
"Baiklah, kalau begitu di saat semua alam telah mengirimkan bantuan ke alam bawah maka saat itu rencana di mulai" ucap jenderal Yun setelah benar-benar mengerti rencananya.
Lin Tian dan Nan Yong tidak keberatan, mereka juga mengangguk setuju karena di saat itulah waktu yang tepat untuk memulai rencana merak, jadi setelah itu Lin Tian mencoba mencari Bai kecil untuk memberi dia tugas tapi dia benar-benar gagal menemukan dimana posisi Bai kecil sekarang.
Karena itulah dia menggunakan kekuatan jiwanya dan berkomunikasi dengan Bai kecil, yang Lin Tian tidak sangka adalah Bai kecil sekarang benar-benar telah berada jauh di perbatasan selatan.
"Kalau begitu lakukan apa yang bisa kamu lakukan, jika kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan hubungi aku" ucap Lin Tian menggunakan kekuatan jiwanya kepada Bai kecil.
Setelah itu Lin Tian megeluarkan api dewa naga dan memintanya untuk melepaskan sedikit api kecilnya untuk menyamar ke bagian Utara dimana jenderal wanita Zao berada.
"Yah, saatnya kita menyamar juga" jawab Lin Tian dengan senyum di wajahnya.
Setelah dua hari kemudian, beberapa bantuan datang ke ibukota alam bawah saat mendengarnya Lin Tian langsung bertemu dengan Nan Yong yang telah menyiapkan semua yang di butuhkan Lin Tian.
"Mereka adalah jenderal tingkat tinggi yang ahli dalam bersembunyi dalam keluarga Nan saudara Tian" ucap Nan Yong memperkenalkan beberapa orang di belakangnya.
"Salam tuan muda Tian, dan terima kasih telah membantu kami" ucap mereka semua berterima kasih tulus kepada Lin Tian.
"Tidak masalah, semuanya berada di kapal yang sama sekarang jadi kita harus bisa saling membantu untuk bisa menyelesaikan masalah di depan kita" ucap Lin Tian dengan santai.
Setelah itu keduanya berbicara dan Nan Yong memerintahkan sepuluh dari mereka untuk mengikuti semua perintah Lin Tian, para jenderal yang di pilih tidak menolak permintaan jenderal muda itu karena mereka juga tahu berkat pemuda ini juga jenderal muda mereka bisa selamat dari bahaya yang mengancam nyawanya beberapa hari yang lalu.
Setelah semua yakin dan siap, Nan Yong langsung pergi untuk menyiapkan keberangkatannya ke ibukota menyambut pasukan alam lain yang membantu mereka.
"Paman semua, aku akan menjelaskan rencananya kepada kalian semua" ucap Lin Tian serius.
Sepuluh jenderal itu mengangguk dan langsung mendengarkan semua rencana Lin Tian dengan baik, bahkan mereka yang seorang jenderal tingkat tinggi kagum dengan bagaimana Lin Tian menjelaskan dengan baik rencananya kepada mereka tanpa sedikitpun gugup.
__ADS_1
"Bagaimana paman?" tanya Lin Tian kepada kesepuluh jenderal tingkat tinggi.
"Semuanya tidak masalah tuan Tian, tapi apakah kita perlu untuk menyiapkan pasukan untuk kesana secara sembunyi?" tanya salah satu jenderal yang paling tua dan tertinggi di antara kesepuluhnya.
"Itu perlu paman! karena aku merasa kalau mungkin mereka juga akan bergerak saat semuanya berada disana, karena dengan begitu mereka dapat dengan mudah mengendalikan semuanya saat itu" jawab Lin Tian.
"Kalau begitu, biarkan jenderal Na Jo dan Nan Po untuk memambawa pasukan pembunuh secara sembunyi kesana, dan kalian harus benar-benar tidak ketauan bahkan oleh jenderal muda sekalipun" ucap jenderal Nan Mo.
"Siap jenderal Nan mo" ucap keduanya dengan serius.
"Baiklah, paman Nan Mo bisa mengurus pembagian tugas, karena yang penting saat kita tahu siapa musuh sebenarnya di antara ke tiga jenderal maka kita langsung mengirimkan sinyal dan berita lalu mengirim pasukan saat semua yang terkuat sedang tidak ada disana" jelas Lin Tian dengan serius.
Semua jenderal itu mengangguk akhirnya di putuskan kalau jenderal Nan Mo akan ikut bersama Lin Tian ke perbatasan barat dan di tambah dengan satu jenderal lainnya, setelah pembagian tugas selesai semuanys langsung berangkat untuk pergi ke masing-masing misi mereka.
Setelah dua hari berlalu saat sehari sebelumny Nan Yong dan jenderal Yun berangkat, Lin Tian dan yang lainnya pun seger berangkat juga untuk memulai misi mereka dan semua itu benar-benar tertutup bahkan Nan Yong serta jenderal Yun hanya tahu sedikit tentang misi yang di berikan Lin Tian itu.
"Aku merasa tidak tuan muda Tian, karena di antara para jenderal hanya jenderal Dong yang memiliki ikatan paling kuat kepada kaisar langit dulunya" jawab Nan Mo yang sudah hidup sejak zaman kaisar langit dulu.
"Iya, setauku bahkan jenderal Dong sering bermain catur bersama dengan kaisar langit saat itu" tambah salah satu jenderal yang ikut bersama mereka berdua.
Lin Tian yang mendengar jawaban keduanya mengangguk, dia sedikit terkejut dengan Jenderal Dong yang memiliki hubungan sebaik itu dengan kaisar langit dulunya, tapi itu tidak membuktikan kalau tidak ada kemungkinan dia ataupun jendral lainnya tidak berkhianat.
Kadang rasa cemburu, iri, dan juga status akan membuat iblis di hati setiap orang yang benar-benar tidak memiliki kesabaran, terbukti saat Lin Tian di dunia biru saat leluhur sekte langit sendiri berani mengkhianati saudaranya hanya untuk status kekuasaan.
"Sepertinya kita menemukan hal yan merepotkan" ucap Nan Mo melihat di depannya ada monster darah yang tiba-tiba muncul, lebih dari lima puluh dari mereka berlari dengan gila melihat kalau ada manusia yang hidup di depan mereka.
"Serahkan padaku!" ucap Jenderal yang ikut itu.
__ADS_1
BOOMM..
Rooaarr...
Monster darah itu pun hancur dlam sekejap oleh jenderal tersebut, bagaimana pun kekuatan monster darah yang muncul bagaiman semut bagi ketiganya jadi tidak dapat menghalangi mereka untuk terus maju.
Jalan yang mereka pilih juga adalah yang terjauh serta berbahaya, karena jika mereka lewat jalan ibukota ke perbatasan itu akan membuat mereka ketauan karena setip gerbang ibukota di jaga oleh penjaga. Jadi Lin Tian dan yang lain memutusman melewati jalan lain untuk sampai ke perbatasan barat.
Swishh...
akhirnya setelah beberapa jam melewati hutan mereka sampai di perbatasan barat, hal yang pertama membuat mereka kaget adalah tidak ada bau-bau monster darah disana. Bahkan mereka melihat kalau di gerbang masuk serta di atas tembok perbatasan barat hanya ada sedikit orang yang mengawasi.
Ini benar-benar di luar perkiraan Lin Tian dan jenderal Nan Mo yang berfikir kalau pasti baik gerbang barat, timur maupun selatan dan Utara pasti akan menempatkan banyak pasukan di atas tembok perbatasan.
"Apa yang terjadi? kenapa gerbang barat terlihat sangat santai?" ucap Nan Mo dengan tidak percaya.
Lin Tian juga sedikit aneh, jadi dia mengirimkan sekelompok serangga kecil yang terbuat dari api dewa naga masuk ke dalam perbatasan itu untuk melihat dan memantau di dalamnya.
"Mari kita sedikit menjauh dan mencari tempat aman dulu paman" ucap Lin Tian setelah mengirimkan serangganya.
"Baik!" jenderal Nan Mo tidak menolak dan ikut dengan Lin Tian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1