
"Hahaha, kau tidak akan bisa lari lagi! meskipun aku akan mati tapi aku akan membawamu bersamaku Lin Tian!".
"Kau tidak layak membuatku harus mati bersamamu" ucap Lin Tian dan Bai kecil.
"Hahaha, benarkah?". tiba-tiba seluruh energi di tulang raksasa mulai membesar yang membuat retakan di berbagai tulangnya. Jelas dia benar-benar ingin mati dengan membawa Lin Tian serta Bai kecil bersamanya. Lin Tian mengerutkan kening, dia dan Bai kecil bisa merasakan kalau mereka benar-benar terkena ledakan besar ini mungkin dia dan Bai kecil akan menghilang dari dunia ini.
"Bai kecil?".
"Iya!".
"Ini adalah pertempuran terakhir kita, kamu siap?"
"Kapan saja kak".
jawab Bai kecil dengan suara tenang dan tidak ada rasa takut sedikitpun. Lin Tian yang dalam wujud Harimau juga tiba-tiba tersenyum, dia tidak akan pernah mati disini bersama Huang Sheng.
"Kau ingin kabur setelah meledak lagi? tidak akan kubiarkan!" ucap suara aneh di fikiran Huang Sheng.
"Kamu! kamu masih hidup?".
"Heheh, tidak tapi cukup untuk menahanmu dan mati bersamamu! Lin Tian kamu bisa melakukannya untukku!".
"HM?" Lin Tian dan Bai kecil yang mendengar dua suara itu awalnya kaget tapi keduanya secara bersamaan mengangguk ke arah tengkorak tersebut.
"Meledak untukku!" teriak Huang Sheng yang tiba-tiba berubah menjadi aneh.
"Tidakkkkkkk!".
BOOMMM....
Ledakan besar terjadi di tata Surya tersebut. Yang membuat semua retakan bukan lagi retakan tapi kehancuran besar yang menyebabkan runtuhnya tata Surya itu dalam sekejap.
......................
__ADS_1
Di dunia dewa...
"Kenapa kamu membawa kami pergi?" tanya Ying Huanhuan marah menatap Lin Dong.
"Ini keinginan anakku" jawab Lin Dong santai.
"Apa kamu fikir dia bisa kembali tanpa bantuan kita? kenapa kamu meninggalkannya!" teriak Ying Huanhuan tidak terkendali kepada Lin Dong.
Dia benar-benar marah saat Lin Dong seenaknya membawa dia pergi dari tata Surya itu meninggalkan anaknya sendirian melawan Huang Sheng. Dan sekarang mereka tidak jelas bagaimana keadaan Lin Tian, meskipun mereka semua telah menunggu hampir setengah tahun tapi tidak ada tanda-tanda Lin Tian keluar dari tata Surya itu.
"Dia pasti kembali". jawab Lin Dong tenang, tapi tidak ada yang tahu kalau di hatinya juga merasakan kecemasan dan juga ketakutan akan kehilangan anaknya.
"kamu!".
"Plakkk!".
Tiba-tiba tamparan melayang ke wajah Ying Huanhuan yang membuatnya kaget, dia ingin marah tapi wajahnya tiba-tiba kaget saat menatap siapa orang yang menampar dirinya itu. Bahkan semua penguasa disana juga kaget melihat siapa yang menampar Ying Huanhuan.
"Kamu tahu, jika suamimu tidak membawa kita semua pergi dari sana mungkin baik aku dan kita semua hanya akan mengganggu pertarungan Lin Tian! dan jika terjadi sesuatu kepadamu atau aku Lin Tian pasti akan terganggu" Huang Sheng benar-benar marah, dan Ying Huanhuan yang tidak pernah melihat ibunya marah kepada dirinya itu hanya bisa terdiam tertunduk malu. Semua yang dikatakan ibunya benar, dia hanyalah beban jika tinggal dengan Lin Tian.
Dan suaminya juga pasti merasakan rasa cemas di hatinya sekarang, tapi dia tidak dapat berbuat banyak karena dia hanya bisa percaya kepada keselamatan anaknya.
"Kamu lihat Bai Wutian dan Bai Yu! Bai kecil sekarang bersama dengan Lin Tian tapi mereka mencoba untuk tenang meskipun hati mereka khawatir. Hanya kamu yang terlihat emosi dan tidak terkendali! ingat nak, semua keluarga kita mencemaskan Lin Tian tapi kita sekarang hanya dapat berharap dia baik-baik saja". ucap Sheng Lien yang mulai agak melembut dan air matanya juga jatuh dari matanya.
Mu Chao segera mendekati istrinya dan memeluknya. Ying Huanhuan menatap keluarganya dan empat menantunya yang terlihat saling berpelukan sambil menangis. Seharusnya dia sebagai ibu menenangkan menantunya tapi dia malah yang paling cemas di antara mereka semua.
"Maafkan aku" ucap Ying Huanhuan menatap Lin Dong.
"Tidak apa-apa, aku mengerti perasaanmu" jawab Lin Dong dengan lembut sambil memeluk istrinya itu.
"Tidak!".
Tiba-tiba Mu Xuanyin berteriak keras yang membuat suasana yang tadinya tenang menjadi kacau lagi. Lin Dong juga melihat ke arah Mu xuanyin, dan dia melihat benang merah yang melilit jari Mu Xuanyin mulai memudar.
__ADS_1
"Tidak..tidak..tidak..! tidak ada yang terjadi denganmu" ucap Mu Xuanyin khawatir mencoba merasakan keadaan Lin Tian.
"A..apa yang terjadi?".
Tiba-tiba semua dunia yang ada bergetar. Hal itu membuat Lin Dong dan semua pasukan disana menjadi sangat cemas. Lalu setelah beberapa saat bunyi ledakan besar dan juga raungan marah terdengar di seluruh tiga dunia. Membuat orang-orang menjadi merinding mendengar suara itu.
"TIDAKKKKKK!".
BOOOOMMMM...
Seketika itu benang merah di tangan Mu Xuanyin putus yang membuat dirinya langsung jatuh terduduk dengan mata tidak percaya. Dia benar-benar kaget dan seluruh tubuhnya menjadi lemah. Wajah Tiga istri Lin Tian yang lain juga sama, mereka sudah tahu apa arti dari benang merah yang putus itu bagi Mu Xuanyin dan Lin Tian.
"Anakku? tidak.. tidak.. tidak mungkin!" ucap Lin Dong kaget.
"Di..dia sudah berjanji akan hidup! dia sudah berjanji untuk hidup! ahhhhh! kenapa?" Lin Dong benar-benar langsung jatuh dalam kesedihan.
Bahkan Ying Huanhuan juga jatuh lemah disana setelah mengetahui apa artinya benang merah di jari Mu Xuanyin yang putus itu.
"Kakak!" Tian Hunhu mencoba menenangkan kakaknya meskipun dia juga merasakan sakit di hatinya.
Tiba-tiba cuaca di dunia dewa berubah menjadi gelap dan hujan deras pun turun membasahi dunia dewa. Buka hanya dunia dewa, dunia biru dan tiga tingkat dunia lainnya juga terjadi hujan disana. Dua alam juga mengalami badai besar yang jelas seluruh alam bersedih dengan kehilangan sesuatu.
"Hidup tidak abadi! semuanya akan merasakan mati suatu saat nanti. Jadi tidak ada yang perlu di tangisi, karena meskipun aku menghilang dari dunia ini tapi di hati dan ingatan kalian masih ada diriku. Terima kasih telah menjadi keluarga dalam hidupku, terima kasih telah mau menerimaku dan terima kasih telah mengisi hatiku dengan kebahagian. Selamat tinggal!".
Suara yang sangat tenang dan penuh cinta terdengar di dunia dewa, Lin Dong langsung jatuh bersujud saat mendengar suara itu. Dia sekarang benar-benar lemah seperti Mu Xuanyin, dan matanya terlihat kosong memandangi arah yang tidak jelas.
"Anakku! maafkan ayah". ucap Lin Dong meraung sedih disana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1