
"Bibi, apakah benar beberapa dari mereka disini?" tanya wanita cantik dengan pakaian merah.
"Iya, kita harus mencari orang ini karena dia yang dapat membuat sesuatu yang kita inginkan itu" jawab wanita cantik yang lainnya.
"HM.. Ayolah, Ibu Mu dan Sheng sedang hamil sekarang dan sepertinya ayah juga sedang sibuk mengurus kelahiran untuk kedua anaknya itu. Tch! kenapa tidak ada laki-laki? aku ingin adik laki-laki" ucap wanita yang tidak lain adalah Lin Ru'er anak angkat Lin Tian.
"Hei, kenapa kamu mengeluh begitu? bukankah masih ada bibi Ling dan Lan kamu? kedua kakak ipar masih berkesempatan memiliki anak laki-laki loh!" ucap wanita pakaian hitam yang tidak lain adalah Lin Jia Li.
Ada lima wanita disana yang tidak lain adalah Lin Jia Li, Lin Lin, Lin Ru'er dan Lin Jing kakak kandung Lin Tian. Entah kenapa kelima wanita terlihat sedang mencari sesuatu di dunia dewa, mereka datang ke desa kecil yang berada di benua Utara.
"Sudahlah, kalian ayo cari pria itu! aku ingin lihat apakah dia sehebat yang dikatakan Paman Bing" ucap Lin Jing serius.
Tidak berselang lama kelima wanita menemukan gubuk tua yang terlihat sangat tua, di dalam gubuk itu Lin Jing melihat sosok pria tampan yang cukup dia kenal. Tiba-tiba senyuman Lin Jing menjadi lebih cerah, bahkan dia tampak lebih cantik saat tersenyum itu.
"Zhao Feng! keluar kau!" teriak Lin Jing dengan dingin.
"Ha? kenapa wanita gila ini bisa menemukanku? ibu! aku harus kabur" ucap pria tampan yang ada di dalam gubuk tua itu.
Pira tampan yang di panggil Zhao Feng merobek jimat kuning di tangannya dan bersiap menghilang. Tapi, Lin Jing yang berada di luar tiba-tiba saja tersenyum, menggerakkan tangannya semua wanita yang bersamanya langsung melemparkan jimat biru di tangan mereka ke empat arah. Dalam sekejap pria tampan yang tadi akan berhasil kabur untuk sesaat mematung disana.
"Wanita gila itu pasti meminta bantuan kepada pamannya atau adiknya" ucap Zhao Feng kesal.
"Zhao Feng sayang, apa kamu ingin kabur lagi?". tanya Lin Jing dengan suara dingin.
"Ayolah, apa salahku? kenapa kamu masih mengejarku sampai kesini? lihatlah! aku sudah di keluarkan dari sekte seni beladiri dan hidup sendiri apa kamu tidak kasihan?" ucap Zhao Feng dengan wajah sedih.
"Keluar? kepalamu! bukankah kamu yang kabur saat aku berada di alam langit sebelumnya ha? ayo! kau berani tidak kembali lagi denganku?" tanya Lin Jing.
"Sepertinya bibi Jing sedang marah" ucap Lin Ru'er dengan suara pelan kepada Lin Jia Li.
"Hei, kamu tidak tahu? Zhao Feng adalah jenius dari sekte Paman Lin, dan dia memiliki kedekatan dengan kakak Lin Jing. tapi saat kakak dan kita sekua berada di alam langit, dia kabur dengan alasan ada urusan mendadak saat mendengar kakak kembali" jelas Lin Jia Li.
__ADS_1
"Wah! apakah pria ini tidak ingin bertemu dengan kakak Jing?" tanya Lin Lin bingung. Bagaimana pun pria-pria pasti berusaha mendekati Lin Jing tapi pria tampan di depannya malah kabur dari Lin Jing yang membuat dia bingung apakah Lin Jing di matanya tidak cantik atau pria itu mengalami sesuatu hal aneh.
"Sudahlah, kita tonton saja sebagai pendamping kakak" ucap Lin Lu'er.
"Itu.. HM! kamu tahu aku sedang berlatih disini, bagaimana kalau begini saja! kamu kembali dulu pulang dan aku akan menyusul nanti" ucap Zhao Feng mencoba mengusir Lin Jing dari tempatnya.
"Yah.. kamu benar juga, aku juga lupa memberitahukan sesuatu kepadamu" ucap Lin Jing tersenyum manis memandang Zhao Feng.
Mungkin di mata orang lain senyuman Lin Jing akan terlihat manis, tapi di matanya itu sudah pasti senyuman seorang iblis. Karena tidak akan ada hal baik yang keluar dari mulut Lin Jing saat berbicara dengannya.
"A..apa itu?".
"Ayah telah memutuskan kalau kamu harus menjadi Pemimpin sekte seni bela diri, karena dia sekarang sibuk mengurus kelahiran cucunya bersama adikku, jadi kamu harus ikut mengambil alih sekte sekarang juga sebagai muridnya" ucap Lin Jing.
"Sial!". Zhao Feng sudah tahu itu dan langsung terbang dengan sangat cepat untuk kabur dari Lin Jing.
"Mau kabur? tidak semudah itu!" ucap Lin Jing mengeluarkan rantai yang dia pinjam dari Lin Tian.
"Ah! rantai Kaisar?" wajah Zhao Feng berubah dan mencoba menghindari rantai itu, tapi dia gagal dan terjerat kembali ke Lin Jing.
"HM! jangan harap kamu bisa kabur, lebih baik kamu diam atau aku jadikan kamu seorang pria tapi bukan pria" ucap Lin Jing dengan suara dingin.
"Eh! aku diam... aku diam" ucap Zhao Feng tanpa sadar menjepit kedua kakiknya.
"Kakak ipar, terima nasibmu! aku sarankan jangan memberontak karena kakak tertua lebih mengerikan daripada ibu Ling" ucap Lin Jia Li mengingatkan Zhao Feng.
"Hiks! hidupku yang baik" ucap Zhao Feng sedih.
"Hari ini aku gembira, ayo kembali! aku akan membawamu ke hadapan ibuku dan juga adikku, setelah itu baru kita menikah" ucap Lin Jing dengan gembira.
"Haaa? kapan aku setuju menikah denganmu?" tanya Zhao Feng. Yang lainnya juga kaget mendengar ucapan Lin Jing jadi mereka menatap Lin Jing untuk mendapatkan jawaban dari kebingungan mereka.
__ADS_1
"Hei, katakan padaku. Apakah kamu mau menikah denganku atau kehilangan yang disana?" tanya Lin Jing menunjuk ke tempat kedua kaku Zhao Feng di teluk.
"Eh.. menikah..menikah!".
"Bagus! ayo! hehehe.."
"Apa ini? aku seperti pria yang di culik oleh wanita gila? Ais! kenapa sifatnya jauh berbeda dengan kaisar langit? dimana keadilan untukku?" Fikri Zhao Feng dengna sedih tapi tetap mengikut Lin Jing kembali.
"Yah! akhirnya aku tahu apa yang dimaksud pria ini bisa membantu kita. Ternyata kakak ingin menemukan jodohnya juga, apakah kakak Lin Jing benar-benar menyukai pria ini?" tanya Lin Lin yang agak bawel.
"Ikut saja, apa kamu ingin di hukum kakak tertua?".
"Benar! bibi Lin lebih baik kita diam saja, atau mungkin kita tidak ada waktu untuk jalan-jalan lagi" tambah Lin Ru'er setelah mempertimbangkan beberapa hal sekarang.
Semua wanita kembali ke sekte seni bela diri yang langsung di sambut hangat oleh orang-orang disana. Bagaimanapun mereka adalah saudara dan anak angkat dari kaisar langit, status mereka sangat tinggi di dunia dewa itu apalagi dengan kecantikan yang dimiliki masing-masing dari mereka membuat semua pria sangat tertarik dengan mereka.
"Salam Nona" ucap beberapa tetua dari keluarga Lin.
"Em! aku membawa orangnya Paman semua, kalian bisa tenang setelah ini" ucap Lin Jing memperlihatkan Zhao Feng yang di ikat oleh rantai emas.
"Bagus!". ucap tetua agung memandang Zhao Feng.
"Sial, nasib sialku akan di mulai" ucap Zhao Feng dalam hatinya saat melihat tatapan semua tetua yang di arahkan kepadanya.
"Aku akan membawa dia dulu pergi ke istana langit apa boleh Paman?" tanya Lin Jing.
"Boleh... boleh... malahan itu kami setuju" ucap tetua agung yang bahkan sangat setuju dengan keinginan Lin Jing.
"Tua Bangka sialan!".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...