
Tian Hunhu kabur dari pandangan mata Lin Tian dan tetua Tian dengan sangat cepat. tetua Tian yang melihat Tian Hunhu kabur merasa aneh, sejak kematian keluarganya Tian Hunhu tidak pernah setakut itu. Bahkan di saat dia merasakan kematian, wanita itu tidak pernah ketakutan sedikitpun tapi sekarang....
"Biarkan saja, paman bawa aku saja ke tempat sisa keluarga Tian berada" ucap Lin Tian menepuk pundak tetua Tian itu.
"Baiklah". Lin Tian dan tetua Tian akhirnya berjalan menuju pintu keluar, tapi sebelum mereka berhasil keluar dinding di belakang mereka hancur berkeping-keping dan dari dinding hancur itu, sosok cantik muncul mengenakan cadar tidak lain adalah Mu Xuanyin sendiri.
"BOOMM..
"Eh?".
"Dimana Hunhu?" tanya Mu Xuanyin menatap Lin Tian dengan mata tajam. Lin Tian melihat istrinya yang marah itu hanya dapat menunjuk ke arah tempat menghilangnya Tian Hunhu. Tetua Tian juga entah kenapa tanpa sadar menunjuk arah yang sama dengan Lin tian, Dia bahkan tidak pernah menyangka kalau dirinya akan menunjuk sendiri seperti itu.
"Bagus! aku akan berbicara denganmu setelah menangkap gadis nakal itu!" ucap Mu Xuanyin pergi langsung meninggalkan kedua pria yang masih berdiri diam mematung disana.
"Sepertinya gadis itu akan menderita" ucap Lin Tian.
"Apakah itu akan baik-baik saja?" tanya Tetua Tian agak cemas dengan Tian Hunhu.
"Tidak masalah, gadis itu memang pantas di hukum! jika dia menemuiku dan kakaknya sebelum aku menemukan dia, mungkin masih bisa di selamatkan. Tapi sekarang, bahkan aku tidak bisa menyelamatkan gadis itu"
Lin Tian dan tetua Tian keluar dari kamar itu tanpa peduli lagi dengan Tian Hunhu yang sekarang sedang melarikan diri dari kejaran Mu Xuanyin.
......................
__ADS_1
"Haa... Hidup memang indah! akhirnya kita bisa kabur dari singa kelaparan itu" ucap Bai kecil bersandar di kasur dalam rumah yang cukup besar itu.
"Benar kakak! hidup memang jauh lebih baik santai seperti ini" tambah naga kecil yang juga menatap langit-langit rumah itu dengan kerinduan terdalam di hatinya.
Bing Zhao juga hanya diam sambil menutup mata menikmati waktu santai mereka, Long Aotian tersenyum memandang semua saudaranya itu yang terlihat lebih santai sekarang. Sedangkan Lang kecil dan Lin Guang sibuk bermain kartu, mereka terlihat menikmati waktu bersama mereka yang sekarang lebih tenang dan tidak ada keributam atau hiburan seperti biasa mereka lakukan.
"Andai hidup ini bisa sesantai ini, tidak ada perang, tidak ada pembunuhan" ucap Su Kun tiba-tiba dengan wajah penuh kerinduan.
"Sulit! kita sekarang seorang dewa, memiliki tanggung jawab masing-masing, dan jika kita tidak mengikuti Lin Tian sampai akhir maka kita tidak layak disebut sebagai seorang saudara" jawab Long Aotian dengan serius.
"Apa yang kamu katakan ada benarnya. Jikapun kita lari sekalipun dari tanggung jawab kita, dunia ini tetap akan hancur dan kita sekalipun tetap akan mati. Lebih baik mati dalam Medan perang daripada mati tanpa melakukan apapun". jelas Bing Zhao yang masih menutup matanya.
Semua saudaranya itu diam, mereka setuju dengan ucapan Bing Zhao. Jika mereka bisa menyelamatkan satu orang kenapa tidak? lebih baik mereka mati dengan menyelamatkan beberapa orang daripada mati dengan menyedihkan tanpa melakukan apapun. Semua orang itu sangat egois termasuk mereka yang sangat menginginkan hidup tenang tanpa perang, tapi mereka juga tidak bisa berdiam diri bagaimanapun mereka sekarang memiliki tanggung jawab berat di pundak mereka.
Dan mereka sadar tanggung jawab yang ada di pundak Lin Tian lebih besar daripada yang ada di mereka. Itulah sebabnya mereka akan menanggung sebagian dari beban besar yang ada di pundak Lin Tian.
"Iya, memang egois tidaklah hal buruk! jika seseorang tidak memiliki ke egoisan maka orang itu bisa di bilang aneh bukan?".
Semuanya tiba-tiba tersenyum saling pandang dengan pengertian. Mereka untuk sementara waktu diam sebelum melanjutkan apa yang ingin mereka lakukan di dalam ruangan itu. Bai kecil, naga kecil tiba-tiba tertidur tanpa mereka sadari, bahkan Bing Zhao juga ikut terlelap dengan sendirinya.
Biasanya mereka meskipun dalam keadaan mabuk pasti akan tetap siaga tapi sekarang entah kenapa badan mereka terasa lelah dan mata mereka sangat mengantuk, karena itulah ketiganya tertidur sendiri tanpa mereka sadari.
Lang kecil dan Lin Guang tidak mengganggu ketiganya yang sedang tidur, mereka juga bersandar di kursi sambil meletakan kartu yang mereka mainkan itu. Su Kun juga bersandar di jendela ruangan itu dengan senyum, dia mengingat dirinya yang dulu dan bagaimana dia bisa sampai disini sekarang.
__ADS_1
"Jika adik kecil tidak hadir dalam hidupku mungkin aku tidak akan dapat menemukan saudara seperti kalian" fikir Su Kun tiba-tiba menatap semua orang yang tengah tertidur di ruangan itu.
Long Aotian tiba-tiba menepuk pundak Su Kun, Mereka berdua saling tersenyum menikmati waktu tenang mereka itu. Apa yang mereka fikirkan sama, Long Aotian dulu juga orang yang sangat pendiam dan sulit untuk berbicara dengan orang lain. Tapi berkat Su Kun dan Bing Zhao serta kedatangan Lin Tian membuat dia perlahan berubah. Dia juga mengerti arti persaudaraan yang sebenarnya selama bersama dengan Bing Zhao dan yang lainnya.
BOOMM..
"Yo! sepertinya mereka sedang membuat kembang api, tapi bukankah ini belum tahun baru?" ucap Su Kun menatap dimana ledakan itu berasal.
"Kakak, bagaimana ada kembang api di saat seperti ini? dan kita sekarang di bawah gunung, jadi mana mungkin ada orang bodoh yang mau menghidupkan kembang api disini! kecuali mereka ingin terkubur dan mati bersama-sama..."
"Tidak mungkin bukan?" tiba-tiba keduanya bersuara serentak dan menatap ke depan tempat ledakan itu lagi.
Dengan mata tajam mereka melihat sosok wanita yang mengenakan pakaian hitam lari dari ledakan itu, jelas wanita itu sedang terbang keluar dari gunung tapi dari belakangnya sosok wanita berpakaian biru mengejarnya berdiri di punggung Phoenix es. Wajah dua pria itu langsung berubah saat mereka melihat sosok wanita berpakaian biru itu yang tidak lain adalah Mu Xuanyin.
"Kakak, apakah kita harus kabur lagi?" tanya Long Aotian.
"Sepertinya hampir harus, tapi mari kita lihat keadaan dulu" ucap Su Kun yang berkeringat dingin.
Jika ada wanita yang paling mengerikan di antara wanita yang dia kenal. Maka Mu Xuanyin adalah orangnya bahkan jika dia bisa memilih siapa yang akan menghukumnya, lebih baik dia memilih Feng'er atau Lin Niao daripada Mu Xuanyin.
"Kembali kesini gadis nakal!".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...