Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
96. Kemarahan Seorang Ayah


__ADS_3

Di depan istana kehancuran ke empatnya berbicara sangat riang, tentu beberapa penjaga yang mengenal Bai kecil tidak menghalangi Bai kecil untuk masuk karena mereka tahu siapa Bai kecil.


"Apakah itu kaisar harimau?" tanya seorang penjaga disana.


"Iya! dia juga adalah saudara dari kaisar kita, jadi kamu harus berhati-hati jangan sampai menyinggung mereka" jelas penjaga lainnya.


"Begitulah? oiya, sepertinya putri Mu juga ada di dalam istana dengan seseorang siapa orang itu?" tanya penjaga kembali.


"Sssttt! kita tidak tahu tapi yang pasti dia juga berhubungan dengan kaisar, jangan ikut campur soal itu lagi, nanti kita juga akan tahu" balas teman si penjaga itu.


Penjaga lain juga mengangguk dan tidak lagi membahas tentang masalah Lin Tian, mereka juga pada akhirnya diam-diam kembali ke aktifitas mereka sendiri.


Sedangkan empat berandalan terlihat tertawa bahagia di sepanjang jalan istana mereka berkeliling istana untuk mencari beberapa hiburan disana.


"Hahaha... adikku memang hebat! memiliki wanita yang dapat mengurus alam sebesar ini sungguh sangat beruntung" ucap Su Kun sambil tertawa.


"Iya! keberuntungan adik kecil memang sangat bagus" tambah Long Aotian.


"Hei..! setelah ini mari kita pergi ke paviliun perak yang ada di ibukota, disana banyak yang waw" ucap Bai kecil.


"Benarkah? apa kamu tidak berbohong?" tanya Su Kun.


"Tentu saja aku tidak berbohong kepada kalian, ayo!" jawab Bai kecil dengan bangga.


Mendengar itu wajah Su Kun dan Bing Zhao menampakan sinar yang berbeda daripada wajah mereka yang biasa.


"Bagus! kau emang saudara terbaik kami" ucap Su Kun.


"Hahaha.. iya aku suka itu" ucap Bing Zhao.


Saat mereka hendak pergi tiba-tiba langkah kaki mereka pun terhentikan oleh suara yang sangat mereka kenal, dan bahkan Bai kecil pun langsung merinding saat mendengar suara tersebut.


"Hoo..! jadi kalian masih tidak berubah? bagaimana jika kalian menemani ku mengobrol?" ucap suara dari belakang ke empat berandalan tersebut.


Tentu langsung empat berandalan itu merasakan hawa dingin yang luar biasa di belakang mereka, mereka yakin kali ini akan lebih menderita dari sebelumnya.

__ADS_1


"Ke..kenapa kamu bisa disini?" ucap Bing Zhao dengan wajah tak percaya melihat orang tersebut.


......................


Di Alam kehidupan...


Terjadi kehebohan disana setelah banyak murid yang terluka parah keluar dari alam rahasia itu, wajah setiap penguasa menjadi sangat jelek apalagi setelah mendengar kalau ada beberapa dari orang mereka yang mati di dalam.


"Jingyi apakah Lin Tian tidak keluar?" tanya Ming Bi'er kepada Lan Jingyi.


"Tidak nek! dia masih ada sesuatu yang harus di lakukan disana" jawab Lan Jingyi dengan lembut.


Ming Bi'er menghela nafas mendengar jawaban Lan jingyi, dia tahu kalau cucu nya adalah orang yang sangat keras kepala jika sudah memutuskan sesuatu.


Dia tidak akan berhenti sampai dia bisa mencapai apa yang dia inginkan tersebut, memang Ming Bi'er bangga dengan Lin Tian tapi dia juga cemas dengan keadaan Lin Tian itu.


"Nenek, tenang saja! Lin Tian pasti dapat kembali dengan selamat" ucap Lan jingyi menghibur Ming Bi'er.


Ming Bi'er hanya bisa mengangguk dia memandang para generasi muda yang keluar dari alam rahasia yang penuh dengan luka, bahkan ada beberapa yang tidak sadarkan diri.


"Iya! kali ini korban nya sangat banyak bahkan tiga kali lipat dari yang dulu" tambah Mu Chao dengan serius.


Hal ini baru pertama kali terjadi korban yang di alami berbagai alam emmang benar-benar sangat banyak melebihi dulu nya.


Untung saja alam elemen, es, kehidupan, kegelapan, bunga, dan kehancuran duluan keluar sebelum hal buruk ini terjadi jika tidak mungkin entah berapa yang selamat dari ledakan yang terjadi itu.


"Sebaiknya kita tunggu sampai alam ini benar-benar tertutup" ucap Sheng Lien.


Yang lain mengangguk setuju mereka juga ingin melihat apa selanjutnya yang akan terjadi apalagi mereka mendengar kalau alam angin belum keluar dari alam rahasia itu.


"aku tidak tahu apakah alam angin benar kaki tangan mereka atau tidak? karena ku lihat kalau dewa angin benar-benar bingung dengan semua yang dia lihat" ucap Sheng Qiu yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua.


"Kalau begitu hanya satu kemungkinan yaitu ada orang dalam yang mengkhianati dewa angin" ucap Lan Jingyi.


Dia selalu berfikir ada yang aneh dengan Tuan muda alam angin, tapi apakah tebakan nya benar atau tidak dia tidak dapat menjelaskan dengan benar kepada yang lain.

__ADS_1


Tapi Dari hasil yang dia ketahui tentang terjadinya pencurian mata Sheng Chu'er serta sikap yang di tampilkan Tuan muda angin di alam rahasia serta tidak ada korban dari sisi alam angin juga.


Lan jingyi yakin enam puluh persen kalau tuan muda alam angin terlibat, mendengar kan apa yang di katakan Lan Jingyi membuat Sheng Lien, Mu Chao, Ming Bi'er, dan Sheng Qiu kagum.


"Memang pantas sebagai permaisuri alam kehancuran, pantas Lin Tian sangat percaya padamu!" ucap Sheng Qiu memuji Lan jingyi dengan tulus.


"Apa yang kamu katakan? dia adalah cucu kita juga bukan?" keluh Ming Bi'er dengan marah kepada Sheng Qiu.


Bagaimanapun dia sudah menganggap Lan Jingyi sebagai cucunya juga, tentu dia akan percaya dengan yang di katakan oleh Lan Jingyi.


Apalagi selama beberapa tahun dia tinggal di alam kehancuran dia melihat semua yang di lakukan oleh Lan Jingyi yang membuat dia menyayangi wanita muda itu.


Lan Jingyi agak malu di puji oleh para penguasa ini, bagaimana pun itu hanya lah pemikiran sepihak dari dia dan belum tentu semua itu benar.


Pada akhirnya Sheng Qiu mengadakan rapat ke esokan harinya membahas apa yang terjadi di alam rahasia itu dengan para penguasa lainnya.


Tentu mereka harus mengadakan rapat karena jumlah korban yang melebihi dari pemikiran mereka, bahkan bisa di bilang jauh dari apa yang mereka pikirkan sebelumnya.


"Sial! apakah benar anak itu telah melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan ku?" ucap Dewa angin dengan marah.


Dia telah mendengar beberapa berita tentang apa yang di lakukan oleh anaknya itu selama di alam rahasia, apalagi apa yang di lakukan oleh anaknya terhadap Sheng Chu'er.


Hal itu membuat alam kehidupan sangat memusuhi dia dan alam anginnya, dia juga tahu kalau sampai alam kehidupan marah maka konsekuensinya bahkan tidak bisa dia bayangkan.


Sekarang pun untung saja karena berkat Sheng Qiu yang telah menahan amarah dari tetua agung dari keluarga Sheng membuat dia aman untuk sementara waktu.


Bagaimana mungkin seorang ayah tidak marah saat anaknya di perlakukan dengan kejam oleh orang lain, akibat dari itu Sheng Lien telah mengunci kekuatan dan juga seluruh panca indera Tetua agung untik sementara waktu.


"Dewa angin!" ucap Tetua agung dengan sangat marah di dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2