Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
138. Dewa angin Vs pria bertopeng


__ADS_3

Mendengar perkataan dewa angin wajah pria bertopeng berubah jelek, dia tentu paham apa yang di maksud oleh dewa angin tapi dia mencoba tetap tenang sekarang karena tujuannya datang kesini adalah untuk mengambil sesuatu di makam ini.


Apalagi jika dia melawan Dewa angin tidak ada kemungkin untuk menang apalagi dia berada di alam angin itu sendiri, jadi dia hanya perlu mencari kesempatan untuk menemukan celah masuk ke dalam makam di saat dewa angin lengah.


"Hahaha, dewa anginkah? aku dengar anakmu mati di alam kehidupan, aku turut berduka untukmu" ucap pria bertopeng dengan sedikit mengejek dewa angin.


"Buka topeng mu itu! dasar pecundang yang hanya bisa bersembunyi di bawah topeng!" teriak dewa angin dengan marah saat pria itu menyebut anaknya yang telah mati.


Bagaimana pun tuan muda kedua adalah anaknya, meskipun dia tahu kalau anaknya melakukan kesalahan tapi sebagai seorang ayah dia tetap masih menyayangi anaknya itu, walaupun dia tidak di anggap seklipun oleh tuan muda kedua sebagai ayahnya.


"Dasar pria bodoh! aku akan jujur padamu, orang yang mengubah anakmu menjadi seperti itu adalah kelompok naga Phoenix, tujuan mereka adalah untuk menjadikan Anak mu sebagai eksperimen mereka, sayangnya anakmu sudah berhasil tapi mati di tengah jalan" jelas pria bertopeng dengan wajah berpura-pura sedih di hadapan dewa angin.


Mendengarkan perkataan pria bertopeng, wajah dewa angin berubah sangat marah dia tentu tahu hal tersebut jika tidak kenapa dia tidak marah kepada Lin Tian dan yang lainnya saat itu, jelas semua ini juga ada salah dirinya andai saja dia lebih memperhatikan anak-anaknya hal ini pasti tidak akan terjadi.


"Mati! pukulan naga angin!" teriak dewa angin.


ROAARRR...!


Melihat serangan yang datang itu, pria tersebut tidak marah dan tidak menyerang balik ke arah naga angin yang datang kepadanya, dia malah lari dan mencoba menghindari serangan dari naga angin tersebut.


BOOMM....


Sayangnya dia tidak bisa lari dan naga angin itu menyerangnya cukup keras yang membuat pria tersebut terpental jauh dari tempat dia terus lari tersebut.


"Ugh!"


Pria itu mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya dan terhempas langsung ke arah makam, melihat hal itu semua orang tahu kalau pria bertopeng sudah kalah.


Tapi saat dewa angin melihat pria terlempar ke arah makam dia gemetar karena marah, dia bergegas mengejar pria tersebut ke arah dalam makam itu.


"Aku pasti akan membunuhmu!" teriak dewa angin dengan sangat marah, jelas pria itu menghindari serangannya dan saat di depan gerbang makam dia sengaja untuk tidak menghindari serangan tersebut.


Tujuannya hanya agar dia terlempar ke dalam makam tanpa melawan dewa angin, sebagai penguasa alam angin tentu saja dewa angin tahu itu tapi dia telah terlambat untuk mengetahui rencana pria tersebut karena dia marah tadi.

__ADS_1


Para tetua yang awalnya senang tiba-tiba mengubah wajah mereka saat melihat arah dimana pria itu juga terlempar, mereka berusaha berdiri dan mengejar masuk ke dalam makam.


"Sial! orang ini licik sekali, dia sengaja untuk tidak menghindari serangan dewa angin hanya untuk masuk ke dalam makam!" teriak salah satu tetua dengan marah sambil mengejar dewa angin dari belakang.


BOOMM..


BOOMM...


Dewa angin terus bertempur dengan pria bertopeng saat para tetua muncul di dalam makam, dan disana mereka melihat kadang dewa angin terus menghindar dari pria bertopeng itu tanpa alasan yang jelas, mereka tidak dapat mengerti kenapa dewa angin menghindar meskipun pria itu tidak menyerangnya.


"Apa yang terjadi?" tanya salah satu tetua dengan tatapan aneh.


BOOMM...


Yang mereka lihat hanya dewa angin yang terus menghindari setiap serangan pria bertopeng, tapi setiap dewa angin menghindar ada sebuah ledakan aneh yang tidak dapat mereka mengerti sampai sekarang.


"Aku tidak mengerti, tapi kemungkinan itu adalah serangan tersembunyi dari pria bertopeng itu! apa kalian tidak ingat sebelumnya kita juga terluka dengan serangan yang aneh dari orang ini?" tanya pria yang mana dia adalah tetua kedua dari keluarga angin.


Saat mereka mengingat pertempuran mereka sebelumnya, mereka juga sadar akan hal itu dan mereka ingat kalau saat mereka terluka bahkan mereka tidak merasakan dimana serangan muncul atau apa bentuk serangan tersebut.


BOOMM...


Terlihat pria bertopeng itu mencoba memberi tawaran kepada dewa angin agar dia tidak terlalu menghabiskan tenaga melawan dewa angin disini, karena takut kalau dia terlalu lama maka akan ada beberapa hal merepotkan yang akan terjadi.


Apalagi alam angin pasti memiliki beberapa leluhur yang lebih kuat dari dewa angin, tentu para leluhur seperti itu wajar ada di setiap alam maka dari itu dia tidak bisa terlalu lama disini.


"Mimpi! aku pasti akan menangkapmu, dan mencari tahu dimana sarang kelompok itu berada!" teriak dewa angin dengan marah.


BOOMM...


"Sayang sekali, aku bahkan tidak tahu dimana orang itu berada sekarang, dengar! baik aku dan kamu memiliki musuh yang sama, bagaimana jika kita bersatu untuk mencari mereka?" ucap pria Bertopeng dengan masih tersenyum santai disana.


BOOMM..

__ADS_1


"Mimpi! kamu harus mati!" teriak dewa angin marah.


BOOMM...


BOOMM...


Pertarungan terus berlangsung, anehnya dewa angin hanya berhasil membuat pria bertopeng mundur tapi tidak berhasil menyerangnya dengan keras disana, hal itu di karenakan beberapa serangan aneh yang membuat dewa angin terus menghindari orang itu.


"Orang ini sudah benar-benar bukan seperti kami lagi" ucap dewa angin melihat pria bertopeng itu.


Dia sudah jelas melihat semuanya, kalau bukan karena mata angin serta dia berada di alam angin maka mungkin sulit untuk menghindari bahkan membuat pria itu terus menerus di pukul mundur sekarang.


BOOMM....


"Apa tujuanmu datang kesini?" tanya dewa angin dengna serius kepada pria bertopeng itu.


"Hanya jalan-jalan melihat alam angin dan makam keluargamu, percayakah?" jawab pria bertopeng itu dengan tenang.


Tentu saja jawaban pria itu tidak membuat dewa angin percaya, dia mengeluarkan pedang anginnya dan menebas lagi ke arah pria tersebut dengan sangat cepat.


BOOMM...


Pria itu terlempar lagi tapi saat dia selesai memuntahkan seteguk darah wajahnya pun tersenyum di saat setelah berhasil menemukan apa yang dia cari disana, dia tidak membuang waktu lalu terbang dengan cepat ke arah yang dia tuju.


"Kemana kamu akan pergi!" teriak dewa angin mengejar pria itu dengan cepat, di belakangnya para tetua juga ikut mengejar pria tersebut.


"Hahaha, dewa angin aku meminjam ini dulu" ucap pria tersebut yang berdiri di sebuah makam yang terlihat baru saja di bangun.


BOOMM...


Makam itu pun meledak dan sebuah peti mati pun terlihat setelah makam itu hancur, melihat peti mati itu wajah dewa angin berubah ketakutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2