Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
185. Akhir dari Dong Tu


__ADS_3

"Kamu berfikir dengan mendapatkan kekuatan yang bukan dengan usaha seperti ini bisa mengalahkan ku? fikiran mu terlalu naif" ucap Lin Tian dengan dingin memandangi Dong Tu yang masih di tekan olehnya.


"Kenapa? kenapa kekuatanmu sangat kuat? siapa kamu sebenarnya?" tanya Dong Tu dengan tidak percaya menatap Lin Tian.


Perlahan semakin banyak dari alam lain bergabung membantu menghancurkan semua mosnter darah raksasa dari keluarga Dong, jadi terlihat kalau keluarga Dong sudah benar-benar terdesak dan hanya masalah waktu sebelum mereka kalah.


"Aku? aku Lin Tian anak dari dewa elemen dan es dan dewa penguasa dari alam kehancuran" jawab Lin Tian santai kepada Dong Tu.


"Jadi itu kau! dewa kehancuran, aku tidak menyangka ternyata kau bukannya berada dalam pengasingan malah datang ke alam bawah duluan, sial! kau memang malapetaka bagi rencana kami" teriak Dong Tu setelah tahu siapa Lin Tian yang sebenarnya, di antara seseorang di alam langit tang tidak dapat di anggap enteng bagi ayahnya adalah dewa kehancuran.


"Semoga jika kau berenkarnasi bisa menjadi orang baik, meskipun aku tahu kalau sekarang itu tidak mungkin" ucap Lin Tian tidak peduli dengan teriakan dari Dong Tu itu.


"Hancurkan dan telan" ucap Lin Tian dalam wujud dewa harimau, perlahan Dong Tu semakin melemah di dalam genggaman cakar Lin Tian tersebut.


Seluruh kekuatannya di hisap oleh kekuatan melahap Lin Tian dan Bai kecil yang telah menyatu bersama, saat itu wujud monster darah Dong Tu semakin melemah dan kurus.


"Ah! ayahku tidak akan pernah mepelaskan mu!" teriak Dong Tu untuk terakhir kalinya.


"Maka aku akan menunggunya disini, tapi kami harus mati dulu!" jawab Lin tian lalu meremukan tubuh Dong Tu menjadi tidak berbentuk lagi, seketika itu dia pun mati di genggamannya cakar yang di buat oleh Lin Tian.


BOOMM..


Seluruh keluarga Dong juga mulai kalah, satu persatu dari mereka bahkan di bakar oleh pasukan yang bisa menggunakan elemen api ataupun dengan api langit, setelah lebih satu hari barulah semua keluarga Dong di kalahkan oleh pasukan gabungan alam langit.

__ADS_1


"Ha..! sungguh melelahkan" ucap Lin Guang yang tubuhnya di penuhi oleh darah.


Dia melihat ke arah Lin Tian di langit, meskipun Lin Tian mengubah wajahnya ikatan darah keluarga membuat dia mengetahui kalau itu adalah Lin Tian sepupunya sendiri, tapi wajahnya terlihat aneh saat melihat Lin Tian yang diam memandangi langit karena itula Baik dia dan yang dekat dengan Lin Tian mendekatinya.


"Sepupu ada apa?" tanya Lin Guang yang lebih cepat dari yang lain.


"Sepupu?" ucap Nan Yong dan jenderal Yun bingung menatap Lin Guang, mereka belum tahu kalau Tian Lin adalah Lin Tian karena itulah mereka bingung.


Lin Tian tersenyum ke arah Nan Yong lalu dengan tenang menutup matanya, setelah beberapa saat Bai kecil muncul di kepala Lin Tian sambil menghela nafas dan kembali tidur dengan wajah malas di kepala Lin Tian.


"Tidak apa-apa kakak Guang" jawab Lin Tian kepada Lin Guang dengan senyum setelah membuka matanya.


"Saudara Tian..?" ucap Nan Yong.


"Ba..bagaimana mungkin? bukankah kamu menolak undangan ayahku?" tanya Zao Bi tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Ini adalah rencana ayah mu dan aku untuk mencari siapa pengkhianat di sisi kalian" jawab Lin Tian santai, sekarang tidak masalah untuk mengatakan yang sebenarnya kepada mereka karena dia sudah mengetahui siapa musuh sebenarnya dari mereka sekarang.


Mendengar jawaban Lin Tian seketika tiga jenderla di sisi jenderal muda pun kaget, mereka tidak berharap ternyata baik Lin Tian dan Jenderla Zao benar-benar telah curiga sejak lama kalau ada yang mengkhianati alam langit.


"Sebaiknya kirim pasukan ke tiga sisi lainnya, sebentar lagi es yang aku buat akan meleleh" ucap Lin Tian.


Mendengar perkataan Lin Tian tiba-tiba wajah jenderla Nan Mo berubah, dia segera membawa pasukannya kembali ke perbatasan timur segera tanpa menunggu Nan Yong memerintahkannya, sedangkan jenderal muda Bei memerintahkan juga pasukannya untuk mengurus perbatasan barat karena Lin Tian mengatakan kalau di tempatnya tidak ada lagi monster darah.

__ADS_1


"Saudara Tian, tidak saudara Lin apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Nan Yong yang sudah benar-benar mengakui Lin Tian sebagai pemimpin disana.


Jenderal muda Bei, dan Zao Bi juga memandangi Lin Tian menunggu jawaban dari dia atas pertanyaan Nan Yong, tentu tidak hanya mereka semua tetua Alam lain yang memimpin keluarga atau pasukan mereka ke alam bawah juga memandang Lin Tian dengan serius.


Setelah semua karena Lin Tian mereka bisa keluar dari formasi darah itu, jika tidak mungkin mereka sudah menjadi monster darah sekarang dan di lihat dari bagaimana jenderal keluarga Nan menghormati Lin Tian menjelaskan kepada mereka dewa kehancuran ini mungkin lebih dari sekedar kuat.


"Huf, bisakah aku libur sebentar?" tanya Lin Tian agak mengeluh, dia sedikit kelelahan sekarang jadi saat di tanya oleh Nan Yong membuat dia benar-benar telah masuk ke lingkaran yang sulit untuk dia hindari.


"Ehem, sepupuku terima saja takdirmu!" ucap Lin Guang menepuk pundak Lin Tian, Lin Tian hanya tersenyum lemah melihat semua keluarganya mengangguk sambil tersenyum ke arah dia.


"Apakah kalian benar-benar keluarga dan tetua dari keluargaku?" tanya Lin Tian kepada Lin Guang, Mu Jing'er, Sheng Mi dan Ming serta tetua lain dari tiga alam.


"Ehem! Tuan muda kami benar keluarga, meskipun kami tetua tapi kata Kakek tuan muda kami harus mengikuti semua perkataan yang tuan muda katakan disini" jawab tetua pertama dari alam elemen, tentu yang lain mengangguk lagi setuju dengan perkataan tetua pertama itu.


"Hais! benar-benar tidak bisa mundur?" tanya Lin Tian sekali lagi melihat Nan Yong dan yang lainnya.


Tapi hasilnya tetap sama semua orang menggelengkan kepala mereka ke arah Lin Tian, bahkan hal ini membuat Bai kecil sedikit tertawa di kepala Lin Tian karena tanpa sepengetahuan Lin Tian dia sendiri sudah di anggap pemimpin oleh orang-orang ini sejak dia berhasil menyelamatkan mereka saat itu.


Akhirnya dengan menghembuskan nafas tenang Lin Tian meminta mereka untuk mundur dulu, dan menyelesaikan masalah yang ada di empat perbatasan barulah saat itu mereka akan memulai membahas tindakan yang lainnya. Tidak ada yang menolak mereka setuju dengan usulan Lin Tian untuk menyelesaikan masalah yang ada dulu sebelum membicarakan masalah ke depannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2