Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
125. Pill Saint tingkat tinggi


__ADS_3

"Apa yangy terjadi?".


Bai Yu kaget saat melihat ledakan besar dari dalam istana, itu hanya beberapa saat sebelum dia cemas dan langsung berlari menuju ke dalam istana dengan sangat cepat.


Di ikuti dengan Ming Bi'er yang juga penasaran dengan apa yang terjadi di dalam istana, tentu tiga wanita serta Lin Xin dan Mu Jing'er yang sedang berdebat pun ikut menuju ke dalam istana.


Bai Yu tidak lama berhenti di ruangan yang masih tertutup tapi di atasnya sudah hancur karena ledakan sebelumnya, wajah Bai Yu khawatir melihat lubang besar di langit tersebut.


"Suami?" ucap Mu Xuanyin khawatir juga setelah asap tebal yang menjulang ke langit.


"Apakah Lin Tian di dalam?" tanya Lin Xin kepada Mu Jing'er.


"Iya, dia berada di dalam tapi apa yang terjadi sampai-sampai ledakan sebesar itu terjadi?" jawab Mu Jing'er bingung.


BOOMM...


"Uhuk...uhuk..." tak berselang lama pintu di depan mereka akhirnya jatuh, sesosok yang penuh dengan debu serta wajahnya yang berantakan, bahkan seluruh badannya tersebut sudah menjadi hitam.


Hanya giginya yang masih putih dan terlihat masih bersih dari seluruh badan sosok tersebut.


"Sial! ledakannya terlalu besar, dan juga petir apaan itu? hanya menyambarky sekali saja, ini jelas mereka balas dendam!" ucap sosok tersebut dengan kesal.


Tentu sosok itu adalah Lin Tian yang baru saja terkena samberan petir karena membuat sebuah Pill di dalam ruangan rahasia.


"Su..suami?" ucap Mu Xuanyin, tapi wajah yang awalnya khawatir hampir tertawa saat melihat bagaimana tampilan Lin Tian sekarang.


Bukan hanya Mu Xuanyin, Ming Bi'er, Bai Yu dan yang lain juga tertawa melihat penampilan Lin Tian yang berantakan tersebut.


"Hahahaha, cucuku! sepertinya kali ini penampilan mu sangat bagus" ucap Ming Bi'er tertawa melihat ke arah Lin Tian.


"Nenek, aku cucumu bisakah tidak di tertawakan seperti itu" ucap Lin Tian agak kesal.


"Ayolah, jarang-jarang juga ibu melihat kamu berpenampilan seperti ini, hehe."

__ADS_1


Bai Yu juga ikut menggoda Lin Tian karena penampilannya yang sekarang berantakan itu, yah melihat semua wanita itu tertawa Lin Tian hanya dapat mendesah pelan tapi setidaknya dia juga senang melihat keluarganya yang tertawa bahagia itu.


"Andai saja aku dan keluargaku bisa seperti ini terus, mungkin itu akan lebih menyenangkan" ucap Lin Tian dalam hatinya sambil mendesah.


Karena tidak ada di dunia tempat dia tinggal ini yang bisa hidup bahagia selama kekuatan mereka masih sangat lemah, di tambah dengan peraturan dimana yang kuat dia lah yang berkuasa membuat Lin Tian harus terus meningkatkan kekuatannya.


"Oiya, apakah kamu berhasil?" tanya Bai Yu kepada Lin Tian.


"Hehehe, tentu saja berhasil ibu." ucap Lin Tian memperlihatkan Pill emas di hadapan semua wanita tersebut.


"Pill saint tingkat tinggi?" ucap Lin Xin sangat kaget melihat Pill tersebut.


"Cih! Apa yang kamu kagetkan? sepupu kecil adalah pria yang hebat, hanya Pill tingkat tinggi tentu saja sangat mudah di buat olehnya" ucap Mu Jing'er mengejek Lin Xin.


"Kamu ingin bertarung?".


"Lalu? ayo! siapa yang takut dengan mu!" jawab Mu Jing'er sama-sama kesal.


Lin Tian tersenyum melihat tingkah kakak sepupunya yang lucu tersebut, mungkin jika ada orang lain dari alam lain melihat ini mereka tidak akan percaya kalau dua wanita tercantik dari alam langit akan memiliki sikap seperti itu.


"Tentu saja, apa kamu fikir pria mu ini berbohong padamu?" jawab Lin Tian dengan senyum jahat memandang Lan jingyi.


Lan jingyi yang melihat tatapan dan senyum Lin Tian langsung mundur ke belakang Mu Xuanyin secara spontan, dia seperti masih mengigat hari itu di kepalanya.


"Jangan menakuti saudari Jingyi!" bentak Mu Xuanyin kepada Lin Tian.


Lan jingyi mengangguk setuju sambil melihat Lin Tian hanya dengan mengeluarkan kepalanya dari belakang tubuh Mu Xuanyin.


"Apakah kamu juga ingin di hukum?" tanya Lin Tian dengan senyum memandang Mu Xuanyin.


"Ibu!" ucap Mu Xuanyin yang kabur ke belakang Bai Yu, di ikuti Lan Jingyi juga bersembunyi di belakang Bai Yu.


"Bisakah kamu tidak menggertak kedua istri mu ini?" tanya Bai Yu agak marah kepada Lin Tian.

__ADS_1


"Ibu, aku anakmu? apakah kamu tidak membelaku dan malah membela istri-istri ku yang nakal?" tanya Lin Tian agak sedih.


"Mereka menantuku dan tentu anakku juga, apa ada masalah?" tanya Bai Yu dengan senyum dingin di wajahnya.


Lin Tian akhirnya tidak menggoda kedua istrinya lagi, karena dia tahu jika ibunya marah maka nasibnya pasti akan sama dengan Bai kecil.


Dia melihat ke arah Sheng Chu'er yang kebingungan dengan semua yang terjadi, dia hanya dapat mendengar apa yang di katakan semua orang disana tapi tidak bisa melihat apa yang terjadi.


Lin Tian agak sedih melihat Sheng Chu'er yang terlihat kebingungan dan seperti sedang mencari Seseorang untuk bertanya itu, pada akhirnya semua wanita yang tadi disana diam memandangi wanita yang cantik dan lembut itu.


"Saudari Lan? ibu? nenek Ming? Saudari Mu?" panggil Sheng Chu'er degan cemas karena tidak dapat mendengar suara mereka lagi


Dia benar-benar terlihat ketakutan sambil meraba-raba di sekitarnya dengan cemas, Lin Tian menangkap tangan Sheng Chu'er tersebut dan memeluknya dengan penuh kasih.


"Aku disini, aku sudah bilangkan kalau aku tidak akan meninggalkanmu?" ucap Lin Tian sambil memeluk Sheng Chu'er.


"Saudara Lin." ucap Sheng Chu'er yang masih cemas akan di tinggal lagi oleh orang-orang di dekatnya, dia masih trauma dengan kejadian masa kecilnya dulu sampai sekarang.


Dia takut, takut di tinggal sendirian di dalam kegelapan yang tidak berujung ini dulunya tapi saat dia bersama Lin Tian dia sedikit bisa melihat cahaya dan saat dia mengenal Lan Jingyi harinya pun sedikit berwarna dari pada biasanya.


Dia akhirnya menangis di pelukan Lin Tian dengan keras, dia hanyalah wanita yang tidak bisa melihat sekarang dan mudah untuk di manfaatkan tapi Lin Tian tidak melakukan itu.


Malah Lin Tian merawatnya dengan baik, bukan hanya Lin Tian tapi Lan jingyi, Mu Jing'er, Mu Xuanyin dan juga Bai Yu benar-benat merawatnya bahkan mau membantunya yang buta ini sejak dia tinggal disini.


"Sudah jangan menangis, suami mu ini berhasil membuat Pill untuk mu dan mulai sekarang kamu bisa melihat wajah tampan suamimu ini" ucap Lin Tian dengan lembut.


"Benarkah?" tanya Sheng Chu'er dengan penuh harapan.


"Iya saudari kecilku! suami tidak akan pernah mengingkari perkataannya kepada kita" ucap Mu Xuanyin menyentuh pundak Sheng Chu'er dengan lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2