan tapi karena dia tidak ahli dalam mengingat membuat dia melupakan hal yang dia fikirkan tadi, keduanya pun langsung menuju ke tempat suku mereka berada dengan bahagia.


Saat kepala suku mereka melihat dua patung yang menjaga jembatan takdir kembali dia bersiap untuk memarahi mereka tapi, tahu kalau kedua patung itu datang atas perintah kaisar langit wajah nya menjadi sangat bahagia.


"Jadi begitu! sekarang kaisar dimana?" tanya kepala suku patung raksasa itu.


"Dia turun ke bawah jembatan, tepatnya ke neraka" jawab patung biru.


"Apa? ulangi lagi?" tanya kepala suku patung tersebut tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Dia turun ke neraka kepala suku, ada apa emangnya?" ucap patung merah heran melihat wajah panik kepala sukunya.


"Apa kalian tidak tahu meskipun tidak berbahaya bagi makhluk hidup turun ke neraka tapi mereka tidak akan mudah untuk naik lagi ke atas setelah mereka turun? dan kalian berani mengatakan kepada kaisar kita kalau di bawah itu tidak berbahaya?" teriak kepala suku dengan marah.


Saat itulah keduanya baru sadar apa yang mereka lupakan, mereka lupa memang jika setelah turun maka akan sangat sulit untik naik lagi kecuali jika itu adalah roh yang sedang di hukum disana tapi bagi makhluk hidup itu akan sangat sulit apalagi dengan tidak adanya dewa penguasa alam bawah.


"Kami benar-benar lupa akan hal itu kepala suku" ucap keduanya agak sedih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2