
BOOMM...
Lin Tian dan dewa neraka terus menyerang singa perak dengan sangat cepat. Dewa neraka menjadi penyerang dan Lin Tian bersiap untuk mencoba mengambil kesempatan menarik singa perak kedalam dimensi melahapnya.
"Sial!"
Singa perak sangat marah dengan setiap serangan yang di lepaskan oleh keduanya apalagi dia sekarang sangat berhati-hati dengan Lin Tian yang jelas ingin menarik dia masuk kedalam lubang hitam.
Meskipun dia kurang mengerti apa itu luabng hitam tapi dia tidak akan pernah membiarkan dirinya masuk kesana karena jelas sekali masuk maka hidupnya akan berakhir seperti tiga lainnya.
"Apakah masih lama?" tanya dewa kematian kepada dewa kaisar Kematian dengan suara lemah.
"Sedikit lagi, aku butuh waktu untuk menstabilkan ruang di dalamnya sebelum kita masuk" jawab Dewa kaisar kematian dengan suara lemah juga.
Dua telah berusaha berkonsentrasi untuk merobek ruang di depannya meskipun telah berhasil dan membesar sekarang tapi masih butuh waktu untuk menstabilkan ruang tersebut agar bisa mereka masuki.
Mendengar jawaban dari dewa kaisar Kematian keduanya mengertakan gigi mereka dan terus menyalurkan energi mereka kepada Dewa kaisar kematian tanpa henti.
BOOMM..
"Sial!".
Singa perak terus berteriak marah karena melihat kalau dewa kaisar Kematian telah benar-benar berhasil merobek ruang. Dan dia sadar kalau dia tidak segera membunuh orang-orang ini maka mereka pasti akan kabur dari tata Surya ini dengan selamat.
"Hancurkan untukku!" teriak singa perak berteriak dan energi merah keluar dari tubuhnya membentuk sebuah pedang merah darah raksasa di kepalanya.
Pedang itu langsung mencoba menebas Lin Tian dan dewa neraka. Tapi keduanya telah tahu akan serangan tersebut dan mencoba untuk menghindari pedang darah itu. Tiba-tiba singa perak tersenyum ke arah mereka yang membuat Lin Tian dan dewa neraka tanpa sadar menoleh ke arah tujuan sebenarnya pedang darah tersebut.
"Sial!" ucap keduanya serentak dan langsung terbang mengejar pedang darah itu.
"Kemana kalian pergi!" ucap Singa perak langsung memukul keduanya dari belakang tanpa disadari oleh mereka berdua.
BOOMM..
'Ugh!" keduanya terpental jauh.
Lin Tian yang sadar kalau tujuan pedang darah adalah dewa kaisar Kematian dan dua saudara dewa neraka dengan menggertakan giginya merobek ruang di belakangnya dan berpindah tepat di depan ketiganya.
__ADS_1
Dia dengan cepat menggunakan elemen melahap dan es nya untuk menahan dan menarik serangan itu kedalam lubang hitam tersebut.
BOOMM...
"Ugh!" Lin Tian memuntahkan darah karena serangan yang terlalu kuat untuk ditelan oleh lubang hitam elemen melahapnya sendiri.
"Sial! semut sungguh merepotkan" ucap Singa perak dengan marah.
"Semut yang kamu katakan itu akan sangat kuat selama mereka bersama dan meskipun mereka sendiri mereka tetap kuat jauh dari apa yang kamu bayangkan" ucap dewa neraka sambil tersenyum muncul di belakang singa perak.
"Kurang ajar!"
Baaammm...
Dua pukulan bertabrakan, membuat angin yang besar disekitar mereka akibat tabrakan kedua pukulan tersebut. Lin Tian telah menstabilkan dirinya setelah berhasil menahan serangan pedang darah Singa perak.
"Apakah semua siap?" tanya Lin Tian kepada dewa kaisar Kematian.
"Su.."
"Gawat! kau cepat menghindar" ucap dewa kaisar Kematian saat merasakan energi yang luar biasa mendekat ke arah mereka.
"Kenapa kau lama sekali?" ucap sosok biru yang baru saja muncul di samping singa perak.
"Kamu? kenapa disini?" tanya Singa perak menatap Pria yang muncul itu.
"Itu karena kamu terlalu lama! dia kesal dengan keterlambatan mu membuatku jadi turun tangan membereskan semuanya" jawab pria berjubah biru itu dengan santai.
Mendengar jawaban pria biru itu wajah singa perak menjadi jelek, jelas setelah kembali tuannya akan sangat marah kepadanya apalagi dia telah kehilangan tiga dari mereka akibat pertempuran ini.
"Hm? jadi merekakah?" ucap pria berjubah biru menatap Lin Tian dan yang lainnya.
Melihat pria berjubah biru yang wajahnya tertutup itu membuat Lin Tian dan dewa neraka tiba-tiba merasakan tekanan yang kuat. Mereka berdua mencoba menggertakan gigi menahan tekanan tersebut sambil melindungi dewa kematian dan dewa kehancuran.
"Dewa kaisar Kematian! aku telah memberimu kesempatan untuk hidup tapi kamu.. Sungguh membuatku kecewa" ucap pria berjubah biru tersebut dengan kecewa memandang dewa kaisar Kematian.
"Aku tidak perlu rasa kasihanmu! kalau bukan karena pria bodoh itu mungkin kamu juga tidak akan ada dikehidupan sekarang" jawab dewa kaisar Kematian dengan marah. Tapi dia masih terus menyalurkan energi untuk menstabilkan robekan ruang tersebut.
__ADS_1
"Kamu terlalu bodoh! aku sebenarnya sangat ingin kamu hidup tapi... Pada akhirnya aku harus berat hati harus membunuhmu" ucap pria itu mengulurkan satu jarinya menunjuk ke arah Lin Tian dan yang lainnya.
"Jari pertama, penghancur gunung" ucap pria tersebut dengan tenang.
Di langit satu jari telunjuk yang besar muncul menekan Lin Tian serta dewa neraka. Melihat kekuatan dari jari yang lebih kuat dari mereka, keduanya akhirnya dengan keras kepala menyalurkamn energi dan menahan jarinitu sekuat tenaga mereka.
BOOMM...
"Agh!".
Dewa neraka langsung berdiri di depan Lin Tian yang menyebabkan kurangnya tekanan dari serangan tersebut. Meskipun begitu Lin Tian tetap terluka dan terpental tepat di depan robekan ruang tersebut.
"Ho? bisa menahan satu jariku itu sudah hebat! baiklah bagaimana yang kedua?"
"Jari kedua, Langit!" ucap pria berjubah biru itu dengan santai.
Dua jari lain muncul di langit dengan cara yang sama menyerang Lin Tian dan yang lainnya. Wajah dewa kaisar Kematian berubah sangat jelek tapi tiba-tiba dua sosok mendorong dia dan juga Lin Tian serta dewa neraka bersamaan masuk ke dalam robekan ruang tersebut.
Wajah dewa neraka dan Lin Tian berubah saat melihat dua sosok yang berdiri di luar robekan ruang tersebut.
"Kalian!"
"Hahaha, kakak hanya ini yang dapat kami lakukan untukmu dan dia" ucap dewa kematian dengan tertawa lepas memandang dewa neraka dengan wajah lembut.
"Iya, kali ini kami pergi duluan tapi kamu harus berjanji tidak boleh mengikuti kami terlalu cepat! bocah kecil ini masih perlu didikan dan bantuanmu, setelah semua di antara kami kamulah yang paling jenius dan juga paling kamu kagumi. Aku dan saudara lainnya berharap kemenangan kalian setelah kekalahan ini".
Dewa kehancuran tersenyum memandang dewa neraka, dia memandang Lin Tian dengan wajah yang tidak berbeda dengan dewa neraka membuat hati Lin Tian menjadi sangat sakit melihat wajah keduanya. Tapi dia tidak dapat berbuat apapun karena dia sudah masuk ke dalam robekan ruang tersebut.
"Bocah! jangan kalah lagi setelah ini, kami percayakan harapan kami dan alam langit kepadamu dan kakak!" ucap dewa kematian kepada Lin Tian.
"Jangan! kalian.."
"Selamat tinggal!".
"Tidakkkk!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...