
"Menurutmu?". Lin Tian tiba-tiba tersenyum main-main memandang dewa penghancur.
"Kamu! kamu mempermainkan aku lagi!" ucap dewa penghancur dengan kesal mencoba memukul Lin Tian.
Lin Tian yang melihat tingkah konyol wanita ini hanya tersenyum lembut sebelum dia memeluk wanita itu dengan erat. Dewa penghancur seketika diam saat Lin Tian memeluknya secara tiba-tiba, berbagai macam emosi muncul di wajah dewa penghancur.
"Senang bisa bertemu denganmu lagi! aku fikir kamu tidak dapat bereinkarnasi, tapi aku tidak menyangka kalau akan bertemu denganmu lagi setelah sekian lama" ucap Lin Tian dengan lembut.
"Hm!". Dewa penghancur hanya mendengus mendengar ucapan Lin Tian, tapi dia juga senang bisa bertemu dengan Lin Tian lagi.
"Baiklah! mari bicara serius sekarang, dan untuk tempatnya mari cari tempat yang lebih tenang" ucap Lin Tian melepaskan pelukannya dari wanita itu.
Dewa Penghancur setuju, dia membawa Lin Tian pergi dari sana. Sebelum pergi, dia telah memerintahkan agar semua pasukannya tidak menyerang Bing Zhao dan yang lainnya. Dan dia juga memberi perintah agar menemukan kamar untuk tempat peristirahatan Bing Zhao serta berandalan lain.
"Aku akan membawa ke kamar kalian" ucap jenderal Xiannu menatap semua berandalan itu.
"Eh? Baiklah" tiba-tiba Lin Guang yang jarag berbicara berinisiatif maju ke depan dan membalas ucapan Jenderal Xiannu itu.
Melihat itu, wajah berandalan lainnya semakin aneh. Dia tidak menyangka kalau Lin Guang akan bersikap aneh seperti ini secara tiba-tiba, Bing Zhao dan Bai kecil saling pandang lalu tersenyum diam-diam.
"Ini kamar kalian, jika kalian menginginkan sesuatu tinggal panggil aku atau pelayan lainnya" ucap Jenderal Xiannu setelah sampai di depan rumah yang cukup besar.
"Baik, aku pasti akan memanggil nona... ah! nona, aku tidak tahu siapa nama nona?" tanya Lin Guang menatap Jenderal Xiannu dengan mata berharap.
__ADS_1
"Aku? Tuan biasa memanggilku dengan sebutan Xiannu, jadi tuan muda Lin bisa memanggilku dengan nama itu" jawab Jenderal Xiannu sambil tersenyum memandang Lin Guang yang agak aneh itu.
"Baiklah, terima kasih nona Xiannu". Lin Guang dengan wajah gembira.
Jenderal Xiannu hanha mengangguk lalu pergi meninggalkan semua berandala disana. Lin Guang masih menatap Jenderal Xiannu dengan mata seorang pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Sedangkan berandalan lain meninggalkan dia sendirian di luar tanpa mengajaknya untuk masuk.
"Eh! tunggu aku" ucap Lin Guang melihat kalau berandalan lain sudah masuk ke dalam rumah.
Tidak jauh jenderal Xiannu tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah konyol Lin Guang itu. Dia berfikir kalau Lin Guang serta yang lainnya akan bersikap kasar kepadanya, bagaimanapun dia adalah musuh besar alam langit yang telah menyebabkan perang dan kekacauan di alam langit.
Tapi dari tingkah Lin Guang tadi, dia dapat mengerti kalau pria-pria itu tidaklah seperti orang-orang yang berfikiran sempit. Meskipun mereka kuat, mereka juga tidak pernah menyalahgunakan kekuata itu.
"Pria yang menarik, Jika dia bisa lebih pendiam mungkin itu akan membuatku jatuh cinta kepadanya" ucap Jenderal Xiannu sebelum berbalik pergi meninggalkan area rumah itu.
"Ehem!".
Tiba-tiba pria tua itu terbatuk pelan yang membuat keduanya sadar dari fikiran mereka masing-masing. Lin Tian menatap Dewa penghancur dengan serius, dan sebaliknya dewa penghancur juga menatap Lin Tian. Lin Tian menghela nafas dan meminta Dewa penghancur untuk memulai duluan bagaimana dia bisa menjadi seperti sekarang ini?.
Dewa penghancur lalu menceritakan kisahnya, dia dulu bernama Tian hunhu sama dengan nama masa lalunya saat itu. Semuanya berjalan baik-baik saja di dalam keluarganya saat itu, sampai suatu hari ayahnya kaisar langit mengalami perubahan aneh. Dia lebih sering marah kepada keluarganya, bahkan dia pernah membunuh anaknya sendiri karena masalah sepele saat itu.
Yang lebih kejamnya lagi adalah istri atau selirnya mati dengan menyedihkan di tempat tidurnya. Saat itu semua orang banyak emndengar teriakan dari dalam kamar selir itu, tapi semua orang berfikir kalau itu adalah hal biasa karena ada kaisar langit di dalamnya. Dan fikiran mereka saat itu adalah kaisar langit dan selir itu sedang melakukan hubungan intim.
Tapi pagi harinya saat pelayan masuk setelah kaisar langit pergi, pelayan itu menemukan mayat yang sudah mengering di kasur yang tidak lain adalah selir itu sendiri. Saat itu Tian Hunhu masih belum mendapatkan ingatannya kembali, dan saat dia mendapatkan semua ingatannya saat itu tepat saat kematian saudara, saudari, ibu serta istri-istri dari kaisar lainnya. Dia melihat sendiri saat ibunya permaisuri langit sedang sekarat, saat itu ibunya demi meningkatkan kekuatan Tian Hunhu mentransfer semua kekuatan kepadanya. Karena itulah kekuatan Tian Hunhu meningkat dan dia mendapatkan ingatannya kembali.
__ADS_1
Lalu Dia yang maish hidup dan telah melihat semua itu lari dari istana dengan keluarga Tian yang masih tersisa, termasuk pria tua yang tidak lain adalah penasehat terpercaya kaisar langit sendiri. Sejak itu dia membangun kekuatannya sendiri secara diam-diam dan memulai rencananya untuk menghancurkan serta membalas dendam kaisar langit.
Awalnya dia berfikir kalau semua perbuatan ayahnya itu akan ketahuan tapi siapa sangka kalau ayahnya menciptakan keluarga palsu dengan kekuatannya yang mirip dengan dia dan seluruh keluarga Tian yang mati karenanya itu. Dan kejadian selanjutnya seperti yang telah Lin Tian ketahui, dia memulai rencana pembunuhan kaisar langit. Dia juga memulai mengacau di alam langit untuk membiarkan kaisar langit yang baru muncul dan memaksanya membuka formasi yang mencegah para dewa turun ke dunia dewa.
"Jadi sampai sekarang semua yang terjadi di alam langit murni karena kamu ingin balas dendam?" tanya Lin Tian serius.
"Iya!"
"Lalu apakah kamu ingin turun ke dunia dewa karena sudah mengetahui masalah portla dimensi itu?" tanya Lin Tian.
"Aku sudah tahu itu, dan aku telah berencana untuk berperang di tata Surya yang kosong itu. Karena dengan begitu dia bisa mencegah kematian yang tidak diperlukan" jelas Tian Hunhu.
"Kamu masihlah gadis nakal! baiklah, setelah ini kami jelaskan sendiri kepada kakakmu masalah tingkahmu itu" ucap Lin Tian agak marah dengan sifat ceroboh wanita yang ada di depannya ini
"Ayolah kakak Lin, jangan beritahukan soal ini kepada kakakku! bisa-bisa dia marah dengan apa yang aku lakukan ini" ucap Tian Hunhu dengan sedih.
"Lebih baik temui kakamu dulu, setelah itu aku akan memutuskan apakah harus memberitahu kakakmu atau tidak. Tentu semua itu tergantung sikapmu" ucap Lin Tian santai.
"Kenapa pria bau ini masih begitu kejam".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...