Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
372. Menerobos.


__ADS_3

"Kamu harus maju ke ranah dewa kaisar nak! Kalau ayahmu dan juga dua pamanmu tidak cocok menjadi penguasa era ini, dan ayah juga ingin berlibur dengan ibu-ibumu. Jadi biarkan tulang tua ayah ini beristirahat, yah!" ucap kata-kata Lin Dong yang meninggalkan Lin Tian dengan wajah cemberut.


"Apakah semua keluargaku ini berandalan?" ucap Lin Tian dalam hatinya.


"Hahaha, sepertinya Paman Lin juga memiliki jiwa muda sepertiku. Kakak, sebaiknya kamu juga harus mengalami jiwa muda sepertiku dan saudara yang lain" ucap Bai kecil kepada Lin Tian.


"Jangan ingatkan aku soal kalian para berandalan, jika aku tidak serius dalam melakukan sesuatu apakah kalian fikir bias berlibur dan sesantai itu?" tanya Lin Tian yang membuat Bai kecil langsung terdiam.


Memang benar, jika Lin Tian tidak melakukan tugasnya dengan sangat baik sebagai pemimpin mana mungkin mereka dapat waktu sebebas itu di luar. Jangankan waktu, bahkan mungkin mereka akan di sibukan mengurus banyak hal-hal aneh di dalam pimpinan Lin Tian.


"Dan juga kamu lihatlah, Lan Jingyi dan juga Mu Xuanyin membantuku sejak aku menjadi kaisar langit. Bahkan Lan jingyi telah membantuku sejak aku masih seorang penguasa kehancuran. Dan kamu kebanyakan melakukan apa saudara keduaku yang baik?".


"HM! kakak mari kita bahas itu nanti, aku pasti akan memberikan liburan yang baik kepadamu setelah semua masalah ini selesai" ucap Bai kecil dengan suara agak kaku.


"Bagus kalau begitu, aku menunggu liburan yang kamu katakan itu" jawab Lin Tian tenang sambil tebrang menuju kelompok Lin Diao.


"Salam kaisar".


Semua pasukan kecuali keluarga Lin Tian memberi hormat padanya. Lin Tian hanya membalas anggukan kepada mereka sebelum menatap Huang De dengan serius.


"Apa kamu serius?" tanya Lin Tian.


"Iya, tapi aku mohon anda dapat membiarkan sukuku hidup di dunia anda. Dan aku bisa bersumpah untuk anda kalau sukuku hanya akan menerima perintah anda, dan aku berani bersumpah bila sukuku melakukan hal kotor yang berlebihan menurut anda mereka semua akan musnah di sambar petir kesengsaraan" jawab Huang De.


"Ha...! jujur aku tidak ingin sumpahmu, aku hanya ingin kalian tidak membuat masalah seperti ini lagi maka itu saja sudah cukup untukku. Dan aku juga tidak pernah membenci kalian, alasan aku ingin memusnahkan kalian awalnya memang karena bahayanya diri kalian tapi sekarang aku bisa tahu kalau bukan kalian yang berbahaya" jelas Lin Tian menatap Huang Sheng yang tengah bertarung dengan Lin Dong.


"Terima kasih kaisar" ucap Huang De penuh terima kasih.

__ADS_1


"Terima kasih kaisar" semua suku Huang memberi Lin Tian penghormatan yang tulus. Pria muda di depan mereka ternyata bukanlah pria yang berfikiran sempit seperti yang mereka fikirkan selama ini.


"Tidak perlu! Huang De, aku hanya butuh energi dan tubuhmu. Apakah kamu serius ingin memberikannya kepadaku?" tanya Lin Tian menatpa Huang De.


"Iya kaisar. Hamba siap mati untuk anda" jawab Huang De dengan hormat.


"Bagus! kalau begitu aku terima kesetian kalian, dan aku pastikan ada hadiah yang akan kalian terima setelah semua ini selesai" ucap Lin Tian dengan tegas sambil tersenyum menatap semua suku Huang.


Huang De tiba-tiba mengumpulkan seluruh kekuatannya tepat ke tubuhnya, perlahan semua kekuatan darah dan dagingnya semakin menguat. Saat Lin Tian melihat itu, dia langsung menggunakan teknik melahapnya dan menelan Huang De di bawah tatapan Suku Huang.


"Kami memberi hormat kepada ayah" ucap Semua suku dengan suara menyedihkan menatap kepergian Huang De.


"Jaga diri kalian baik-baik dan hiduplah dengan baik" ucap Huang De tersenyum puas melihat anak-anak yang telah dia rawat selama ini. Mungkin dia selalu bersikap dingin kepada mereka dan kadang dia juga terlihat tidak peduli dengan kematian anak-anaknya, tapi di hati kecil Huang De masih merasakan sakit yang sangat sakit. Bagaimanapun dia adalah ayah dari semua Meteor perak, dan karena dia adalah seorang pemimpin di sukunya membuat dia tidak boleh menunjukan sedikitpun wajah sedih kepada mereka.


Tapi untuk kali ini biarkanlah semua rasa sakit, sedih, dan juga kebahagian terlihat di wajahnya. Dia sudah pasti akan menghilang dari dunia ini dan inilah saat-saat terakhir untuk dia melihat anak-anaknya yang dia sayangi itu.


"Ayah!".


Wajah sedih Huang Zhisi terlihat jelas, dia sekarang mengerti kalau ayahnya bukan tidak berhati. Tapi itu semua karena dia seorang pemimpin yang membuat ayahnya itu tidak boleh menunjukan sikap kasihan kepada mereka, karena itu bisa membuat mereka terlihat manja dan selalu bergantung kepadanya.


"Sial! kurang ajar kau Huang De!" teriak Huang Sheng marah saat melihat kalau Huang De di telan oleh Lin Tian.


Dia sangat jelas kalau Huang De benar-benar ingin mengorbankan dirinya untuk membuat Lin Tian maju ke ranah dewa kaisar dengan sekali jalan. Jika Huang Sheng tahu semua ini, maka dia pasti akan membunuh Huang De duluan sebelum memulai rencananya. Tapi dia tidak menyangka kalau Huang De akan berani mengorbankan dirinya agar Lin Tian maju ke ranah dewa kaisar.


"Tidak! ini semua tidak boleh terjadi!" ucap Huang Sheng yang langsung pergi menuju Lin Tian.


"Jangan kemana-mana! tetap bersamaku" ucap Lin Dong memukul mundur Huang Sheng dengan ekor naganya.

__ADS_1


BOOMMM..


"Lin Dong!" teriak Huang Sheng marah.


"Hahaha, kau akan lihat bagaimana anakku menjadi dewa kaisar sesungguhnya. Inilah akibat kamu mengganggu aku dan juga anakku" ucap Lin Dong dengan senyuman mengejek di wajah naganya.


BOOMMM..


BOOMMM..


"Ah! taring iblis!" teriak Huang Sheng.


"Aku juga punya, Taring Naga bumi" ucap Lin Dong..


BOOMMM...


Di tempat lain Lin Tian terlihat mulai menyerap semua energi yang dia dapat dari Huang De, di dalam tubuh Lin Tian Huang De sudah mulai berubah menjadi energi yang luar biasa menyapu seluruh Meridian dan juga tulang-tulang di tubuh Lin Tian. Di tambah darah dari tubuh Huang De membuat kekuatan darah Lin Tian terus makin meningkat dan juga membuat energi yang dia serap semakin murni.


"Gabungkan seluruh energi menjadi satu dan ciptakan energi baru, dengan begitu pintu yang tertutup ini bisa aku buka" ucap roh Lin Tian di hadapan Pintu putih dengan dipenuhi gambar empat binatang suci dan juga sepasang mata biru dan emas.


"Gabung!" Lin Tian mulai menyatukan seluruh energi yang ada di dalam tubuhnya. Dengan cepat, seluruh energi itu menyatu dan membuat tubuh asli Lin Tian menjadi bercahaya biru, emas, putih, hitam, dan abu-abu. Setiap cahaya mewakili seluruh elemen dan juga hidup mati yang membuat Lin Tian perlahan merasakan seluruh nafas hidup orang-orang di sekitarnya.


BOOMMM....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2