
Tiba-tiba seluruh tubuh orang-orang misterius itu mulai terlihat aneh, dan badan mereka mulai membesar.
Setelah itu badan mereka mulai melepuh dan menjadi sebuah bola merah darah yang aneh, dimana bola itu juga terus membesar secara perlahan sebelum dengan keras meledak.
BOOMM....
BOOMMM....
"Sial!" teriak Hei Son.
Ledakan keras dan besar dari lebih dari sepuluh kultivator dewa surgawi tingkat tinngi dan menengah membuat hampir kerusakan yang sangat serius di daerah alam ketujuh itu.
Untungnya kelompok Lin Tian berhasil menghindari ledakan itu tepat waktu tapi meskipun begitu beberapa dari mereka yang terlambat sedikit terluka cukup parah.
"Huf...!" Lin Tian menghela nafas setelah melihat ledakan tersebut.
"Sa..saudara Tian!".
Tiba-tiba Zu Fi'er memanggil Lin Tian dengan wajah yang kaku, dia juga menunjuk ke arha dimana formasi besar yang mengurung berbagai kelompok alam lain itu berada.
Lin Tian yang melihat kemana arah telunjuk Zu Fi'er berubah warna, seluruh badannya gemetar saat melihat ke arah yang di tunjuk Zu Fi'er bukan dia saja Hei Son juga begitu.
Bahkan seluruh yang ada di kelompok Lin Tian juga berubah warna, mereka melihat hampir setengah dari orang-orang yang berada di formasi itu telah kehilangan nyawa mereka.
Dan setengah dari mereka terluka parah dengan berbagai luka berbeda di tubuh mereka, Lin Tian menggunakan mata kaisarnya dan melihat total dari Hampir lima ribu orang yang terkurung di formasi itu sekarang tersisa Hanya tiga ribu di antara mereka.
"Korban kali ini benar-benar terlalu berat!" ucap Hei Son dengan wajah serius.
Dia pun sekarang sadar kalau tujuan dari orang-orang misterius tadi yang sedang di kontrol adalah membunuh orang-orang yang berada di dalam formasi tersebut.
Dan formasi itu pun telah mencegah kelompok itu untuk menggunakan token mereka lari dari alam rahasi itu sendiri.
"Iya! sebagian dari kita juga terluka, hal ini jelas di sengaja".
Jelas Lan jingyi dengan wajah serius, dua ribu orang yang mati bahkan ada yang mayat mereka terpotong-potong dan bahkan telah menjadi debu.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Wanita lain dari alam bunga yang sama kuatnya dengan Zu Fi'er.
Lin Tian untuk sementara berfikir, dia awal nya hanya ingin menuju lantai sepuluh sendirian tapi melihat hal ini sekarang dia juga sadar kalau menuju lantai sepuluh mungkin akan berbahaya lagi.
__ADS_1
Tiba-tiba Lan Jingyi memegang tangan Lin Tian yang gelisah itu, Lin Tian menoleh ke wanita cantik berambut putih yang masih tersenyum lembut kepdanya itu.
"Jingyi ..!" ucap Lin Tian agak sedih.
"Pergilah! serahkan yang disini padaku, aku mengerti tujuan mu jadi jangan hiraukan kami disini dan capai lah lantai sepuluh dengan kekuatanmu" jelas Lan Jingyi dengan lembut mendukung pilihan Lin Tian.
Lin Tian terdiam memandang wanita yang selama beberapa tahun ini rela untuk mengorbankan waktunya hanya untuk membantu pria yang seperti dirinya ini.
"Terima kasih" ucap Lin Tian dengan lembut.
Lan Jingyi menggelengkan kepalanya pertanda di antara dia dan Lin Tian tidak perlu untuk saling berterima kasih, karena bagaimana pun pilihan Lin Tian dia pun pasti akan mendukungnya sepenuh hatinya.
"Baiklah! saudara Tian kamu pergilah, kalau kamu bertemu dengan tuan muda dari alam angin itu pukul saja dia" tambah Hei Son menepuk pundak Lin Tian.
"Em! setelah semua selesai mari kita minum bersama" balas Lin Tian sambil tersenyum.
"Hahaha.. kalau begitu aku akan menunggu minuman gratis dari mu".
Hei Son tertawa bahagia mendengar undangan Lin Tian itu, akhirnya dengan persetujuan yang lain Lin Tian pun pergi masuk ke dalam istana tersebut.
Setelah Lin Tian pergi yang lain membantu semua orang terluka parah dan pingsan akibat ledakan tersebut.
"Hei... permaisuri kenapa kamu terlihat sangat dekat dengan Tian Lin?" tanya Hei Son penasaran kepada Lan Jingyi yang ada di dekatnya.
"Kamu tidak sadar siapa dia? bukan kah ayah mu menyuruh untuk mematuhi perintah seorang pria muda bukan?" tanya Lan jingyi.
"Iya... tapi dia kan tidak ma.. tunggu dia?"
Tiba-tiba Hei Son sadar akan sesuatu dia ingat kalau Lan Jingyi hanya dekat dengan satu pria selama ini dan itu adalah Lin Tian kaisar kehancuran.
"Kamu terlambat sadar bukan?" ucap Zu Fi'er sambil tersenyum.
Beberapa orang dari kelompok mereka yang sudah selesai dengan tugas mereka juga kembali dan tersenyum memandang Hei Son dengan wajah mengejek.
"Ka..kalian tahu? kenapa kalian tidak mengatakan nya padaku? habislah aku..!" ucap Hei Son.
Dia ingat kalau ayahnya pernah bilang untuk bersikap sopan kepada Lin Tian, apalagi kata ayahnya kakak pertamanya pun sangat sopan kepada Lin Tian dan dia juga bawahan Lin Tian.
Jika kakak nya kembali dan tahu kalau dia melakukan hal ini maka...
__ADS_1
"Aku sangat ingin melihat wajah mu yang seperti ini" jawab Zu Fi'er sambil tersenyum.
Hei Son terdiam dia benar-benar tidak menyangka kalau hati wanita sangat lah tidak bisa di tebak, padahal mereka tahu tapi tidak pernah mengatakan nya pada dia.
"Tapi kenapa dia menyamar begitu?" tanya Hei Son yang mencoba melupakan hal buruk yang akan menimpanya.
"Bodoh!" teriak kelompoknya serentak.
Lalu setelah itu mereka semua pun menghancurkan token mereka serta meninggalkan Hei Son yang benar-benar tidak bisa berkata apa-apa disana sendirain dengan wajah penuh keluhan.
"Tunggu!" ucap Hei Son melihat sekitar nya, dan setelah memastikan tidak ada lagi orang dia pun juga keluar dari alam rahasia itu.
Lan Jingyi yang melihat sikap semua kelompok nya menggelengkan kepala, dia memandang ke arah pintu masuk istana dengan wajah penuh kecemasan.
"Aku akan menunggu mu!" ucap Lan Jingyi dengan lembut sebelum menghilang juga.
......................
Di alam kehancuran...
"Huf.. udara disini memang lebih baik" ucap Bai kecil menghirup udara yang dia kenal.
Di alam inilah dia dan Lin Tian jatuh dan memulai membuat kekuatan mereka disini, dan disini juga dia menemukan beberapa makanan yang membuat dia sanga tertarik.
Plung...
Bai kecil kembali berubah menjadi kucing putih yang imut di depan tiga lainnya, dia memang lebih menyukai tubuh seperti ini daripada wujud manusianya itu.
"Baiklah, mari kita ke istana! hehehe.. disana mungkin hanya ada Mu Jing'er dan Mu Lu'er" ucap Bai kecil.
"Hoho..! ayo!"
Keempat berandalan pun pergi me Unu istana kehancuran dengan wajah penuh kebahagian, sepanjgan jalan mereka melihat beberapa kota yang terlihat lebih baik dan juga kehidupan orangnya terlihat lebih bagus.
Bai kecil bahkan mengangguk puas dengan perubahan yang terjadi di alam kehancuran ini setelah beberapa tahun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...