Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
184. Hancurnya Formasi


__ADS_3

"Apa sesuatu terjadi di luar?" tanga Dong Tu yang masih duduk dengan tenang di tahta dewa neraka.


"Tidka tuan, meskipun tiga pasukan bergabung mereka masih tidak akan dapat menghancurkan formasi kita, hanya keluarga Nan sepertinya telah menyembunyikan kalau para jenderal tingkat tinggi mereka telah sembuh dari racun kita, jadi korban di pihak kita.." wajah orang yang mengatakan itu agak jelek, apalagi setelah mendengar berita kalau di empat sisi perbatasan tiga di antaranya membeku dan satunya lagi hancur menjadi abu disana.


"Aku tidak menyangka keluarga Nan masih saja merepotkan seperti biasanya" ucap Dong Tu melihat ke arah Nan Yong.


"Hm! kamu tidak akan bisa mencapai apapun yang kamu inginkan selama prajurit keluarga Dong kami ada!" ucap Nan Yong dengan keras sambil menatap Dong Tu jijik.


Mendengat perkataan Nan Yong sedikit membuat Dong Tu menjadi jelek, di antara empat jenderal jika ada yang paling kuat dan ahli dalam bertempur maka keluarga Nan yang paling keras kepala di antara mereka. Keluarga Nan benar-benar sangat kuat dan juga setia kepada negeri langit dan kuat dalam serangan bersama.


"Biarkan seluruh keluarga kita keluar untuk menyerang mereka, dan katakan kepada mereka untuk meminum darah itu jika perlu" perintah Dong Tu.


"Baik tuan" jawab pria itu berdiri dan segera mengirimkan perintah yang di berikan Dong Tu kepad ayang lainnya, meskipun ada beberapa orang di keluarga Dong tidak ingin meminumnya tapi karena ini adalah perintah mereka hanya bisa terpaksa melakukannya.


"Mari kita lihat apakah benar mereka bisa menembus formasi ku ini" ucap Dong Tu dengan wajah tenang memandangi Nan Yong yang menatapnya dengan kebencian.


Di luar formasi terlihat Lin Tian memegang bola hitam seukuran telapak tangan di tangan kanannya, dia sedikit tersenyum lalu melemparkan bola itu ke arah keluarga Dong di depannya.


Dengan tidak cepat tapi pasti bola itu mendekati semua keluarga Dong, perlahan saat bola itu mendekati sebagian keluarga Dong yang sudah mendengar perintah untuk masuk ke dalam formasi tapi karena mereka berada paling depan jadi tidak secepat yang di belakang mereka tiba-tiba berhenti dan tidak bisa lari lagi.


"Apa yang terjadi?" fikir orang-orang yang tidak dapat menggerakkan badan mereka lagi.


"Telan" ucap Lin Tian pelan, setelah itu hal menakjubkan terjadi yaitu semua yang tadi tidak bisa bergerak di tarik ke dalam bola hitam itu dengan paksa.


"Ah! tidak." teriak beberapa dari mereka ketakutan, setelah menelan bola itu pun berubah menjadi besar bisa di bilang hampir sebesar ukuran dari formasi tersebut.


Swishh..


Lin Tian muncul di atas bola hitam itu dan memyentuhnya lalu mengangkatnya ke atas dengan santainya, melihat hal itu wajah semua orang kaget dan beberapa dari mereka bahkan menelan ludah mereka kembali.


"Ini sepertinya cukup" ucap Lin Tian dengan senyum dingin memandangi formasi di depannya.


"Hancurlah!" teriak Lin Tian mengayunkan bola raksasa itu ke formasi besar tersebut dengan kuat.

__ADS_1


BOOMM...


"Haaaaa!" Lin Tian dengan keras menekan formasi tersebut dengan bola kehancuran yang sudah besar itu.


Seluruh formasi bergetar yang membuat gempa besar di dalam formasi tersebut, Dong Tu yang masih tersenyum di dalam merasakan gempa tersebut segera berdiri dan langsung keluar dari istana untuk melihat apa yang terjadi karena dia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi di luar sana.


benar saja, dia melihat bola hitam besar sedang berusaha menghacurkan formasi darah yang di buat keluarganya, dan saat dia melihat siapa itu wajah Dong Tu benar-benar kebingungan karena dia tidak tahu siapa pemuda yang sedang berusaha keras menghancurkan formasi tersebut.


"Sial! semuanya bantu untuk menahan serangan itu, salurkan energi kalian cepat!" teriak Dong Tu dengan cemas.


Semua keluarga Dong langsung mendengar perintah Dong Tu segera bergerak menyalurkan energi mereka ke dalam formasi darah, Lin Tian yang melihat itu pun marah besar dan menambah energi ke dalam bola raksasa itu.


"Hancurkan!" teriak Lin Tian dengan keras.


Crackkk...


Perlahan formasi retak di depan mata Dong Tu, yang membuat dia benar-benar panik dan terus memaksa yang lain mengirim energi mereka dengan gila-gila ke dalam formasi darah.


"Hancur...!"


BOOMM...


Formasi di depan mata keluarga Dong hancur berkeping-keping dan kabut merah pun segera menghilang dalam sekejap, Lin Tian yang memegang bola hitam itu pun langsung melenyapkan bola hitam itu dengan cepat agar tidak meledak disana.


Jika meledak maka mungkin setengah dari ibukota akan lenyap dalam sekejap, karena itu dia buru-buru mengontrol kekuatanya dan menyerapnya kembali ke tubuh dia sendiri.


"Uhuk!" seluruh keluarga Dong langsung memuntahkan darah setelah formasi hancur, Mu Jing'er yang melihat semuanya tersenyum dan memerintahkan semua bersiap menyerang setelah keluar.


Swish..


"Bunuh!" teriak Lin Guang saat semua alam di dalam pagoda keluar, bahkan di sisi tiga jenderal juga mulai menyerang keluarga Dong dengan marah.


"Tidak ada pilihan lain!" ucap Dong Tu menelan Setu botol darah, di ikuti oleh semua pauskan dari keluarga Dong yang tersisa.

__ADS_1


BOOMM..


ROAARR...


"Kalian tidak akan pernah bisa menang" teriak Dong Tu yang telah berubah menjadi monster raksasa dengan sayap hitam di punggungnya.


"Bunuh!" teriak Jenderal Nan Mo dengan marah saat melihat perubahan keluarga Dong.


BOOMM..


BOOMM..


Pertarungan sengit pun terjadi di atas ibukota alam bawah, semua pasukan dari tiga jenderal dan juga beberapa alam yang ikut bersama Mu Jing'er menyerang. Tidak lama juga beberapa tetua alam lainnya yang telah pulih juga membawa pasukan untuk melawan keluarga Dong.


BOOMM..


"Kamu bangsat!" teriak Dong Tu memukul ke arah Lin Tian yang diam beridiri di langit.


BOOMM..


Lin Tian terlempar keras ke beberapa rumah disana sebelum berhenti di rumah kelima, tapi segera Lin Tian berdiri sambil menggelengkan kepalanya memandang Dong Tu sudah bukan dewa atau bahkan manusia lagi itu.


"Kamu benar-benar rela berubah menjadi seperti ini hanya karena kekuasaan dan kekuatan?" tanya Lin Tian dengan nada tenang kepada Dong Tu.


"Ini adalah kekuatanku jadi tentu saja tidak masalah, di dunia dimana kekuatan paling berkuasa apapun tentu akan ku lakukan! dan selama keluaga kami menguasai alam langit maka kami dapat melakukan apapun" jawab Dong Tu dengan senyum dingin dan jijik ke arah Lin Tian.


"Kamu benar-benar sudah tidak dapat di selamatkan" jawab Lin Tian tenang, dia menghilang dan segera muncul di depan Dong Tu.


"Cakar harimau hitam!" ucap Lin Tian, cakar hitam raksasa muncul dan menggenggam Dong Tu yang telah menjadi raksasa itu dengan kuat.


"Ah!" Dong Tu menjadi kesakitan saat itu juga, dia berusaha bebas dari genggaman cakar raksasa tersebut tapi tetap saja tidak bisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2