
Lin Dong menatap Huang Sheng yang terus menyerap energi dari tubuh Huang De, penurunan tanahnya terlihat jelas oleh Lin Dong.
"Selesai" ucap Huang Sheng menarik pedangnya dan membuat Huang De terbaring lemah di meteor kecil tempat mereka berada.
Mata emas Huang Sheng semakin terang dan kekuatannya semakin meningkat, perlahan auranya bahkan membuat Lin Dong menjadi kaget.
"Dewa kaisar? tidak! itu hampir" ucap Lin Dong dengan wajah muram.
"Hahaha, sekarang saatnya giliranmu Dewa kuno" ucap Huang Sheng mengacungkan pedangnya ke arah Lin Dong.
"Jika kamu bisa!" jawab Lin dong santai.
Pertarungan langsung antara mereka pun di mulai, bahkan itu lebih kuat dari pertarungan lain yang ada disana. Huang Sheng bahkan lebih bergairah saat melawan Lin Dong kebanding dengan Huang De.
"Hahaha, kamu akan jadi energiku juga Lin dong!". Huang Sheng mengayunkan pedangnya terus menerus. Sama halnya dengan Lin Dong yang melawan dengan tombaknya.
BOOMM..
BOOMM..
"Ugh! aku harus memberitahu mereka, aku tidak akan membiarkan semua sukuku hancur karena kamu! meskipun aku harus mati sekalipun dan membiarkan sukuku tunduk kepada kaisar langit" ucap Huang De mencoba berdiri dengan sisa energi terakhirnya.
Tapi yang tidak dia tahu, di tempat lain empat sosok muncul tidak jauh dari perang besar terjadi. Empat sosok itu berbentuk manusia yang sempurna, tidak ada tanda-tanda kalau mereka adalah sosok dari suku Meteor perak itu sendiri.
"Saatnya di mulai" ucap salah satu sosok dengan mata kiri emas disana.
"Iya! mari aku coba kekuatanku yang baru ini" ucap sosok wanita dengan mata kanan emas. ke emaptnya menghilang dari tempat mereka berada dan muncul tepat di belakang Pasukan Lin Diao dan pasukan Lin Xiao serta Mu Xuanyin.
Swisshh..
"Awas!" Lin Diao yang merasakan kekuatan yang luar biasa muncul langsung menahan serangan itu.
BOOMM..
"Ho? ada lawan yang pantas dengan kekuatanku ternyata" sosok mata emas sebelah kiri dengan sembulan pedang hitam terbang mengelilingi tersenyum memandangi Lin Diao.
"Siapa kau?"
"Aku? aku disebut sebagai Sembilan mata pedang, kamu bisa memanggilku sembilan mata" ucap pria itu menjawab pertanyaan Lin Diao.
"Kalian pergi melawan yang lain aku akan melawan dia!" ucap Lin Diao menghilang langsung bertarung dengan Sembilan mata.
BOOMM...
__ADS_1
"Hahaha, lawan yang kuat dan pesaingku dalam tubuu! ayo! lawan aku" ucap pria bermata emas dengan tubuh yang besar dan berotot.
"Hm?" Lin Xiao menatap pria di depannya dengan mata tajam. garis aneh muncul di sekitar mata Lin Xiao, sesudah itu rambut Lin Xiao berubah menjadi putih.
ROAARR...
"Aku akan melawanmu!" ucap Lin Ciao meraung dan menyerang pria berotot itu.
"Hahaha, aku adalah Sang mata kekuatan! beri aku pertunjukan bagus!".
BOOMM...
BOOMM..
Kedua sosok itu bertarung dengan menggunakan fisik mereka masing-masing di langit. dewa takdir dan dewa kematian yang melihat itu juga merasakan kekuatan pertarungan itu jauh dari mereka. Hal itu membuat mereka menghela nafas, memang pepatah lama mengatakan kalau langit masih ada langit di atas itu memang ada.
"Hehehe, wanita yang cantik! bagaimana jika kamu melawanku? aku adalah sang mata Iblis perayu, atau kau bisa memanggilku succubus" ucap sosok wanita cantik yang menawan di depan Mu Xuanyin.
"Kalian pergi bantu yang lain, wanita ini serahkan padaku" ucap Mu Xuanyin.
"Kakak, tapi.."
"Baik kakak, hati-hati!" ucap Ling Xu'er menarik Lan Jingyi dan Sheng Chu'er pergi.
Perlahan Phoenix es berubah menjadi armor es yang melekat di seluruh tubuh Mu Xuanyin, membuat dia menjadi sangat menawan. Lalu simbol bulan dan juga Phoenix di kenignya muncul, rambutnya juga berubah biru seperti es. Pedang es yang pernah di berikan oleh Lin Tian juga muncul di tangan Mu Xuanyin.
"Hehehe, wanita yang menarik" ucap Succubus.
"Teratai es!". Mu Xuanyin langsung menyerang Succubus.
BOOMM..
"Naga kecil awas!" ucap Bai kecil yang tengah sibuk bertarung dengan beberapa jenderal. Dia melihat sosok aneh muncul di samping naga kecil lalu memukul perut naga kecil dengan keras.
BOOMM...
"Ugh!" Naga kecil terbang dengan keras, tapi sosok itu lalu tersenyum lagi dan menghilang. sosok itu muncul lagi tepat di depan Naga kecil dan bersiap untuk menusukan tombak besarnya ke dada naga kecil.
"Sial! terlamabt!" ucap Naga kecil saat melihat sosok itu akan menusuknya.
"Mati!".
"Tidak akan ku biarkan kau menyentuh saudaraku!" teriak suara yang membuat hati Naga kecil bergetar.
__ADS_1
BOOMM...
"Hm?' sosok itu mundur jauh dari naga kecil. dan seseorang membantu naga kecil untuk menyeimbangkan tubuhnya, saat melihat sosok yang muncul untuk membantunya, naga kecil tersenyum.
"Akhirnya kamu datang! apakah kamu sadar kesalahanmu?" tanya naga kecil langsung.
"Iya, maaf kakak kedua" ucap Leluhur roh menundukan kepala.
"Bagus.. bagus.. selama kamu sadar dan mau kembali aku dan saudara yang lain sudah senang" ucap naga kecil meneteskan air mata melihat leluhur roh.
Leluhur roh adalah satu-satunya saudara kecil yang hidup dengannya dari kecil, saat mereka dewasa mereka bertiga. Dan mereka sibuk mencari kekuatan masing-masing terlebih lagi Leluhur roh yang jarang menemui dia.
"Kakak, maafkan aku" ucap leluhur roh.
"Tidak apa-apa, selama kamu kembali menjadi adik kecil kami maka semua saudaramu pasti memaafkanmu!" ucap Naga kecil menyentuh kalung di lehernya.
Mata leluhur roh memerah saat menatap kalung di leher Naga kecil yang tiba-tiba saja terlihat itu. Di kalung itu ada empat anak muda dan satu anak kecil yang sedang tersenyum bersama.
"Kakak semua" ucap leluhur roh tiba-tiba tanpa sadar melihat tiga sosok yang dia kenal di belakang naga kecil.
"Ayo! kita tunjukan kekuatan ikatan kita kepada dunia! meskipun saudara lain tidak ada tapi kita masih memiliki ikatan disini" ucap Naga kecil menunjuk hatinya.
"Iya! kakak aku membawa bantuan juga, keluar!" ucap leluhur roh.
Banyak Roh bermunculan di sekitar naga kecil, membuat senyum Naga kecil menjadi lebar.
"Hahaha, ayo saudara kecilku" ucap naga kecil bahagia.
"Iya, aku akan menyatu dengan kakak" leluhur roh memberi sedikit perintah dan seluruh roh langsung pergi membantu pasukan dari alam langit.
Dan leluhur roh menyatu dengan Naga kecil yang dalam wujud manusia itu. Armor biru dan salah satu mata biru naga kecil tiba-tiba berubah menjadi abu-abu, dan sepasang sayap naga muncul di punggungnya.
"Wujud Raja naga roh!" ucap naga kecil dengan penampilan armor biru serta dua warna bola mata berbeda.
"Hahahaha, menarik! ayo lawan aku sang mata tombak!" ucap sosok yang menggunakan tombak.
"Sesuai keinginanmu!" balas naga kecil.
BOOMM..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...