
BOOMM...
Serangan dari meriam yang di hasilkan naga kecil sungguh luar biasa besar di bandingkan meriam dari yang lainnya. Hal itu bahkan menembus langsung ke depan seperti meteor yang jatuh ke bumi dalam kecepatan yang sangat cepat.
Bahkan hampir semua meteor perak yang tadi berada di depan sudah hancur menjadi debu, hanya tersisa beberapa meteor perak yang terlihat sedang memulihkan diri mereka tapi regenerasi mereka benar-benar sangat lambat akibat serangan dari kapal Bai itu.
"Hm! sepertinya efektif" ucap Bai kecil melihat banyak meteor yang mati serta meteor-meteor yang tersisa.
"Kakak, apa itu? kenapa mereka bisa terluka dan mati begitu mudah? setahuku sangat sulit untuk membunuh mereka, tapi hanya dengan menggabungkan kekuatan ke dalam meriam dapat membunuh mereka" ucap naga kecil yang awalnya tidak berfikir hasil dari perbuatannya akan sebesar ini.
"Ho, aku lupa memberitahu kalian kalau meriam itu di buat dari tubuh meteor yang telah di ambil oleh kakak sebelumnya. Dan bola meriamnya juga terbuat dari meteor itu sendiri". jawab Bai kecil santai sambil meminum anggurnya.
"Kenapa aku tidak tahu soal itu?" tanya naga kecil bingung.
"Saat kalian semua sedang sibuk berlatih aku membuatnya sendiri" jawab Bai kecil lagi dengan santai dan sangat menikmati hidupnya.
"Sial! kalau bukan karena bocah kecil itu aku tidak akan meminum anggur kesayanganku" ucap Bai kecil di dalam hatinya saat dia memikirkan Hei An yang telah mengambil hati anaknya.
"Sudah, kembali ke posisi dan tembak lagi mereka" perintah Bai kecil dengan santai tapi masih agak kesal saat memikirkan kalau anaknya telah direbut oleh orang lain.
"Apakah kita akan maju?" tanya Naga kecil.
"Tentu saja tidak, biarkan kapal tetap begini dan tunggu yang lain datang dulu baru kita pergi" jawab Bai kecil langsung tidur.
"Kakak ini.." naga kecil agak kesal melihat Bai kecil yang sesantai itu tapi dia tahu kalau Bai kecil masih marah dengan Hei An.
"Semuanya tembak sekali lagi, bersihkan jalan dan jika ada yang datang lagi tembak saja" ucap naga kecil.
"Baik". semuanya membidik pasukan meteor perak dan menembak mereka lagi hingga tidak ada sisa satupun dari mereka. Empat juta pasukan yang di kirim oleh Huang De hancur menjadi debu di depan serangan kapal besar yang dibuat oleh Bai kecil.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? kenapa tidak da lagi tanda kehidupan dari pasukanku?" tanya Huang De berdiri dengan wajah kaget.
"Kenapa?" tanya Huang Sheng yang berada di belakangnya.
"Semua pasukan kemungkinan sudah musnah! aku tidak tahu bagaimana mereka bisa membunuh pasukanku tapi yang pasti tidak ada tanda kehidupan satupun dari mereka yang aku rasakan" jawab Huang De dengan marah.
"Ho? bagaimana bisa?" tanya Huang Sheng bingung.
"Aku tidak tahu, sekarang aku hanya akan memerintahkan semua pasukanku untuk menunggu di gerbang portal tempat mereka akan muncul. Dengan begitu mungkin pasukanku dapat menang, jika aku mengirimkan pasukan kesana lagi mungkin mereka semua akan mati tanpa alasan yang jelas" ucap Huang De langsung memerintahkan semua pasukannya menunggu musuh di depan gerbang portal tempat Bai kecil dan yang lainnya akan keluar.
"Kau bertindak begitu cepat, apakah kamu benar-benar mengirimkan semua pasukan kita untuk menunggu musuh disana?" tanya Huang Sheng serius.
"Iya, saat ini aku harus menghancukan seluruh orang-orang yang menjadi musuhku dengan satu kali pukulan" jawab Huang De dengan serius.
Tiba-tiba Huang Sheng yang ada di belakang Huang De tersenyum jahat. dia tidak mengatakan apapun dan hanya berdiri di samping Huang De dengan tenang. Huang De yang masih sibuk berkomunikasi dengan pasukannya tidak mengetahui kalau wajah Huang Sheng yang tiba-tiba berubah.
"Apakah kita hanya akan menunggu?" tanya salah satu jenderal yang sekuat singa perak.
"Iya, tuan bilang kita harus menunggu disini sampai musuh muncul. Kabarnya pauskan yang di bawa jenderal di bawah kita hancur sangat cepat" jawab Singa perak yang terlihat berbeda dari sepuluh tahun yang lalu.
"Iya, kalau begitu kita hanya dapat bersabar untuk sementara waktu sampai makanan kita muncul bukan?". Seorang wanita bersayap kelelawar duduk di kapal besar yang bergaya mewah.
"Kau kenapa kelihatan tenang-tenang saja? bukankah kau juga sudah lama tidak merasakan daging dewa?" tanya manusia bertanduk banteng.
"Tentu saja aku ingin. tapi Aku sekarang hanya ingin menikmati tubuh pria, jadi tolong berikan kepadaku beberapa pria yang kuat untuk melayaniku nanti" jawab wanita bersayap kelelawar.
"Dasar wanita mesum" ucap beberapa Jendral dalam hati mereka
"Oiya, singa perak! bukankah kamu pernah kalah di dunia dewa? bagaimana rasanya kalah untuk pertama kali dalam hidupmu?" tanya Wanita bersayap keleawar itu.
__ADS_1
"Tidak enak, tapi juga suatu pelajaran bagiku agar tidak terlalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu" jawab singa perak santai tidak terlalu peduli dengan tatapan semua jenderal yang sepangkat dengan dirinya itu.
Semua pasukan meteor perak menunggu di tata Surya dengan tenang, tapi dalam lima hari berlalu dan pada akhirnya sepuluh hari berlalu tidak ada tanda-tanda kalau pasukan yang menghancurkan kelompok yang di kirim oleh tuan mereka muncul.
Tidak diketahui oleh semua meteor perak itu adalah semua pasukan yang mereka harapkan muncul malah terlihat santai dan bahkan banyak yang tertidur di dalam ruang itu. Naga kecil bahkan kadang memainkan beberapa permainan dengan leluhur Long hingga bosan, kadang dia juga mengajak yang lainnya untuk minum atau melakukan sesuatu yang lain.
"Ha...! aku benar-benar bosan" ucap Naga kecil sambil memainkan botol anggur yang telah kosong.
"Apakah kita tidak akan bergerak?" tanya Leluhur Kong.
"Lihatlah! kakak saja sedang tidur bagaimana kita bisa bergerak tanpa perintahnya? jika kita mengambil keputusan yang salah malah kita yang di hajar olehnya" jawab Naga kecil kesal menatap Bai kecil yang masih tidur tanpa merasakan sedikitpun gangguan.
"Kamu benar, jika kita berani melakukan hal yang tidak dia sukai begitu saja mungkin leher kita akan hilang" ucap salah satu leluhur dari suku naga.
"Bagus kalau kalian mengerti".
Swisshh..
"Aaaa!". naga kecil kaget dengan beberapa sosok yang tiba-tiba naik ke kapalnya.
Sosok yang naik itu tidak lain adalah Lin Dong, Lin Diao, Lin Xiao dan beberapa orang yang dikenal oleh naga kecil. Di antaranya ada Lin Niao wanita yang beberapa tahun ini dia rindukan.
"Niao.. Niao?" ucap naga kecil kaget.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1