Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
81. Kekhawatiran Seorang Ayah


__ADS_3

BOOMM...


Tanah itu runtuh dan sosok Sheng Chu'er juga jatuh bersama dengan sosok yang mencoba menangkap Sheng Chu'er sekuat tenaganya.


Melihat itu wajah pria dari alam angin menjadi bingung, hal yang tidak terduga tadi benar-benar membuat mereka terlambat untuk merespon.


"Ba..bagaimana ini ?" tanya salah satu dari mereka.


Pria yang tadi memimpin juga penuh dengan kebingungan dengan keadaan yang terjadi, hal ini benar-benar di luar dari perkiraan dia sebelumnya.


Dia tidak menyangka kalau tebing di tempat Sheng Chu'er akan runtuh secara tiba-tiba, dan membuat Sheng Chu'er jatuh ke dasar jurang itu tanpa di ketahui keadaannya.


"Tidak ada pilihan lain, katakan saja kalau wanita itu melompat ke jurang ini daripada menyerah kepada kita" ucap pria yang memimpin tersebut.


Mendengar hal itu yang lain juga setuju hanya itulah alasan yang mudah agar mereka bisa membuat diri mereka tidak di marahi oleh Tuan muda.


"Lalu bagaimana dengan orang-orang dari alam kehidupan yang lain?" tanya yang lainnya disana.


"Itu tidak ada urusannya dengan kita, dan disana juga akan ada yang mengurus masalah itu untuk kita" ucap pria tersebut dengan senyum di wajahnya.


Setelah itu mereka tanpa fikir panjang langsung pergi dari tempat itu, semua yang terjadi disana tentu mereka akan sembunyikan dari dunia luar.


Kalau sampai alam kehidupan tahu mereka lah penyebab kematian Sheng Chu'er mungkin akan memicu amarah Dewi kehidupan, atau ayah dari Sheng Chu'er Tetua agung dari alam kehidupan itu sendiri.


Jadi saat mereka merasa sudah benar-benar menghilangkan jejak mereka, baru lah mereka langsung meninggalkan tempat itu tanpa ada rasa bersalah atau takut sedikit pun di hati mereka.


"Wanita cantik yang sia-sia" ucap pria yang memimpin itu melihat ke arah tebing yang hancur tersebut.


Wanita cantik yang benar-benar membuat banyak pria tergoda mati disini dan dia pun belum merasakan bagaimana rasa dari mencicipi wanita seperti itu.


Sebenarnya pria tersebut juga tak kalah kuat dengan tuan muda dari alam angin tapi bedanya adalah dia bukan lah anak dari keluarga kerajaan melainkan anak dari keluarga bangsawan yang lain.


Jadi karena itulah dia mengikuti tuan muda alam angin tapi juga tidak terlalu mematuhi perintah tuan muda tersebut, karena menurutnya tuan muda itu tidak layak untuk mendapatkan kesetian dari dia.

__ADS_1


"Sheng Chu'er...!" teriak Lin Tian berusaha meraih Sheng Chu'er yang jatuh dari tebing.


"Tidak..tidak.. jangan mendekat! jangan mendekat!" teriak Sheng Chu'er yang masih terus mengayunkan pedang nya tanpa arah meskipun tidak dapat melihat.


Lin Tian menggertakan giginya karena tekanan di bawah tebing ini benar-benar membuat dia menjadi sangat kuat dari di atas.


"Kenapa bisa jadi begini?" fikir Lin Tian merasakan tekanan tersebut.


"Pergi...! pergi! jangan sentuh aku!" teriak Sheng Chu'er dengan ketakutan.


Lin Tian yang melihat hal itu tidak mengerti apa yang sudah di alami Sheng Chu'er sampai membuat dia jadi begitu, tapi anehnya dia melihat kalau wajah Sheng Chu'er juga mulai menjadi sangat merah.


"Sial!" teriak Lin Tian.


Swish...


Lin Tian mempercepat dirinya untuk jatuh agar bisa menangkap Sheng Chu'er, tekanan itu semakin kuat saat Lin Tian menambah kekuatanya yang membuat perlahan tubuh nya terluka.


"Pergi! jangan sentuh aku!" teriak Sheng Chu'er dengan cemas dan ketakutan.


Lin Tian sampai di depan Sheng Chu'er, tapi pedang Sheng Chu'er menusuk perut Lin Tian yang membuat darah keluar dan mengenai wajah Sheng Chu'er.


Lin Tian tidak marah dia tersenyum lembut lalu memeluk wanita yang penuh ketakutan itu dengan erat.


"Tenang! ada aku, tidak ada yang akan bisa menyakiti mu selama ada aku disisi mu" ucap Lin Tian.


Sheng Chu'er bergetar dia melepaskan pedang yang dia pegang sebelumnya tapi pedang itu masih menempel di perut Lin Tian.


Lalu dengan gemetar dia pun menangis dalam pelukan Lin Tian, Lin Tian benar-benar tidak mengerti kenapa wanita ini bisa seperti ini? apa yang telah dia alami?.


"Ha?" Lin Tian kaget dan segera mengubah posisi dia nenjadi di bawah agar dapat melindungi Shen Chu'er.


Baaammm...

__ADS_1


Lin Tian jatuh bersama Sheng Chu'er ke dalam air, dengan Lin Tian lah yang menahan Sheng Chu'er agar dia tidak terluka saat jatuh.


Di alam kehidupan...


Istana kehidupan, tepatnya di kediaman tetua agung atau ayah dari Sheng Chu'er, terlihat pria itu sedang duduk di ruangan rahasia tempat dia biasa berlatih.


Tiba-tiba dia membuka matanya, saat itu di matanya ada rasa khawatir akan sesuatu yang membuat Tubuh pria itu gemetar.


"Anakku, semoga saja kamu baik-baik saja" ucap Tetua agung itu dengan wajah khawatir.


Dulu dia pernah meninggalkan Sheng Chu'er yang membuat anak gadis nya itu menderita di hina dan juga di lecehkan oleh orang-orang di sekitarnya.


Dan Saat dia sadar telah melupakan Sheng Chu'er membuat dia merasa bersalah, apalagi saat kejadian dimana anaknya di culik dan hampir menjadi korban pelecehan oleh seseorang saat itu.


Untung saja Sheng Chu'er dapat kabur dengan menggunakan mata takdirnya yang tiba-tiba aktif lalu membuat dia bisa melihat area di sekitarnya.


Tapi saat Sheng Chu'er di temukan oleh dia dan pasukan nya yang lain, anak nya itu ketakutan bahkan tidak berani di sentuh oleh pria lain.


Dia juga berusaha keras agar membuat anaknya itu mau di sentuh oleh dia saat itu, pada akhirnya dia berhasil membuat Sheng Chu'er tidak takut padanya.


Tapi tetap dia masih takut atau tidak mau di sentuh oleh pria lain selain dirinya sendiri sampai sekarang, dan saat dia berada dalam gelap maka anak nya itu akan ketakutan akan kenangan di masa-masa saat dia di culik dulu.


Ibu Sheng Chu'er telah mati saat melakukan misi keluar, dia kembali dengan tubuh yang penuh luka berat serta racun yang sudah menjalar keseluruh tubuh istrinya itu.


Jika bukan karena tekad istrinya untuk bertemu dengan Sheng Chu'er mungkin dia sudah lama mati di luar, pada akhirnya meskipun dia mati setelah melihat Sheng Chu'er untuk terakhir kalinya saat itu.


Karena itulah dia sangat menyayangi Sheng Chu'er dan sebelumnya dia juga tidak ingin anak nya itu masuk ke alam rahasia karena takut sesuatu terjadi kepadanya.


"Tian Lin! semoga saja kamu bisa melindungi anakku itu, hanya dia lah cahaya terakhir dalam hidupku" ucap Tetua agung dengan wajah sedih.


Dia hanya berharap anaknya sehat dan hidup bahagia itu saja sudah cukup baginya, dia benar-benar tidak ingin lagi kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2