
Di luar pintu alam rahasia...
Swishh...
Beberapa sosok keluar dari dalam pintu alam rahasia, terlihat semua orang itu telah kehilangan satu tangan mereka jelas mereka semua terluka parah.
Tapi saat mereka melihat pakaian dari generasi yang keluar itu wajah dewa angin berubah, dia gemetar saat memikirkan betapa menyedihkannya pasukan dari alam dia.
Swish..
"Penguasa tolong aku..." ucap pemimpin dari kelompok itu.
"Apa yang terjadi?" ucap dewa angin karena kaget melihat semua generasi nya yang keluar dengan terluka parah.
"Itu.. seseorang dari alam..."
Swish...
Bokkkk...
Sebuah pedang energi menembus tubuh pria itu sebelum dia berbicara jujur, wajah nya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Setelah dia keluar dari tempat itu tapi dia masih saja mati di tangan pria tersebut, tapi sebelum dia mati sebuah cahaya muncul di kepala pria tersebut.
Cahaya itu berubah menjadi sesosok pria yang terluka menyedihkan, suara pria itu dapat di dengar oleh semua orang disana, wajah dewa angin yang akan marah kepada orang-orang yang membunuh pria itu berubah berkeringat dingin.
"Bagus...bagus... dewa angin!" teriak Sheng Qiu dengan marah.
Aura luar biasa kuatnya juga muncul dan membuat semua orang disana merinding, kali ini alam angin benar-benar telah membuat Alam kehidupan marah.
"I...itu tolong sabat saudara Sheng, ini belum tentu di lakukan oleh orang-orang ini" ucap Dewa angin membela dirinya.
Tapi belum Sheng Qiu berbicara pedang lain menyerang semua orang dari alam angin yang keluar dengan cepat di bawah mata tak percaya semua orang disana.
BOOMM...
BOOMM...
"Tidak ada yang boleh menyentuh orang-orang ku! bahkan jika itu adalah alam mu dewa angin!" ucap suara muda yang penuh dengan niat membunuh itu.
Mendengar suara tersebut wajah Sheng Lien juga berubah, jelas Lin Tian marah dan dari suara nya pun berbeda dari suara cucunya yang pernah dia kenal.
__ADS_1
Swishh....
"Alam angin!" teriak Suara keras yang menggetarkan alam kehidupan.
Mendengar suara itu wajah dewa angin seketika ketakutan, dia melihat ke arah dimana suara tersebut empat pria muncul secara bersamaan di depan semua orang.
"Apakah kamu sudah bosan jadi penguasa?" ucap Bai kecil dengan senyum dingin, tapi aura biadab nya benar-benar menekan dewa angin meskipun kekuatan Bai kecil belum pulih sepenuhnya.
"Ti.... tidak! kaisar harimau aku tidak berani" ucap Dewa angin ketakutan.
"Jika sampai sesuatu terjadi kepada saudara ku maka bersiap lah alam angin mengganti penguasa nya!" ucap Bai kecil dengan wajah marah serta aura biadab nya menyelimuti dewa angin.
Hanya Bing Zhao dan dua lainnya bingung dengan apa yang terjadi dengan Bai kecil, mereka merasa meskipun alam angin membuat masalah di dalam tapi adik mereka pasti bisa mengatasi nya.
"Bai kecil apakah ada masalah dengan Lin Tian?" tanya Bing Zhao.
"Iya! aku merasa kalau ada aura aneh di dalam suara kakak tadi, dan juga Serangan semua pedang itu juga di selimuti oleh sesuatu yang aneh, itu juga membuat aku jijik" jelas Bai kecil.
Wajah ketiganya berubah menjadi serius, mereka tidak mengerti apa yang terjadi dengan Lin Tian dan kenapa dia bisa begitu...
"Aku pernah mendengar kalau sebelumnya di saat pelelangan ada dimana adik kecil kehilangan kesadaran nya, tidak bisa di bilang kewarasannya" ucap Long Aotian setelah mengingat sesuatu.
"Ceritakan" minta Bai kecil dengan serius.
Itu saat dia bermasalah dengan anak dari alam Ying, untung ada Sheng Chu'er saat itu jika tidak mungkin Lin Tian telah memulai pembunuhan di depan banyak orang saat itu.
"Apakah itu ..?" wajah Bai kecil langsung berubah saat mengingat sesuatu, dia mencengkram tangan nya karena terlambat menyadarinya.
"Sial!" teriak Bai kecil dengan momentum yang luar biasa keluar dari tubuhnya.
Bai kecil langsung di tenangkan oleh ketiga saudaranya saat itu, mereka tahu apa yang terjadi kepada Lin Tian tapi hanya bisa berharap kalau dia baik-baik saja disana dan dapat mengatasi masalah nya sendiri.
"Anak ini...! apakah dia benar-benar ingin membunuh ku dan seluruh alam angin?" ucap Dewa angin dengan tubuh penuh keringat dingin.
Dia sadar kalau kali ini anaknya benar melakukan kejahatan maka tamat lah dia dan alamnya juga, dia hanya bisa mencari cara agar lolos dari masalah ini jika hal itu benar-benar terjadi.
Dia juga melihat kalau Sheng Lien, Ming Bi'er dan Mu Chao menatap nya dengan niat membunuh yang sangat jelas dan itu bahkan dapat di rasakan oleh para penguasa disana.
"Huf... untung saja anak ku tidak sebodoh itu" ucap dewa Ying di dalam hatinya menghela nafas karena merasa beruntung dengan kebodohan anaknya dan juga kelemahan anaknya tersebut.
Baru pertama kali dia merasa senang memiliki anak yang bandel tapi tidak memiliki niat buruk seperti itu terhadap orang lain.
__ADS_1
......................
"Hahaha..!"
"Lepaskan saudari ku!" teriak salah satu pria dari alam kehidupan saat melihat ada wanita yang rambutnya di tarik di depan mereka.
"Lepaskan? lihatlah! kalian akan melihat bagaimana kami menikmati mereka" ucap pria tersebut.
Mendengar hal itu semua pria dan wanita dari alam kehidupan mencengkeram tangan mereka sampai membuat tangan mereka itu meneteskan darah.
"Biadab kalian! saudari dan saudara Tian tidak akan membiarkan kalian!" teriak wanita yang rambutnya di tarik itu.
"Siapa? Sheng Chu'er? apakah kamu fikir dia bisa menyelamatkan mu? hahaha!" pria itu tertawa.
Dan semua kelompoknya pun juga ikut tertawa bersama-sama, karena mereka tahu mungkin Sheng Chu'er sekarang sedang berada di bawah kaki tuan muda mereka.
"Sheng Chu'er mungkin sekarang sedang menghangatkan tempat tidur tuan muda kami" ucap salah satu dari mereka dengan senyum mencibir.
"Ka..kalian apakan saudari kami?" teriak pria yang berada di dalam formasi tersebut.
"Heheh.. tentu saja Sheng Chu'er itu di apakan seperti ini!" ucap pria itu merobek pakaian wanita yang berada di tangan nya.
"Ah!" wanita itu menjerit dan berusaha menutupi tubuhnya yang terlihat itu.
"Hahaha.. sungguh indah!" ucap pria dari alam angin dengan tertawa bahagia.
"Ayo aku akan mencicipi mu" ucap pria yang memegang si wanita.
Wanita itu ingin sekali bunuh diri daripada di sentuh oleh pria jahat ini, tapi dia tidak memiliki kekuatan lagi untuk melakukan nya dan dia hanya bisa menangis meratapi apa yang akan terjadi kepadanya.
"Selamat menikmati!" teriak pria itu dengan mata penuh gairah.
"Saudari!" teriak para generasi dai alam kehidupan penuh ketidakberdayaan.
"Tidakkkkk!" teriak si wanita ketakutan dan tidak mau menerima nya.
Swish...
"Eh?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...