
Begitu juga Lan jingyi mengatakan hal yang sama padanya, merasakan kehangatan orang-orang di sekitarnya membuat Sheng Chu'er bahagia.
Dia tidak menyangka kalau selain ayahnya masih ada orang lain yang akan memberi perhatian seperti ini kepada dia seperti ini.
Lin Tian memberikan Pill itu ke tangan Sheng Chu'er, lalu setelah menerima Pill tersebut Sheng Chu'er akhirnya menelan Pill itu di depan mereka semua.
Sheng Chu'er langsung duduk di sana sambil di jaga oleh para wanita dan Lin Tian yang membantu proses Sheng Chu'er untuk meleburkan Pill itu dengan aman.
Bagaimanapun itu adalah Pill saint tingkat tinggi, akan sangat sulit jika hanya Sheng Chu'er sendirian yang melakukannya apalagi kemungkinan dia bisa meledak karena Pill tersebut juga sangat besar jika melakukan sedikit kesalahan saat prosesnya.
Disana semua orang memperhatikan perlahan tubuh Sheng Chu'er mulai bersinar, saat Lin Tian dan yang lain melihatnya mereka tersenyum karena ini juga suatu berkah untuk Sheng Chu'er.
Tapi Lin Tian yang sedang membantu Sheng Chu'er merasa kalau ada yang kurang dan dia melihat kalau Sheng Chu'er masih terjerat untuk menembus ke tingkat yang lebih tinggi.
Di saat itu Bai Yu tersenyum melihat hal tersebut, bagaimanapun dia mengerti lebih dari siapapun apa kekurangan Sheng Chu'er karena belum menembus alam lebih tinggi.
"Biarkan ibu membantu mu Chu'er" ucap Bai Yu memberikan energi putih kepada Sheng Chu'er.
Perlahan energi itu di serap oleh Sheng Chu'er, hal itu terus berlalu sampai lima hari sebelum cahaya putih di sekitar Sheng Chu'er menghilang perlahan, Lin Tian dan yang lain tahu kalau Sheng Chu'er telah berhasil menyelesaikan penyerapan dari Pill yang di buat oleh Lin Tian.
Lin Tian dan Bai Yu pun berhenti memberikan energi mereka kepada Sheng Chu'er, mereka hanya diam menunggu Sheng Chu'er untuk bangun dari pelatihannya.
Tapi setwlah beberapa jam anehnya tidak ada gerakan sedikitpun dari Sheng Chu'er, hal itu membuat Lin Tian dan yang lain bingung padahal harusnya Sheng Chu'er sudah bangun sekarang.
"Apa yang terjadi?" tanya Mu Xuanyin cemas memandang Sheng Chu'er yang terlihat tidak bergerak.
"Aku pun tidak tahu apa yang terjadi sekarang" jawab Lin Tian agak cemas juga.
Lan Jingyi yang memperhatikan Sheng Chu'er sedikit mengerutkan keningnya dan terus memandang Sheng Chu'er dengan serius, sedangkan Bai Yu dan Ming Bi'er tersenyum memandang Sheng chuer.
__ADS_1
Mereka tentu tahu apa yang terjadi kepada Sheng Chu'er itu, tapi mereka tidak akan berbicara begitu saja karena mereka mungkin mengerti bagaimana perasaan Sheng Chu'er.
"Baiklah, cucuku! aku, ibu dan sepupu mu pergi dulu, disini aku serahkan padamu" ucap Ming Bi'er.
"Ha?" kedua sepupu Lin Tian itu merasa tidak terima tapi mereka berdua yang selalu bermusuhan di tarik oleh Ming Bi'er dengan cepat pergi dari sana.
"Jaga mereka" ucap Bai Yu yang juga pergi dari sana meninggalkan Lin Tian dan Mu Xuanyin dengan wajah penuh kebingungan.
"Apa yang terjadi?" tanya Lin Tian bingung.
Lan jingyi yang terus memperhatikan Sheng Chu'er akhirnya ikut mengerti apa yang terjadi disana, dia mengangguk dan sedikit membisikan sesuatu kepada Lin Tian.
Lin Tian yang mendengar perkataan Lan Jingyi pun tersenyum mengerti sekarang, dia mendekati Sheng Chu'er dengan pelan lalu berpura-pura kebingungan disana dengan wajah polosnya.
"Apa yang harus aku lakukan? tidak, tidak, aku tidak ingin kehilangan istriku yang cantik ini" ucap Lin Tian kebingungan.
Lan jingyi dan Mu Xuanyin tersenyum bersama melihat tingkah Lin Tian itu, mereka juga memperhatikan kalau wajah Sheng Chu'er juga memerah karena mendengarkan perkataan Lin Tian itu.
"Jingyi, Xuanyin, aku harus membawa Chu'er ke kamar dulu, aku akan memeriksa seluruh tubuhnya sebelum mencoba mencari cara menyadarkan Chu'er" ucap Lin Tian melihat ke arah Lan jingyi dan Mu Xuanyin.
"Suamiku, aku akan serahkan padamu, tolong sembuhkan Saudari Chu'er kita ini" ucap Mu Xuanyin yang juga ikut berpura-pura khawatir.
"Iya! kami akan menunggumu, dan masalah kekaisaran kita biarkan kami yang membereskannya" tambah Lan Jingyi.
Setelah itu keduanya pergi meninggalkan Lin Tian dan Sheng Chu'er berdua disana, Sheng Chu'er sudah berkeringat dingin karena di tinggal pergi oleh Lan jingyi dan Mu Xuanyin.
Dia mencoba bertahan untuk tidak membuka matanya ataupun bergerak dari duduknya tersebut, tapi Lin Tian tentu saja tidak diam setelah kedua wanita itu pergi.
"Baiklah, aku harus memeriksa seluruh tubuh istri kecil ku ini! jika terjadi sesuatu ibu dan nenek pasti akan menghukum aku" ucap Lin Tian.
__ADS_1
Lin Tian langsung menggendong Sheng Chu'er dari lantai tersebut, tapi Sheng Chu'er masih berpura-pura diam dan tak bergerak.
"Ayo istri kecilku, aku akan dengan hati-hati memeriksa seluruh tubuhmu, akan ku pastikan tidak akan terlewatkan, meskipun kita butuh beberapa hari untuk memeriksa seluruhnya" ucap Lin Tian pelan ke telinga Sheng Chu'er.
"Tidak, tidak, Saudara Lin, aku salah! aku mohon lepaskan aku" ucap Sheng Chu'er yang akhirnya tidak bisa lagi berpura-pura untuk diam.
dia berusaha untuk kabur sayangnya semua usahanya sia-sia, karena meskipun dia sudah mencapai alam dewa surgawi tingkat tinggi tahap puncak dan juga bagaimanapun Lin Tian adalah seorang dewa penguasa tingkat rendah.
"Hoho.. bagaimana? apa kamu sudah bangun? apa kamu bisa melihat wajah tampan suamimu ini?" tanya Lin Tian melihat ke arah wajah Sheng Chu'er.
"Iya, suami memang tampan sangat tampan, bisakah aku di lepaskan kali ini?" tanya Sheng Chu'er pelan.
Dia sekarang bisa melihat, saat Lin Tian memandang mata putih Sheng Chu'er yang telah bisa melihat itu jelas berbeda daripada saat dia masih tidak bisa melihat.
Bola mata putih Sheng Chu'er jelas lebih indah daripada sebelumnya, dan itu membuat Lin Tian cukup bahagia karena Sheng Chu'er sudah bisa melihat lagi.
"Tidak, tidak, tidak, aku tetap harus memeriksa seluruh tubuhmu Chu'er sayang." jawab Lin Tian menolak melepaskan Sheng Chu'er.
"Aku harus membantu kakak Xuanyin dan Jingyi untuk mengurus negara".
Sheng Cu'er mencoba untuk mencari alasan agar dia bisa di bebaskan dari genggaman Lin Tian.
"Tenang saja itu hanya beberapa hari, dan dua kakakmu telah mempercayaiku untuk memeriksamu" ucap Lin Tian.
"Kakak Xuanyin, kakak Jingyi tolong aku" teriak Lan jingyi memanggil keduanya dengan sedih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...