
Semua orang disana tertawa saat mendengar ucapan dari Zi Yanling, mereka merasa kalau diri mereka telah kembali saat-saat mereka hidup bersama.
Walaupun sayangnya banyak saudara dari mereka yang mati akibat kecerobohan tim mereka saat itu, tentu hal itu menyakitkan tapi mereka tahu kalau saudara mereka yang mati tidak ingin melihat mereka sedih karena itulah 'Tertawa bukan berarti bahagia, dan menangis bukan berarti sedih'.
Kadang mungkin orang lain melihat mereka tertawa merasa kalau hidup orang itu lebih baik dari dia, tapi kadang itu semua tidaklah seperti orang lain fikir karena mereka tidak mengemali yang lain dengan baik, kadang mereka hanya memperlihatkan sifat luar mereka agar menutupi apa yang ada di dalam hati mereka.
"Mereka sepertinya tertawa bahagia" ucap Roh pelindung kepada Lin Tian, keduanya masih berdiri tidak jauh dari istana pengadilan itu.
"Iya, tapi aku tahu kalau tawa mereka hanyalah sebuah kedok untuk menyembunyikan hati mereka yang sakit" jawab Lin Tian dengan wajah tenang memandang ke arah istana pengadilan itu.
"Kenapa mereka harus menyembunyikan perasaan mereka? bukankah jika mereka ingin menangis tinggal menangis saja?" ucap Roh pelindung merasa kalau orang-orang ini berfikir terlalu berlebihan.
"Itu karena dengan bersedih tidak akan ada menghasilkan apapun, yang mati tidak bisa hidup lagi bukan? jadi lebih baik mengukir saudara mereka di hati mereka sendiri lalu terus mengingat tujuan dan cita-cita dari mereka bersama saat bersama, agar membuat mereka bisa maju lebih jauh tanpa melupakan rasa sakit" jelas Lin Tian.
Mendengar itu roh pelindung terdiam dan tidak banyak bicara lagi, dia merasa kalau hidup memang terlalu sulit di pahami bahkan bisa dibilang sangat sulit di kendalikan oleh fikiran mereka. Hanya beberapa orang yang dapat mengendalikan sedikit takdir mereka sendiri dengan baik tapi bukan berarti mereka lepas dari takdir mereka.
"Ayo pergi, kita harus kembali secepatnya" ucap Lin Tian.
"Baik, kita akan kemana kaisar?" tanya roh pelindung kepada Lin Tian dengan wajah penasaran.
"Tentu saja ke neraka tepatnya tempat yang kami katakan sebelumnya itu!" ucap Lin Tian kesal.
"Iya, tapi yang aku tanyai adalah kaisar mau kemana sekarang? bukankah kaisar tinggal merobek ruang dan bisa sampai ke tempat kita sebelumnya dengan cepat? atau kaisar berencana untuk turun melalui jembatan itu lagi?" ucap roh pelindung dengan wajah polos.
Lin Tian yang mendengar itu langsung marah, jika dia bisa merobek ruang untuk turun ke neraka lalu kenapa tidak roh ini katakan dari tadi? padahal dia memang berencana turun melewati jembatan takdir.
"Kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku?" tanya Lin Tian.
"Kaisar tidak bertanya padaku" jawab roh pelindung polos.
__ADS_1
"Kamu ingin mati?" ucap Lin Tian sambil mengeluarkan bola api dari tangannya.
"Hiks! maafkan aku kaisar!" ucap roh pelindung dengan cepat saat tahu kalau Lin Tian marah kepadanya.
"Jika kamu masih bersikap bodoh aku akan melemparkanmu ke dalam ruang jiwaku untuk bermain dengan beberapa saudaraku nantinya" ucap Lin Tian.
"Tidak akan berani, saya akan mengubah sikap bodoh saya" jawab Roh pelindung dengan ketakutan.
"Siapa yang akan percaya denganmu!" ucap Lin Tian dalam hatinya sambil berbalik dan merobek ruang di depannya.
Keduanya pun masuk langsung menuju ke neraka paling bawah dimana orang-orang di dunia tingkat rendah sampai tinggi di hukum. Saat Lin Tian keluar dari ruang itu, melihat kalau tempat dia muncul dan berdiri ada di ujung jurang neraka.
Bahkan tidak ada jalan lain untuk menuju ke sisi yang lain dari neraka itu, karena di bawahnya Lin Tian melihat api yang sangat luar biasa panasnya jika itu orang biasa disini maka mungkin dia sudah mati meleleh.
"Apa ini nerakanya?" tanya Lin Tian kepada roh pelindung.
"Iya tuan, tempatnya berada jauh di depan butuh beberapa hari kita untuk kesana jika terbang" jawab roh pelindung itu.
Roh sialan ini mengatakan kalau dia bisa sampai ke neraka paling bawah dengan merobek ruang saja tanpa turun lagi ke bawah jembatan takdir, tapi sekarang untuk menuju tempat itu butuh beberapa hari kesana. Bukankah sama saja ini membuat dia kesal?.
"Kaisar aku tadi hanya mengatakan kalau kita bisa turun dengan merobek ruang dan juga bisa terbang kesana, aku tidak ada mengatakan kalau setelah kita merobek ruang tujuan kita sudah ada di depan mata" jawab Roh pelindung polos kepada Lin Tian.
Mendengar jawaban dari roh ini benar-benar membuat hati Lin Tian menyakitkan, dia sangat ingin menampar roh ini sampa mati sayangnya dia menghentikan rencananya. Karena dia sekarang sudah sampai maka dia tidak punya pilihan lagi untuk terbang menuju tempat itu.
Jika dia tahu akan butuh beberapa hari untuk sampai kesana maka dia akan pergi setelah masalah di negeri langit selesai tapi sekarang mungkin dia harus ke tempat itu dulu baru kembali.
"Baiklah, mari kita jalan! kami tunjukan jalannya" ucap Lin Tian.
"Ayeyeye kapten!" jawab roh pelindung itu dengan terbang di depan Lin Tian sebagai pemimpin jalan.
__ADS_1
"Haa..." Lin Tian hanya dapat menghela nafas berat sambil mengikuti roh pelindung itu.
......................
"Kaisar harimau bagaimana?" tanya Dewa angin.
"Menurutmu bagaimana?" tanya Bai kecil menatap dewa angin.
Saat ini keduanya berada di dalam aula pertemuan, dan mereka hanya sedang menunggu perubahan yang terjadi di negeri langit. Beberapa saat lalu dewa angin melihat Bai Kecil tersenyum dia merasa kalau ada berita dari alam langit, karena itulah dia langsung menanyakan keputusan Bai kecil.
"Baiklah! kakak juga sudah setuju mengirim pasukan kesana, dan juga orang-orang itu sudah berada di negeri langit jadi mari kita kesana!" ucap Bai kecil berdiri dengan senyum diwajahnya.
Dewa angin yang melihat kalau Bai kecil berdiri dan memutuskan untuk bergerak, dia dengan senang hati langsung menerima perintahnya itu dan mengatakan semuanya kepada seluruh pasukan yang telah bersiap untuk bertempur.
"Hahaha, akhirnya kita berangkat! semuanya jangan buat malu pasukan kita!" teriak jenderal Nan Mo dari keluarga Nan.
"Haaa!" semua pasukan itu berteriak dan mengangkat senjata mereka ke langit.
Yang lain juga begitu, mereka mengangkat senjata mereka pertanda mereka telah siap untuk bertempur. Bai kecil yang melihat kesiapan para pasukan itupun mengangguk puas.
"Kaisar harimau, semua siap!" ucap dewa angin setelah beberapa saat baru saja kembali ke sisi Bai kecil.
"Hei, saatnya kita berangkat! aku harap mereka tidak mengecewakanku" ucap Bai kecil dengan senyum dingin sambil mengangkat tangannya dan sebuah lubang hitam muncul di langit
"Semua dengarkan perintahku, Bunuh!" teriak Bai kecil sambil memimpin terbang langsung ke lubang hitam.
"Bunuh!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...