Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
325. Keluarga Besar Lin Tian


__ADS_3

"Jika dulu aku tidak melakukan hal ceroboh, mungkin ke empat saudaraku masih hidup sekarang dan pertemanan kami tidak akan terpotong begitu lama" fikir dewa nerkaa menghela nafas.


Jenderal Zhao menepuk pundak dewa neraka, akibatnya dewa neraka tersadar dari fikirannya dan menatap jenderal Zhao dan yang lainnya disana dengan air mata jatuh membasahi pipinya.


"Terima kasih semua. Dan Maaf atas apa yang aku lakukan dulu". ucap dewa neraka dengan tulus sambil membungkuk sembilan puluh derajat.


"Sial, apa yang kamu lakukan! jika kamu terus seperti ini jangan anggap kami saudara lagi" ucap jenderal Nan membantu dewa neraka berdiri.


Jenderal Zhao dan yang lainnya mengangguk setuju, seorang saudara tidak perlu berterima kasih atau membungkuk di hadapan suadaranya yang lain. Lin Tian melihat ikatan saudara seperti ini merasa senanga, dia menatap ayah dan dua ibunya sambil mengangguk puas dengan apa yang dia lihat sekarang.


"Baiklah! aku lupa memberitahu kalian tadi, dalam lima tahun atau sepuluh tahun semua penguasa yang ada disini harus mencapai ranah Setengah dewa kaisar!". ucapan Lin Tian sontak membuat semua penguasa menjadi terdiam, mereka menatap Lin Tian dengan bingung.


"Tenang saja, ayahku akan membantu kalian nanti dan ayahku juga yang menjelaskannya bagaimana cara kalian mencapai ranah setengah dewa. Yang pasti kalian harus dapat mencapainya dalam lima tahun kedepan itu tugas kalian, bagaimana caranya itu tanggung jawab aku dan ayah" jelas Lin Tian dengan serius menatap semua penguasa yang ada disana.


Semua penguasa hanya bisa mengangguk setuju, dan mereka meyakinkan Lin Tian kalau mereka pasti akan berusaha mencapai ranah setengah dewa kaisar secepatnya. Lin Tian memberi tiga meteor kepada ayahnya, meskipun dia ingin terus menaikan kekuatannya dengan meteor itu. Tapi sekarang dia harus memastikan untuk meningkatkan kekuatan semua penguasa disini, bagaimanapun perang besar sudah mulai mendekat dan dia tidak dapat bertarung sendirian. Dan sudah pasti membutuhkan mereka semua membantunya menghadapi musuh yang kuat.


Lin Tian memanggil Bai Wutian lalu sediki membisikan sesuatu kepadanya, langsung sontak Bai Wutian mengerti apa yang dimaksud Lin Tian dan tanpa fikir panjang sore harinya setelah Lin Tian mengajak keluarganya berkumpul. Bai Wutian langsung menghilang entah kemana membuat Bai Yu sangat kesal dengan sikap suaminya itu.


Lin Tian hanya bisa menenangkan Bai Yu cukup lama sebelum Ying Huanhuan dan Ling Xu'er membantu Lin Tian untuk menangkan Bai Yu.


"Hei, wanita makhluk yang aneh. Jadi hal seperti itu harusnya kamu serahkan kepada ibumu atau istri-istrimu nak!" ucap Lin Dong mengingatkan Lin Tian tentang sifat wanita.


"Iya ayah, aku lupa itu. Untung kamu mengingatkan aku" jawab Lin Tian menghela nafas.


"An'er, apa kamu serius ingin memulai perang dengan kaisar langit terduhulu?" tanya Sheng Lien serius menatap Lin Tian.

__ADS_1


"Iya nenek, tidak ada pilihan lain lagi! jika aku tidak memulainya duluan dan malah dia yang memulai duluan, itu akan membuat kita jatuh kedalam kesulitan" jawab Lin Tian menyatakan tekadnya untuk berperang.


"Tapi dia sudah jauh melampaui kekuatan kita semua jadi pasti itu sangat sulit an'er"


"Kakek, yakinlah! dengan apa yang aku dan ayah rencanakan tidak lama untuk kalian mencapai ranah setengah dewa kaisar tapi tingkat apa yang kalian capai tentu itu tergantung kalain" jawab Lin Tian meyakinkan semua keluarganya itu.


"Jadi kapan kita menyerang pasti mereka?" tanya Lin dong.


"Setelah aku dapat membuat dewa penghancur setuju bergabung dengan kita".


"Apa kamu yakin dia akan setuju?" tanya Mu Xuanyin menatap suaminya itu.


"Tentu, aku yakin! setidaknya tujuh puluh persen aku bisa yakin dia akan setuju" jawab Lin Tian.


Akhirnya semua keluarga Lin Tian tidak lagi menanyakan hal tentang dewa penghancur maupun kaisar langit yang lama. Mereka berkumpul di meja makan bersama menikmati hari-hari indah keluarga mereka, melupakan masalah dunia yang sedang kacau.


"Em, dia sepertinya sibuk di ruang kerjanya. Suami kamu harus pergi melihatnya setelah ini, tadi aku telah memanggil dia tapi dia mengatakan kalau telah selesai baru dia akan kesini" jawab Mu Xuanyin.


Lin Tian mengangguk, setelah beberapa jam berlalu dan hari sudah gelap. Lin Tian dan keluarganya yang lain kembali ke kamar mereka masing-masing, tapi Lin Tian tidak kembali ke kamarnya. Dia malah pergi ke ruang kerja istana, saat dia membuka pintu ruang kerja istana yang seharusnya dia gunakan. dia melihat sosok wanita cantik tertidur pulas di meja kerjanya.


Melihat sosok cantik yang tertidur itu, Lin Tian tersenyum dan berjalan mendekati sosok itu. Sesampainya di meja kerja, Lin Tian menghelus wajah cantik Lan jingyi. Yang secara tidak sengaja membuat dia terbangun dari tidurnya, saat Lan jingyi bangun dia kaget melihat Lin Tian sudah ada di sampingnya.


"Tidak baik begitu bekerja keras untuk kesehatanmu sayang" ucap Lin Tian mencunit pipi Lan Jingyi.


"Aku ketiduran setelah menyelesaikan semua laporan keuangan negeri langit". jawab Lan Jingyi menghela nafas.

__ADS_1


"Begitulah? apa semua laporan keuangan sudah selesai? apa kamu akan pergi istirahat sekarang?" tanya Lin Tian berpura-pura penasaran.


"Em, aku akan pergi...Ah!"


Belum selesai Lan jingyi berbicara, Lin Tian sudah menggendongnya dan menjatuhkan Lan Jingyi di kasur yang ada di ruangan kerja istana itu. Lin Tian juga menutup semua jendela dan pintu yang ad disana, bahkan dia memasang formasi besar untuk mencegah orang masuk dan mendengar apa yang ada didalam.


"Sua..suami, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Lan jingyi cemas.


"Aku hanya ingin tidur bersama istriku. Apa? apa tidak boleh?" jawab Lin Tian tersenyum sambil menghelus wajah cantik Lan Jingyi.


"Te..tentu boleh tapi tidak seharusnya..Ah!".


Semua pakaian Lan Jingyi tiba-tiba lepas dari tubuhnya yang membuat dia kaget dan berteriak keras. Lin Tian tidak peduli dengan teriakan Lan Jingyi, dia mencium bibir kecil Lan jingyi itu dengan rakus.


"Jangan terlalu keras dengan dirimu! cukup temani aku dan jadilah istri yang baik untukku. Itu saja sudah membuatku bahagia dan merasa sempurna memiliki kalian" ucap Lin Tian membuat Lan jingyi tersentuh.


"Ingat! jangan pernah memaksakan diri lagi, dan untuk hukuman sekarang kamu harus melayani suamimu dengan baik. Apalagi sudah berapa kali kamu kabur dari suamimu ini?"


"A..aku akan mematuhi suami" jawab Lan Jingyi dengan malu.


"Bagus! kalau begitu bagaimana jika kita ganti posisi?" wajah tersenyum Lin Tian langsung membuat wajah Lan jingyi merasa malu. Tapi dia hanya mengangguk dan mengikuti apa yang diinginkan oleh Lin Tian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2