
"Eh? siapa kakak?" tanya Tian Hunhu bingung.
"Kamu akan mengetahuinya sebentar lagi" jawab Mu Xuanyin sambil berdiri.
"Kamu harus berlutut disini, dan jangan berani duduk atau berdiri! jika kakak tahu kamu berdiri sedikit saja...." wajah Mu Xuanyin tiba-tiba menjadi sangat dingin membuat Tian Hunhu mengangguk dan berjanji tidak akan berdiri tanpa izin dari kakaknya.
Mu Xuanyin meninggalkan Tian Hunhu dan terua tertinggi keluarga Tian. Melihat kepergian kakaknya, Tian Hunhu sedikit lega. Dia masih tidak mengerti kenapa sifat kalanya masih terbawa sampai ke kehidupan kedua mereka sekarang. Padahal dia berfikir kalau saat dia bertemu lagi dengan kakaknya pasti akan terjadi sesuatu yang mengharukan. Tidak seperti saat ini, dia malah di kejar dan juga di hukum sama seperti dulu.
"Putri, kenapa istri dari kaisar langit begitu kuat? apakah beanr dia kakak putri?" tanya tetua wanita mendekati Tian Hunhu.
"Dia benar-benar kakakku! dan sejak dulu dia di kenal sebagai Dewi bulan termasuk dari dewa terkuat di zamannya" jawab Tian Hunhu menghela nafas.
"Tapi, informasi yang kami dapatkan kalau kakak putri adalah orang yang baik dan berhati lembut. tapi sekarang, entah kenapa aku melihatnya seperti iblis" ucap tetua wanita itu yang seluruh tubuhnya tiba-tiba merinding saat bertatapan dengan Mu Xuanyin.
"Kakakku tidak pernah dekat dengan orang luar. Dulu saat saudara Lin muncul hanya dia yang dapat mengambil hati kakakku! bahkan kakakku lebih percaya dengan dia di bandingkan aku adiknya sendiri". Tian Hunhu mengingat saat dia, saudarinya dan juga Lin Tian saat bersama-sama dulu.
Di saat itu adalah waktu terindah dalam hidup mereka. Hidup dalam kebahagian, canda tawa dan juga tidak lupa kenakalan yang membuat mereka tidak pernah bosan. Tapi memang semua berubah saat dia berangkat ke perbatasan dimana saat itu perang baru mulai terjadi dan dia mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan pasukan yang dia pimpin sendiri dulu.
Dia sadar pasti kakaknya akan tersiksa atas kepergian dirinya, tapi dia juga ingat masih ada Lin Tian yang dapat menggantikan dia untuk berdiri di sisi kakaknya. Jadi, dia tidak khawatir mengorbankan dirinya saat itu tanpa memikirkan hal-hal lain lagi. Bahkan jika setelah kematiannya kakaknya dan Lin Tian menikah malah membuat dia bisa lebih nyaman untuk pergi.
"Putri, setidaknya kakak anda tidak berubah sedikitpun. Dan dia masih kakak yang mencintai dan menyayangi anda sampai sekarang" ucap tetua agung menepuk pundak Tian Hunhu.
__ADS_1
"Em! paman benar, dia masih kakakku yang baik hati dan juga keras kepala. Tapi kapan pria bau itu akan keluar? jika terus begini kedua kakiku tidak akan dapat bergerak saat kakak memintaku berdiri".
Sikap kekanak-kanakan Tian Hunhu membuat tetua besar keluarga Tian disana tersenyum. Sebuah keluarga memang harus seperti ini, saling mendukung dan tidak cemburu atas apa yang di dapatkan satu sama lain. Tapi, di dunia dimana rasa iri dan juga kebencian tidak mudah untuk di atasi.
......................
"Huaa... Ini benar-benar tidur yang menyenangkan" ucap Bing Zhao merasakan dirinya lebih segar dari biasanya.
Yang lain tersenyum melihat wajah malas Bing Zhao, mereka sudah bangun duluan dari Bing Zhao. Bahkan Lang kecil dan Lin Guang sudah memulai kembali pertandingan antara mereka, sedangkan Su Kun sedang asyik membersihkan panahnya sambil duduk di jendela ruangan itu.
"Kakak, apa tidak aneh? sudah beberapa hari ini adik kecil belum menemui kita disini. padahal harusnya semua yang dia lakukan sudah beres sekarang tapi entah kenapa dia tidak muncul sampai sekarang" ucap Long Aotian tiba-tiba memikirkan Lin Tian.
Bing Zhao dan Bai kecil tiba-tiba sadar kalau memang ada hal aneh yang terjadi. Jika tebakan mereka benar, maka harusnya Lin Tian memang benar sudah harus menemui mereka sekarang. Tapi untuk beberapa hari ini mereka bahkan tidak pernah mendengar berita Lin Tian setelah dia berbicara dengan tuan Hunhu.
"Tidak masalah, mungkin adik kecil sedang berlatih karena itulah dia tidak menemui kita sekarang". jawab Bing Zhao masih berfikiran positif.
Tapi hatinya merasa tidak tenang, bahkan Bai kecil sedikit gelisah hanya dengan memikirkan Lin Tian yang tidak kembali sampai sekarang itu. Keduanya saling menatap dengan gelisah, mereka berencana untuk pergi melihat tapi mereka tiba-tiba berubah fikiran. Tidak mungkin terjadi sesuatu hal aneh terhadap Lin Tian, apalagi ada Mu Xuanyin disini.
Karena hal itulah mereka langsung menghilangkan fikiran aneh-aneh di dalam kepala mereka. Dan tidak lama, Bai kecil ingin mengajak mereka bermain kartu bersama tapi dari pintu masuk ada sosok cantik yang tiba-tiba menghancurkan formasi mereka.
BOOMM...
__ADS_1
"Siapa itu?" fikir Lang kecil dengan marah saat banyak debu yang menyelimuti tubuhnya.
Perlahan Mu Xuanyin masuk ke dalam ruangan mereka. Saat semua berandalan melihat Mu Xuanyin seluruh tubuh mereka bergetar ketakutan, naga kecil yang melihat Mu Xuanyin langsung berbalik dan tancap gas untuk lari. Tapi sial baginya, Mu Xuanyin telah datang dengan persiapan matang hanya untuk menangkap mereka.
"Ingin kabur? tidak semudah itu!" ucap Mu Xuanyin dengan keras.
Dari tangan Mu Xuanyin rantai aneh tiba-tiba muncul dan menyerang semua berandalan itu tanpa terkecuali. Bing Zhao mencoba menghancurkan rantai itu tapi gagal, malah dia langsung di ikat oleh rantai yang membuat dia tidak bisa bergerak sedikitpun. Sama halnya yang lain juga di ikat dan tidak dapat bergerak setelah di lilit oleh rantai aneh itu.
"Bagus! kalian berandalan yang suka membuat ulah akhirnya bisa di tangkap" ucap Mu Xuanyin memandangi mereka semua dengan senyum dingin.
"Adik ipar, maafkan kami! kami tidak akan mengulanginya lagi" ucap Bing Zhao memohon kepada Mu Xuanyin. Yang lain sadar hanya membujuk Mu Xuanyin adalah satu-satunya kesempatan untuk mereka lepas. Jadi, semua berandalan itu akhirnya mengakui kesalahan mereka dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
"Iya kakak, aku juga bisa berjanji seperti yang lainnya. Mohon ampuni aku yang kecil ini kakak" ucap Naga kecil memasang wajah polos.
"Apakah kalian fikir aku bisa memaafkan kalian? tunggu sampai kalian kembali ke istana dan mendapatkan hukuman dari semua saudari" jawab Mu Xuanyin yang tidak ingin melepaskan mereka, dia menarik semua berandalan itu menuju tempat Tian Hunhu. Setelah itu membiarkan mereka berlutut bersama Tian Hunhu di dalam aula tersebut.
"Patuh berlutut disini dan kalian...". Tiba-tiba Mu Xuanyin menghentikan ucapannya, dia berdiri dan menghilang dengan wajah ketakutan di hadapan semua yang ada di aula itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...