
"Apa maksudmu?" tanya roh leluhur itu dengan serius menatap Bai Wutian.
"Tidak ada, aku uanya ingin tahu saja apakah orang itu benar mati atau tidak" jawab Bai Wutian dengan tenang.
"Tuan telah mati, dan dia tidak akan bisa hidup lagi! setidaknya itulah yang di perlihatkan oleh takdir kepadaku".
Roh leluhur itu mengatakan apa yang menjadi isi dari fikirannya, dia benar-benar percaya kalau dewa takdir telah mati karena saat itu dia melihat sendiri tuannya mati di depan matanya. Tentu Bai Wutian hanya mengangguk melihat kepercayaan diri roh leluhur yang benar-benar berfikir kalau dewa takdir telah mati.
"Lalu, apakah dia juga mati?" tanya Bai Wutian lagi dengan tatapan serius.
"Aku tidak tahu" jawab roh leluhur sambil menghela nafas, dia tentu tahu siapa orang yang di maksud oleh Bai Wutian.
Orang yang di maksud Bai Wutian adalah salah satu orang yang memiliki kekuatan sama seperti mereka, dia bisa menutupi semua takdirnya dengan mudah dan bahkan orang itu dulunya juga adalah penyebab dari bencana yang di alami oleh dunia mereka saat itu.
"Huf.. Semoga saja dia benar-benar telah mati! " ucap Bai Wutian dengan mata penuh kebencian saat mengingat orang itu.
Dia adalah orang yang menghancurkan seluruh dunia di zamannya, bahkan beberapa teman baik maupun saudaranya mati karena pertempuran besar itu. Tapi ada kalanya dia berfikir kalau hal itu tidak terlalu buruk, karena dia dapat bertemu dengan Bai Yu dan memiliki anak seperti Bai Wuyu (nama lama dari Bai kecil).
"Jika dia masih hidup maka tidak akan ada lagi yang dapat menghentikan kekejamannya. Kau harus tahu kalau orang ini selain kuat tapi juga licik dan kejam!" ucap roh leluhur.
"Aku tahu, sekarang apa yang kau lihat di sana?" tanya Bai Wutian sambil tersenyum.
"Aku melihat kekalahan dari negeri langit, dan juga dewa laut darah akan menjadi kaisar langit yang baru meskipun dia tidak bisa masuk ke istana langit" jawab roh leluhur itu penuh keyakinan.
Bai Wutian yang mendengar itu tersenyum sangat indah, tentu bukan tersenyum karena jawaban dari roh leluhur tapi karena kebodohan dari roh leluhur yang percaya akan takdir ada padanya. Dia dulu tidak pernah percaya dengan takdir dari dewa takdir bahkan dia sejak dulu kurang menyukai dewa takdir.
Meskipun begitu, dia juga tidak pernah ingin ikut campur dengan kepercayaan dewa takdir itu. Dulu pun dia pernah marah dan bertarung dengan dewa takdir atas apa yang dia lakukan ke beberapa orang yang memiliki kepercayaan mereka tersendiri, bahkan karena pertempuran keduanya membuat dunia kosong yang mereka jadikan tempat bertempur hancur menjadi ketiadaan.
__ADS_1
"Kenapa kamu tersenyum begitu? apakah ada yang lucu?" tanya roh leluhur dengan wajah yang sedikit jelek.
"Tidak! aku hanya berfikir apa yang kamu katakan mungkin tidak akan terjadi" jawab Bai Wutian.
"Apa maksudmu?".
Wajah roh leluhur sedikit jelek saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bai Wutian, itu karena takdirnya tidak pernah salah kalau menilai orang lain kecuali itu Lin Tian, Bai kecil dan beberapa orang yang dia tidak bisa duga.
"Kamu harusnya mengerti kalau anakku termasuk kepada golongan yang takdirnya tidak bisa di jelaskan olehmu! dan juga sejak kemunculan saudara anakku tidak maksudku anak angkatku membuat beberapa takdir orang-orang di sekitarnya berubah bukan? apa kamu yakin kalau takdir negeri langit akan seperti itu sekarang?" jelas Bai Wutian dengan senyum kemenangan di wajahnya memandang roh leluhur.
Wajah leluhur roh sangat jelek saat mendengar ucapan dari Bai Wutian, dia sekarang ingat kalau Bai kecil dan Lin Tian adalah orang yang terikat satu sama lain. Baik jika salah satu dari mereka tidak ada masih bisa membuat takdir yang dia prediksi berubah seketika itu, apalagi jika mereka bersama maka sudah di pastikan semua yang dia lihat akan berubah.
"Kenapa? apa kamu baru sadar sekarang? kadang apa yang disebut takdir itu hanyalah kata-kata kosong untuk seseorang yang ingin lari dan tidak ingin berjuang melawan diri mereka sendiri" ucap Bai Wutian.
"Dewa kaisar Harimau suci!" teriak leluhur roh.
Seketika itu bentrokan terjadi di antara keduanya, tapi tidak sama seperti sebelumnya yang mana mereka saling menahan kekuatan mereka. Sekarang leluhur Roh benar-benat mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk mencoba menekan Bai Wutian.
"Hahahaha! kenapa? apa kamu marah? aku suka itu!" teriak Bai Wutian yang juga mengeluarkan aura kerasnya melawan roh leluhur itu.
"Pukulan roh!" teriak leluhur roh mengayunkan pukulan ke arah Bai Wutian.
"Pukulan penghancur bumi!" Bai Wutian juga melayangkan pukulannya ke arah Leluhur roh.
BOOMM..
Swishh..
__ADS_1
Bai Wutian muncul jauh dari posisi saat dia dan leluhur roh beradu pukulan, dia melihat kearah debu yang masih terlihat menyilumti tempat itu dengan senyum di wajahnya.
"Ha! betapa bodohnya kamu dulu mau saja menjadi budak dari dewa takdir, dia hanyalah orang bodoh menurutku" ucap Bai Wutian.
"Kaisar harimau suci! kau boleh menghinaku tapi jangan menghina tuanku!" teriak leluhur roh yang muncul tak jauh dari Bai Wutian.
Sekilas tubuh dari leluhur roh yang biasa-biasa telah berubah menjadi luar biasa dengan wajah lebih muda dan tampan, di tambah dengan zirah armor yang terlihat sangat indah menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Hoo? kau bahkan memakai zirah Roh mu untuk melawanku, seperti yang diharapkan dari leluhur segala roh atau aku sebut mantan dari dewa para roh Ling Di!" ucap Bai Wutian setelah melihat bentuk yang di tampilkan oleh leluhur roh tersebut.
Ling Di masih menatap Bai Wutian dengan dingin, sebelumnya saat dia beradu pukulan dengan Bai Wutian dia dapat merasakan kalau dia tidak memakai zirah kaisar rohnya maka dia akan terluka.
Hal yang paling membuat dia tidak percaya adalah betapa kuatnya Bai Wutian sekarang, dia hampir tidak percaya kalau Bai Wutian dapat menjadi lebih kuat hanya dalam beberapa juta tahun saja.
"Kenapa kau bisa sekuat ini?" tanya Ling Di dengan wajah serius.
"Hei..hei.. Aku memang kuat dari dulu, hanya saja saat perang terjadi aku adalah orang yang malas untuk berlatih karena itulah aku meskipun kuat kurang pengalaman" jawab Bai Wutian dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Lalu kenapa kau sekarang mau bersusah payah berlatih?".
"Itu karena ada yang ingin aku lindungi, itu karena aku tidak ingin kejadian dimasa lalu terjadi di masa sekarang! apa yang disebut takdir itu hanyalah sebuah omong kosong bagiku!" jawab Bai Wutian dengan wajahnya terlihat serius sekarang.
"Apa kamu fikir kamu bisa mengubah takdir begitu saja? aku tidak akan percaya kalau ada yang dapat menghentikan bencana itu, jika ada maka aku bersumpah dengan nama Ling Di dari segala roh akan mengikuti orang itu hidup dan matiku!" teriak Ling Di.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...