
"Huf.. akhirnya selesai" ucap Lin Tian melihat ke arah kotak besar yang berisi banyak Pill tersebut. Butuh beberapa jam untuk membuatnya yang membuat Lin Tian akhirnya selesai di saat hari sudah mulai gelap di alam bawah.
Lin Tian memberikan semua Pill di kotak itu kepada jenderal Yun untuk di berikan ke semua anggota keluarga Nan yang terkena racun, dengan bahagia jenderal Yun membawa kotak besar itu ke tempat Nan Yong yang sedang bahagia melihat keadaan semua orang-orangnya yang sebelumnya di racuni.
"Tuan muda semua pillnya telah siap, hahaha" teriak jenderal Yun dari jauh.
BOOMM...
Kotak besar itu di jatuhkan ke lantai oleh jenderal Yun tang membuat semua orang disana tersentak kaget dan beberapa dari mereka bahkan ada yang melompat karena kaget, bahkan Nan Yong juga menjatuhkan gelas yang tadi dia pegang ke lantai.
"Paman Yun!" teriak Nan Yong yang kesal melihat ke arah Jenderal Yun itu.
"Jenderal Yun!" di ikuti dengan teriakan semua orang yang sudah pulih berkat Pill Lin Tian itu.
"Hehe. Maaf aku terlalu bahagia karena Pillnya sudah selesai di buat" ucap Jenderal Yun mencoba mencari alasan untuk meminta maaf kepada mereka.
"Huf, paman Yun jangan lakukan lagi! jantungku hampir saja keluar karena paman" ucap Nan Yong.
Jenderal Yun menggaruk-garuk kepalanya karena malu, akhirnya semua Pill itu di bagikan kepada semua orang yang sedang kritis. Mereka memasukan obat dengan cara memaksa membuat mulut masing-masing orang tersebut.
Bahkan ada yang lebih sadis yaitu jenderal Yun yang langsung membuka mulut orang yang akan dia berikan Pill dengan keras lalu memasukannya dengan doronga keras juga, melihat hal itu wajah setiap orang yang baru bangun menjadi bersyukur karena mereka tidak di bangunkan oleh Jenderal Yun.
"Baiklah, selanjutnya" ucap Jenderal Yun melanjutkan membantu memberikan Pill lain kepada yang lainnya.
"Sepertinya orang-orang ini akan bangun tapi juga akan merasakan sakit" ucap salah satu jenderal lain melihat kelakuan jenderal Yun.
"Semoga saudara-saudara kita bisa bertahan" jawab yang lain, para jenderal yang emndengar itu pun mengangguk setuju dengan jenderal yang berbicara tadi.
__ADS_1
Setelah satu jam semua Pill telah di bagikan dan semua orang yanga terkena racun pun mulai bangun satu persatu, meskipun mereka terlihat masih pucat dan lemah tapi itu sudah bagus bagi Nan Yong. Karena dengan ini kekuatan pasukan di gerbang timur menjadi kembali lagi dan dia juga sedikit lebih tenang daripada sebelumnya.
"Baiklah, kalian istirahat dulu! besok jika kalian telah benar-benar pulih para jenderal tingkat tinggi berkumpul mengadakan pertemuan di aula" ucap Nan Yong.
"Baik tuan muda" jawab mereka semua serentak dan penuh hormat.
Nan Yong dan jenderal Yun berencana untuk pergi ke tempat Lin Tian untuk berterima kasih tapi melihat kalau sudah malam mereka berdua mengurungkan niat mereka dan kembali ke tempat mereka masing-masing untuk beristirahat, itu pun juga karena jenderal Yun juga perlu memulihkan diri karena dia baru sembuh dari racun.
......................
"Hei? pintu putih ini selalu merusak pemandanganku" ucap sosok yang dulunya pernah melawan pria bertopeng di lorong ruang alam angin.
Sekarang entah kenapa tiba-tiba dia muncul di depan pintu putih yang pernah di datangi oleh orang misterius dulunya, dia seperti menatap pintu itu dengan perasaan aneh.
Mungkin jika ada orang yang mengetahui pintu ini selain Bai kecil dan Orang misterius yang masih hidup itu maka pria inilah orangnya, bahkan mungkin bisa di bilang dia sangat mengenal pintu putih itu dengan baik.
"Jika kamu menghancurkannya maka itu akan merusak keseimbangan dua alam" ucap leluhur roh yang muncul di depan pintu itu memandangi pria tersebut.
Melihat leluhur roh muncul tidak ada sedikitpun perubahan di wajahnya, dia masih menatap leluhur roh dengan tenang dan sedikit senyum ke arah leluhur roh tersebut.
"Aku tidak menyangka kamu masih hidup! bahkan kamu bisa melawan takdirmu sendiri" ucap Leluhur roh tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dulu dia pernah bertemu dengan pria ini dan dapat melihat kalau takdirnya pun akan mati dalam kurung waktu dekat.
Hal itu terjadi pria ini pun di bunuh oleh musuh-musuhnya, saat itu dia melihat pria ini mati tapi sekarang pria yang mati itu pun nasib berdiri dengan tenang dan bangga di depannya.
"Kita teman lama bukan? kenapa tidak saling berpelukan?" tanya Pria itu dengan senyum di wajahnya.
"Kita memang teman lama, tapi kita memiliki cara yang berbeda!" jawab Leluhur roh dengan santai.
__ADS_1
"Hahaah, tetap saja tujuan kita sama" ucap pria tersebut dengan tertawa bebas di hadapan leluhur roh dengan bebaanya.
"Aku tahu kekuatanmu sudah melebihi tingkatan tersebut tapi tetap saja kamu bahkan tidak akan dapat masuk ke dalam pintu putih ini" ucap leluhur roh.
Tentu saja dia tahu kalau dia bahkan tidak bisa masuk ke dalam pintu tersebut, jadi karena itulah dia tidak langsung memaksa masuk dan memukul pintu tersebut, tapi meskipun dia memukul pasti juga tetap tidak akan terjadi apa-apa dengan orang itu
"Aku tahu itu, dan sekarang aku disini hanya untuk bertemj dengan teman lama saja. Dan tidak sedang ingin berperang saja' jawab Pria tersebut dengan tenang.
Keduanya seperti benar-benar teman lama dan mengobrol dengan santai disana untuk waktu yang lama sebelum Pria tersebut menatap leluhur roh dengan serius dan tanpa ekspresi sedikitpun terlihat di wajahnya.
"Apa kamu tahu orang di balik insiden kali ini di alam bawah?" tanya pria itu yang sedari tadi ingin bertanya tapi tidak menerima balasan apapun dari leluhur roh.
Leluhur roh hanya menggelengkan kepala pertanda dia tidak tahu masalah tersebut, memandangi leluhur roh dengan wajah yang selalu tersenyum itu pun terlihat serius dari sebelumnya.
"Apa kamu yakin tidak tahu?"
"Semua takdir telah berjalan dan aku tidak terlalu melihat takdir untuk beberapa waktu ini karena aku belum membaik" jawab leluhur roh yang sebelumnya membantu Lin Tian membawa istrinya ke alam Alam langit sebelumnya.
Mendengar itu pria tersebut mengangguk lalu dia bersiap untuk pergi dari sana tanpa sedikitpun menoleh ke arah leluhur roh dan saat pria itu menghilang barulah leluhur roh sedikit memasang wajah cemberut. Pria yang datang ini benar-benar telah berkembang dari saat dia pertama kali datang kesini sampai sekarang.
Jika pria ini di bandingkan kaisar langit mungkin kaisar langit bukan apa-apa di matanya, tapi pria ini jelas tidak cocok dengan apa yang ada di dalam pintu itu yang membuat dia berkeliling ke seluruh alam langit untuk mencari kekuatannya sendiri.
"Sungguh Benar-benar waktu yang kacau".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...