Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
275. Malangnya Lin Guang


__ADS_3

"Apakah ada masalah?".


"Tidak ada, hanya aku merasa kalau pria itu belum membuka segelnya".


Dewa Penghancur sedang duduk di kursinya dan di belakangnya ada sosok yang terlihat berdiri memandang dia. Tentu keduanya sudah sangat akrab dan mereja sudah mengetahui satu sama lain selama ini.


Rencananya dewa penghancur akan menunggu sampai segel dari alam langit menghilang. Tapi, sampai sekarang segel itu tidak hilang bahkan dia merasa kalau segel itu telah menjadi kuat. Hal ini membuat dia menjadi sedikit marah dengan apa yang di lakukan Lin Tian.


"Mungkinkah dia telah mengetahui rencana kita?" tanga sosok itu.


"Tidak! meskipun dia kuat dan pintar tapi dia tidak akan semudah itu mengetahui apa yang kita inginkan! apalagi aku merasa kalau pria ini sedang mencari sesuatu" jawab dewa penghancur dengan tegas.


"Kalau begitu mari kita tunggu sebentar. Dan jika memang dia tidak membuka segel maka kita bisa memulai dari tempat yang telah kita temukan itu" jawab sosok tersebut.


"Iya, hanya bisa begitu. Terima kasih sudah bersamaku selama ini" ucap dewa penghancur secara tiba-tiba.


Sosok itu terdiam saat mendengar ucapan dewa penghancur. Bahkan dia untuk sesaat tidak dapa mengatakan apapun sebagai jawaban dari ucapan dewa penghancur itu.


"Huf... Jangan terlalu sopan kepada! aku yang ingin mengikutimu dan aku juga menginginkan apa yang kamu inginkan juga" jawab Sosok itu setelah beberapa saat diam.


"Em! aku hanya berharap bocah itu tidak menghalangiku".


Sosok tersebut mengangguk setuju dengan ucaoan dari dewa penghancur. Bagaimana baik dia dan dewa penghancur tidak ingin Lin Tian mengganggu rencana mereka. Dan mereka juga tidak ingin me jadi musuh dengan Lin Tian setelah mereka melihat bagaimana cara dia memimpin perang.


"Terjabak dalam cinta itu memang sulit untuk dilepaskan" ucap dewa penghancur dengan agak berat.


"Tapi cinta juga adalah senjata paling kuat teruntuk pasangan tersebut".


Mendengar itu dewa penghancur hanya mengangguk, dia sudah mengetahui kalau cinta itu seperti pedang bermata dua. Jika tidak bisa mengendalikan pedang itu maka pedang itu sendiri akan memotong mereka atau tuan pedang itu menjadi debu.


......................


"Haa...!" kenapa aku harus bernasib seperti ini?".


Pria dengan baju yang lusuh dan kotor tiba-tiba muncul dari dalam rawa. Pria itu tentu adalah Lin Guang yang telah terdampar karena di terbangkan oleh Mo Gui sebelumnya.


Dengan keadaan itu Lin Guang keluar dari dalam rawa. Hanya saat dia keluar di tangan kanannya membawa mayat yang setengah sudah menjadi tulang keluar dari rawa itu.

__ADS_1


"Kenapa mayat ini begitu aneh? dan juga tulangnya kenapa itu berwarna perak bukan seperti tulang biasa?" fikir Lin Guang melemparkan mayat itu ke atas.


Dia memeriksa untuk beberapa saat tapi dia hanya menemukan suatu tulisan aneh yang tidak dia mengerti. tulisan itu sangat kecil bahkan jika orang-orang tidak terlalu memperhatikannya dengan teliti maka sangat tidak mungkin menemukan tulisan tersebut di tulang itu.


"Ais... Untung saja mayat ini tidak kebal terhadap petirku" ucap Lin Guang.


Saat dia terlempar masuk ke dalam rawa, Dia secara tidak sengaja menemukan banyak mayat seperti ini. Bahkan untuk mengalahkan mayat ini, dia harus menggunakan elemen petir dan apinya tapi itu juga tidak dapat menghancurkan tulang-tulang perak ini.


Hanya dapat membuat monster ini lumpuh atau jiwa yang tersisa di dalamnya menghilang. Dia juga sengaja untuk membawa satu mayat tulang ini agar bisa di lihat oleh Lin Tian.


"Haa...! kenapa hidupku sial sekali? lihatlah! pakaianku kotor dan juga wajah tampanku penuh dengan lumpur" ucap Lin Guang saat merasakan wajahnya yang kotor.


Dia memasukan mayat itu ke dalam cincin ruangnya, dan Lin Guang langsung mencari danau atau sungai yang ada di sekitar sana untuk membersihkan badannya.


Swiss....


"Hm? siapa itu? apakah itu juga makhluk aneh yang dikatakan kaisar?" ucap sosok hitam yang mana dia adalah anak buah Mo Gui.


"Mungkin! ayo kita tangkap dia" ucap yang lainnya.


BOOMM.


Lin Guang kaget dengan serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh ketiga bawahan Mo Gui itu.


"Sial! kenapa kalian memyerangku?" tanya Lin Guang yang benar-benar terlihat kesal menatap dua orang yang terbang di langit.


"Hm? makhluk aneh ini bisa bicara seperti kita?".


Keduanya terlihat kaget karena merasa kalau makhluk yang dikatakan oleh pemimpin mereka ini bisa bicara, dan mereka menebak kalau Lin Guang sebagai makhluk yang telah memiliki kecerdasan sendiri.


"Ini gawat! ayo tangkap dia".


Keduanya langsung menyerang Lin Guang yang tidak siap. Saat keduanya mendekat salah satu dari mereka menghilang, dan tiba-tiba muncul di belakang Lin Guang.


"Sial!" ucap Lin Guang yang mengayunkan kedua tinjunya ke arah keduanya.


BOOMM.

__ADS_1


"Eh?"


Lin Guang tercengang saat tahu kalau keduanya tidak bermaksud menyerang dia tapi mereka berdua ternyata ingin menyegel dia dengan sebuah jimat.


"Huf..!"


"Orang ini cukup kuat, sayangnya dia terlalu bodoh dan tidak tahu kalau kita hanya ingin menyegel dia" ucap salah satu dari dua orang itu.


"Iya! benar-benar bodoh".


Lin Guang yang mendengar ucapan keduanya benar-benar kesal, tapi dia tidak bisa bergerak ataupun berbicara lagi karena seluruh tubuhnya telah benar-benar di segel oleh jimat itu.


"Baiklah, mari kita bawa kembali ke istana!".


"Iya, tuan pasti senang".


Akhirnya kedua orang itu membawa Lin Guang kembali sebagai tahanan mereka berdua. Hanya terlihat ekspresi Lin Guang yang sudah depresi karena orang-orang ini merasa kalau dia adalah makhluk yang aneh.


"Aku tidak akan berani berbohong lagi kepada kakek" ucap Lin Guang dalam hatinya merasa kalau hidup sedihnya ini berhubungan dengan dia yang sering nakal dan tidak terkendali.


Di tempat lain, Mo Gui dan Zi Yanling terlihat sedang berdiskusi untuk mencari tempat bagi kelompok mereka sesuai dengan instruksi Lin Tian sebelumnya. Tiba-tiba saat mereka akan memutskan untuk memilih tempat, ada yang memberitahu dia kalau bawahannya membawa sosok aneh yang sudah memiliki kesadaran sendiri seperti layaknya manusia.


Jadi, mereka langsung pergi meninggalkan semua kepentingan mereka dulu dan keluar untuk melihat makhluk tersebut. Hanya apa yang mereka lihat tidak sesuai dengan kenyataan karena makhluk aneh yang di tangkap dua bawahan Mo Gui itu adalah Lin Guang yang di lemparkan oleh Mo Gui sebelumnya.


"Sial! ini adalah sepupu kaisar" ucap Mo Gui agak marah kepada bawahannya.


"Eh? tapi dia terlihat aneh dan juga sangat jelek" ucap salah satu bawahannya yang lain.


"Sial! siapa yang kau katakan jelek?" ucap Lin Guang yang telah di bebaskan dari jimat segel itu.


"Maaf saudara Lin! itu kesalahan bawahanku" ucap Mo Gui agak malu.


"Ais, tidak masalah! oiya, sebelumnya aku menemukan sesuatu yang juga aneh. Mungkin ini yang kalian cari".


"Benarkah?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2