Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
221. Dewa Penghancur


__ADS_3

"Dewa laut! apakah kau benar-benar akan berperang dengan kami?" ucap jenderal Zao yang berdiri di depan gerbang pertahanan untuk masuk ke wilayah istana langit atau ibukota dari negeri langit.


"Aku bukan ingin berperang tapi hanya ingin mengambil alih istana langit" jawab dewa laut yang terlihat berdiri di langit, tapi tiga jenderal tahu kalau itu hanya klon dari dewa laut.


"Apakah kau benar-benar sangat ingin menjadi kaisar langi? apakah kau tidak tahu, meskipun menjadi kaisar langit tapi kamu tidak akan bisa masuk ke dalam istana langit!" teriak jenderal Bei.


Dewa laut tidak menjawab dia hanya tersenyum memandang tiga jenderal itu dengan jijik, dia tentu tahu semuanya tapi meskipun begitu jika dia menaklukkan negeri langit bukankah berarti sama saja dia menjadi kaisar langit? dan tidak perlu untuk masuk ke istana langit setelah dia menjadi kaisar langit karena dia bisa menghapus hal tersebut setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Aku tidak peduli dengan itu, sekarang aku ingin kalian memilih apa mau menyerah atau mati? jadi pilihlah dengan baik" ucap dewa laut.


"Apa kamu fikir kami takut denganmu? jangan harap! suatu saat kaisar langit yang asli akan muncul dan mengambil kembali tahtanya dan meskipun kami harus mati disini setidaknya kami tidak akan membiarkan kamu menyentuh istana langit!" teriak jenderal Nan dengan tegas menolak.


Bahkan dua jenderal lainnya dengan tegas menolak permintaan dewa laut juga, bagi mereka hanya kaisar langit lah yang berhak masuk dan duduk di tahta negeri langit dan hanya dia penguasa seluruh alam langit.


"Hahaha, kalau begitu mari kita berperang! dan akan ku pastikan kalau tiga Jenderal yang tersisa menghilang sepenuhnya dari alam langit" ucap dewa laut memandang ketiganya dengan tatapan kejam.


"Selama kita bertahan sampai pasukan dewa kegelapan dan alam lainnya datang, kita pasti dapat mengalahkannya saat itu." ucap jenderal Zao.


Jenderal Bei dan jenderal Nan tentu mengerti, yang perlu mereka lakukan adalah bertahan sampai bantuan lain datang. Itu bukan karena mereka tidak bisa mengalahkan dewa laut tapi sejak pertempuran sebelumnya entah kenapa mereka merasakan kalau kekuatan pasukan dewa laut darah semakin meningkat melebihi pikiran mereka.


"Hahaha, kalian tidak akan bisa menunggu bantuan datang. Karena mereka juga sibuk dengan masalah alam mereka sendiri-sendiri" ucap dewa laut darah, dia sepertinya tahu apa yang sedang di fikirkan oleh ketiga jenderal itu.


Tapi sayangnya ketiganya tidak tahu kalau setiap alam yang lainnya juga telah mendapatkan beberapa masalah sekarang, dan dia lebih tahu kalau tidak akan ada yang datang membantu mereka disini.


"Apa maksudmu?" tanya jenderal Zao yang memiliki firasat tidak baik.


Tiba-tiba sebelum dia mendengar jawaban dari dewa laut darah, sebuah pesan di kirimkan kepadanya dan isinya membuat dia bergetar karena marah.


"Kau! kau bekerja sama dengan mereka? apakah kau...?" jenderal Zao tidak dapat menahan amarahnya melihat dewa laut darah.


"Hahaha, iya aku adalah salah satu jenderal di bawah perintah tuanku! dan saat kaisar langit jatuh aku memang ikut di dalamnya tapi di tugas yang lain" ucap dewa laut darah dengan senyum dingin.

__ADS_1


"Jadi kau juga antek dari orang itu! kau pantas mati!" teriak jenderal Nan yang marah, dia akan bertarung dengan dewa laut tapi di hentikan oleh jenderal Zao dan Bei.


"Siapa tuanmu sebenarnya? kenapa dia membunuh kaisar langit?" tanya jenderal Zao.


"Kalian bisa memanggil tuanku Dewa Penghancur! dan apa tujuan dari tuanku membunuh kaisar langit aku pun tidak tahu" jawab dewa laut.


Ketiga jenderal tidak menyangka kalau dewa laut sejak dulu adalah bawahan dari Dewa penghancur, meskipun mereka tidak tahu siapa sebenarnya dewa penghancur ini tapi kemungkinan tuan dari Dewa laut ini adalah dewa yang sejajar atau sama kuatnya dengan kaisar Langit.


Apalagi dari kata-kata dewa laut jelas kalau ada jenderal lain yang sama-sama kuatnya dengan dia, karena itulah hal-hal yang terjadi di alam lainnya pasti ada kaitannya dengan kelompok dewa penghancur ini.


"Kau tidak akan pernah hidup lama karena membunuh kaisar langit dewa laut darah" ucap Jenderla Zao dengan dingin.


"Aku tidak pernah membunuh kaisar langit, tuanku lah yang membunuhnya" jawab dewa laut darah santai.


"Tapi karena kalian tidak ingin menyerah, aku hanya perlu membunuh kalian jadi.. Semuanya keluar dan serang!" teriak dewa laut darah.


Lalu banyak kelompok tiba-tuba muncul entah darimana, mereka berpakaian serba hitam lalu di pakaian mereka ada gambar naga di setiap pria dan Phoenix di setiap wanita.


BOOMM..


Pertempuran besar pun terjadi di negeri langit, dewa laut melihat hal itu tersenyum semuanya sesuai dengan perintah tuannya dan apa yang terjadi di alam lain telah membuat rencananya berjalan mulus.


"Dewa laut darah!" teriak jenderal Nan yang segera terbang ke arah dewa laut darah.


Tapi saat jenderal Nan sampai, dewa laut darah telah menghilang dari sana karena itulah serangan dari jenderal Nan menjadi sia-sia.


"Jenderal Nan, kita akan segera bertu tapi tidak sekarang! aku harap kalian dapat bertahan, hahahaha" suara dewa laut darah bergema di seluruh negeri langit.


"Ah! dewa laut darah, aku pasti akan membunuhmu!" teriak Jenderal Nan, dia marah dan langsung berpindah menyerang pasukan kelompok dewa penghancur dengan brutalnya.


BOOMM.

__ADS_1


BOOMM..


"Ah!" Mayat dan teriakan menyedihkan terdengar di seluruh alam langit, dan anehnya saat tiga jenderal melihat mayat dari kelompok dewa laut mereka melihat orang-orang ini mati dengan senyum di wajah mereka.


"Mereka benar-benar tidak takut mati" ucap Jenderal Bei.


"Ini adalah pasukan yang siap mati, tapi bagaimana bisa? sekuat-kuatnya seseorang setiap kematian datang mereka akan memperlihatkan sedikit rasa takut" ucap Jenderal Zao.


Swish..


"Aku menduga kalau mereka sudah di kendalikan" ucap jenderal Nan setelah bertarung dengan orang-orang itu.


"Kita tidak punya pilihan lain, cobalah untuk mengurangi korban di sisi kita! selama itu bisa maka kita bisa lebih siap menghadapi pasukan dewa laut darah yang sebenarnya" ucap jenderal Zao.


Keduanya terdiam, dari kata-kata jenderal Zao mereka mengerti kalau dewa laut darah belum mengirimkan pasukan aslinya tapi meskipun begitu kekuatan orang-orang ini bahkan cukup kuat untuk mengalahkan pasukan mereka.


"Sial!" ucap Jenderal Nan kesal.


......................


Di alam elemen...


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi nona" ucap Lin Sang tersenyum melihat sosok wanita yang muncul di langit.


Wanita itu tersenyum ke arah Lin Sang, dan di belakangnya lebih dari sepuluh ribu pasukan yang berdiri menunggu perintah dari wanita tersebut.


"Hehehe, Dewa Lin masihlah tampan seperti terakhir kali kita bertemu, dan maaf budak kecil ini datang mengganggu Dewa Lin kali ini" ucap si wanita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2