
Di luar sudah banyak kultivator kuat yang berada disisi dewa kematian mengepung tempat pertemuan para dewa Dewi itu. Di depan ada seorang pria dengan memakai topeng setengah wajah memimpin mereka semua.
Dia adalah dewa kematian dan juga termasuk dewa Dewi terkuat yang pernah ada, dan dialah orang yang memulai perang antar dewa serta menghancurkan banyak dunia di zaman itu.
Swish..
"Dewa kematian!" ucap Naga kecil yang muncul sambil memandang dewa kematian dengan penuh kebencian.
Di belakang naga kecil semua pasukan dari sisinya juga muncul, di ikuti oleh Ye Lihua dan yang lainnya berdiri di belakang Naga kecil. sedangkan Lin Tian yang memakai topeng melihat semua wajah para Dewa Dewi itu dengan takjub, ini adalah delapan dewa Dewi yang berkuasa di zaman ini dan keluatan mereka benar-benar luar biasa.
Dan di bandingkan dengan zaman dia maupun kaisar langit, itu tidak ada bandingnya bahkan baik dia maupun kaisar langit seperti semut jika hidup di zaman ini.
Saat Lin Tian sadar, Ye Lihua sudah benar-benar mengeluarkan aura kebencian yang lebih besar dari sebelumnya, Dan tatapannya tidak pernah lepas dari seseorang wanita yang berada di belakang dewa kematian. Lin Tian yang melihat hal itu tahu kalau wanita itulah yang membunuh Hunhu.
"Permaisuri, kamu harus tenang" ucap Lin Tian yang mencoba menenangkan Ye Lihua.
Dia memegang tangan Ye Lihua tapi tidak seperti biasanya tangannya langsung di lepaskan Oleh Ye Lihua. Sontak Lin Tian kaget dengan cara Ye Lihua menolak dia saat itu, karena biasanya meskipun Lin Tian belum melihat wajah asli Ye Lihua atau melakukan hal yang jauh dari hubungan mereka tetap saja mereka seperti saudara sebelumnya.
Lin Tian juga sudah menganggap Ye Lihua sebagai keluarganya, dan biasanya Te Lihua akan selalu saling memegang tangannya di saat seperti ini.
"Jangan ganggu aku untuk balas dendam!" ucap Ye Lihua dengan dingin kepada Lin Tian.
Lin Tian yang merasakan aura Ye Lihua sedikit bergetar, terlebih saat tatapan dingin Ye Lihua menatapnya rasa sakit luar biasa muncul di hati Lin Tian.
"Kamu... apakah harus melakukan itu?" tanya Lin Tian dengan sedih.
"Harus! dia membunuh Hunhu, dan aku harus membalas dendam! aku harap kamu tidak menghalangiku, dan setelah semua selesai maka aku.." tiba-tiba Yen Lihua tidak melanjutkan ucapannya dan malah menatap wanita yang menjadi musuhnya itu dengan tatapan membunuh.
"Maka aku apa?" tanya Lin Tian yang tiba-tiba merasakan saat Ye Lihua berhenti sebentar tadi ada rasa lembut dari matanya.
"Tidak ada apa-apa! aku harap kamu jangan menghalangiku, dan seluruh pasukan kita akan diserahkan padamu" ucap Ye Lihua, setelah itu dia tidak lagi melihat Lin Tian dan hanya menatap ke depan bersiap untuk bertempur.
__ADS_1
"Kakak Long" ucap Seorang wanita yang mana dia adalah Dewi Phoenix suci dan juga istri dari naga kecil di masa itu.
"Em! semuanya ini adalah pertempuran akhir kita, selamatnya dunia itu tergantung degan kita jadi... Bunuh seluruh Pengkhianat ini untuk kedamaian dunia dewa!" teriak Naga kecil.
"Bunuh para pengkhianat!" teriak paukak disisi Naga kecil dengan keras.
"Bunuh!" Naga kecil langsung maju dan menyerang dewa kematian.
"Bunuh!'
Semua pasukan pun akhirnya bertempur dengan gila-gilaan di dunia utama itu, langit, tanah menjadi tempat perang di zaman itu. Hujan darah membasahi dunia dewa tersebut, mayat-mayat berjatuhan di tanah dunia tersebut.
BOOMM..
"Dewi Du mati!" teriak Ye Lihua menyerang ke arah Wanita yang menjadi musuhnya itu.
"Hm?"
BOOMM...
BOOMM..
"Dewa kematian! menyerahlah, kamu tidak akan bisa mengalahkan kami" ucap Naga kecil memandang dewa kematian yang telah di kelilingi oleh kelimanya.
"Hei... Dewa naga, apakah kamu fikir jika kamu bergabung bisa mengalahkan aku? jika itu dulu mungkin, sayangnya aku bukanlah orang yang sama dengan sebelumnya" jawab Dewa kematian, setelah itu aura aneh menyelimuti dewa kematian.
Dewa iblis yang merasakan aura itu menjadi tergerak dan dia sadar akan sesuatu yang selama ini terjadi kepada sukunya.
"Ka..kamu! jadi kamu pelaku yang menyebabkan banyak sukuku yang menjadi gila!" teriak dewa iblis dengan marah.
"Iya, lalu kenapa? mereka hanya semut, harusnya mereka beruntung bisa menjadi bahan percobaan ku" jawab Dewa krmatian dengan nada Sombong.
__ADS_1
"Sial! mati!"
BOOMM...
Pertempuran terjadi sangat lama di dunia itu, bahkan hampir satu tahun semua dewa itu masih bertempur dengan gila-gilaan. Dan seluruh tanah sudah di penuhi banyak mayat yang menumpuk, dengan adanya beberapa anggota badan mereka yang terpisah atau ada yang mati tanpa mayat sekalipun.
BOOMM..
"Sudah saatnya!" ucap Dewa kematian dengan senyum di wajahnya.
Dengan gerakan di tangannya, sebuah hal aneh muncul di langit dunia dewa itu. Hal aneh itu adalah sesuatu yang tidak pernah semua dewa itu duga, dan Saat naga kecil melihat itu wajahnya ketakutan sampai mati.
Dia bukan takut karena dia akan mati tapi dia takut karena hal yang muncul ini bisa membunuh mereka semua, dan bukan saja mereka yang ada disini tapi bahkan mereka yang telah bersembunyi jauh dari sini tetap akan mati.
"Dewa kematian! kamu gila? apa kamu benar-benar akan membunuh seluruh makhluk yang ada di dunia ini? kenapa kau membuat Meteor pemusnah turun kedunia dewa?" teriak naga kecil dengan gila..
meteor Pemusnah seperti namanya, dia berisi energi yang sangat luar biasanya dan perlu di ketahui kalau meteor itu telah di segel oleh mereka delapan dewa Dewi sebelumnya.
Karena mereka tahu kalau sekali meteor itu jatuh ke dunia dewa atua dunia lainnya maka mereka semua akan mati dengan hanya tersisa mayat saja, meskipun meteor yang akan jatuh itu tidak terlalu besar tapi dampaknya cukup besar untuk membunuh semua makhluk yang ada di dunia ini.
Meteor itu berisi energi aneh yang tidak dapat di tolak oleh tubuh para dewa, tapi energi aneh itu bukan untuk meningkatkan kekuatan mereka malah menyedot kekuatan serta roh mereka sampai mati.
"Ini disebut kiamat! saat dunia ini hancur aku akan membuat dunia baru" ucap dewa kematian yang menggunakan setemga topeng itu.
"Jadi... Kalian semua matilah untuk dunia baruku" ucap Dewa kematian dengan nada dingin, perlahan dewa kematian menghilang dan dia telah menyegel semua ruang bagi dewa Dewi yang ingin melarikan diri dari sana.
"Sial!" ucap naga kecil, saat dia ingin maju menahan meteor itu empat sosok tiba-tiba muncul di depannya dan menerbangkan dia jatuh ke tanah dengan keras.
"Kalian!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...