
"Kita bawa dulu kembali kakak ke istana langit! disana ada dewa takdir, mungkin. dia lebih mengerti dengan keadaan kakak daripada kita" ucap Bai kecil dengan wajah jelek.
"Ayo!" ucap Bing Zhao langsung menggendong kembali Lin Tian dan bersiap untuk kembali ke istana langit.
"Aku akan ikut! paman, bibi aku serahkan kepada kalian masalah yang kita bahas bersama saudara Lin. Dalam tiga hari datang langsung ke istana langit" ucap Tian Hunhu serius menatap tetua agung.
"Kami mengerti! cepat pergi!" ucap tetua agung yang juga khawatir dengan keadaan Lin Tian.
Mu Xuanyin meminta Bing Zhao untuk segera pergi menuju istana langit agar mereka dapat segera mengetahui kondisi pasti Lin Tian. Semua berandalan juga ikut kembali ke istana langit mengikuti Mu Xuanyin dan Bing Zhao dari belakang.
Saat di perjalanan menuju istana langit, semua berandalan itu terlihat serius. Mereka selalu waspada melihat situasi di sekitar mereka, bahkan Lang kecil dan naga kecil mengeluarkan aura jahat mereka untuk menakut-nakuti semua makhluk yang berniat jahat kepada mereka selama perjalanan.
Su Kun juga selalu memegang panahnya dan memperluas kesadaran ilahinya untuk memastikan situasi di sekitar mereka aman dan tidak ada musuh yang mengintai mereka.
Swisshh....
Sangat cepat, mereka semua sampai di negeri langit. Lang kecil dan naga kecil langsung berubah ke wujud asli mereka, keduanya langsung terbang ke langit dan merauh sangat keras.
ROAARRR.....
AWUUUUUU...
Raungan mereka berdua membuat seluruh penduduk ibukota langit keluar dan melihat dengan cemas ke langit, Lin Dong yang sedang memberi instruksi kepada para penguasa lain juga kaget dan segera keluar meninggalkan semua yang ada disana.
__ADS_1
Semua keluarga Lin Dong juga sadar akan raungan itu dan langsung keluar dari istana langit. Dewa takdir, dewa kematian dan Bai Wutian yang sedang menikmati teh mereka kaget merasakan sesuatu yang aneh dari salah satu aura di luar. Mereka bertiga langsung menuju ke arah raungan itu berasal.
Bersama-sama, semuanya melihat kelompok berandalan dengan Mu Xuanyin yang wajahnya sangat pucat sedang mengarah ke arah istana. Dan saat mereka dengan serius memperhatikan ada Bing Zhao yang sedang mengendong Lin Tian yang matanya sekarang di balut, tapi itu tidak menghentikan semua orang melihat banyak darah yang terus mengalir keluar dari mata Lin Tian
"Anakku!" Ying Huanhuan segera berlari ke arah Bing Zhao. Dia langsung memeriksa keadaan Lin Tian, dia tidak menemukan sesuatu yang aneh dari tubuh Lin Tian. tapi, dia melihat kalau mata Lin Tian telah kosong, dia tidak menemukan ada mata lagi di Lin Tian. Ying Huanhuan langsung lemah saat mengetahui kalau Lin Tian tidak ada mata lagi, Lin Dong menatap tidak percaya dengan keadaan Lin Tian.
"Ba..bagaimana bisa? apa yang terjadi?" tanya Lin Dong menatap semua berandalan itu dengan wajah suram.
"Ayah, nanti kita bicarakan di dalam. Dewa takdir, bisakah kamu melihat keadaan suamiku?" ucap Mu Xuanyin dengan cemas menatap dewa takdir.
"Akanku coba".
Dewa takdir mendekat ke arah Bing Zhao, dia menyentuh kedua mata Lin Tian dengan satu tangannya. Lalu, perlahan dia menutup mata dan mulai menggunakan kekuatan takdirnya untuk melihat keadaan Lin Tian yang sebenarnya.
Disana dewa takdir langsung melihat mata emas yang menatapnya dengan marah. Sesaat tubuh dewa takdir bergetar dan dia langsung terlempar jauh ke belakang sampai menabrak dinding istana dengan keras. Melihat dewa takdir yang terlempar membuat semua mata memandangnya dengan kaget, bahkan Mu Xuanyin tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Apa yang terjadi?" tanya Lin Dong serius menatap Dewa takdir.
"Mata kaisar telah di ambil! dan yang melakukannya bukan sosok yang dapat kita lawan" ucap dewa takdir dengan tatapan cemas.
"Apa maksudmu?" tanya Mu Xuanyin dengan wajah dingin.
"Bawa dulu adik kecil masuk!" ucap Bing Zhao dengan marah memandang semua orang disana.
__ADS_1
Akhirnya, semua orang membawa Lin Tian masuk dan menidurkannya di dalam kamar Lin Tian sendiri. Dalam keadaan cemas Lan jingyi dan dua istri Lin Tian yang lain duduk di samping Lin Tian.
Mu Xuanyin menatap dewa takdir, dia ingin penjelasan terhadap ucapan Dewa takdir sebelumnya. Dewa takdir menjelaskan kalau sosok yang mengambil mata Lin Tian adalah sosok yang pernah memberikan mata takdir kepada dia dulu. Dan sosok itulah yang mengendalikan dia agar menghentikan dewa kematian dalam menghancurkan dunianya saat itu.
"Siapa sosok itu?" tanya Lin dong.
"Aku tidak tahu, Bahkan aku hanya melihat mata takdir saat itu. Karena hanya ada suara dan mata takdir yang terlihat saat aku menjalani ujian di dalam pintu putih, untuk yang lain aku pun tidak mengetahuinya" jelas Dewa takdir.
Mendengar ucapan dewa takdir semua keluarga Lin Tian menjadi cemas, para penguasa disana juga sedikit bingung. Apakah di dunia ini masih ada musuh seperti itu? dapat mengendalikan seseorang begitu mudah sehingga dapat mengambil mata orang lain dari jarak sejauh itu hanya dalam sekejap?.
"Lalu bagaimana dengan suami? apakah dia akan buta selamanya?" tanya Mu Xuanyin khawatir keadaan Lin Tian.
"Mungkin! bahkan jika kita memberikan mata yang lain kepadanya itu hanya akan sia-sia. Hal yang sama pasti akan di alami oleh kaisar, dan mungkin akan lebih buruk dari ini" jawab Dewa takdir menghela nafas sedih.
"Sial!" Bai kecil yang telah kembali ke wujud manusianya kesal. Dia tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu kepada Lin Tian, satu musuh belum selesai malah muncul lagi yang lain.
"Aku akan masuk ke pintu putih itu" ucap Naga kecil dengan marah, dia pernah disana dan tidak pernah menemukan apapun di dalamnya. Jika hal yang dikatakan Dewa takdir benar, dia sangat ingin bertemu dengan penguasa disana dan melawannya untuk meminta mengembalikan mata Lin Tian.
"Tidak! dia bukan sesuatu yang bisa kita lawan. Bahkan jika semua meteor perak itu datang dan melawannya, hanya satu kalimat dari suara disana bisa membunuh mereka semua!" ucap dewa takdir. Dia telah merasakan sendiri kekuatan yang ada di balik pintu putih itu, karena itulah dia tidak bisa membiarkan Naga kecil berprilaku sembrono hingga membuat dia menderita.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? dalam beberapa tahun lagi musuh besar akan datang. Jika kita tidak bisa membantu Lin Tian mendapatkan kembali matanya, Kita tidak akan ada pemimpin untuk melawan monster-monster itu!" teriak Dewa kematian dengan kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...