
"Teknik terlarang, tusukan cinta terlarang!" ucap naga kecil yang tiba-tiba muncul lagi di belakang keduanya yang masih terbang karena di pukul itu.
"Tunggu? nama jurus ini sedikit anehkan?Hm..."
Naga kecil duduk di punggung dewa laut darah yang masih terbang karena di pukul olehnya, dia duduk dan sedikit memikirkan nama jurus yang dia buat tadi agak aneh jadi dia ingin mengubahnya lagi menjadi lebih luar biasa.
"Baiklah! teknik tusukan malu sejuta tahun, itu benar-benar bagus!" ucap naga kecil dengan bangga.
Lalu dia terbang lebih duluan dan mengubah dua kukunya di masing-masing tangannya menjadi panjang dan juga sangat tajam, mungkin jika ada orang yang melihat kuku Bai kecil akan sedikit mengerti apa yang akan di lakukannya tapi karena masih bertempur dengan musuh mereka membuat mereka tidak terlalu memperhatikan naga kecil.
"Hiat.....!"
Teriak naga kecil sambil mengambil gaya menusuk menggunakan jari yang kukunya tadi sudah menjadi cukup panjang dan juga tajam.
Dengan begitu arah yang di tuju oleh kedua tangan atau tepatnya jari kuku naga kecil adalah bokong kedua orang itu, karena ukuran tangan naga kecil itu tidak besar hanya kukunya yang panjang memudahkan itu menembus tepat ke dalam bokong berharga keduanya.
"Hhhhhhiiiiiyyaaaaaaa!"
Keduanya merasakan sakit saat sesuatu menembus dan masuk ke dalam bokong mereka, seketika itu haluan mereka berubah menjadi meriam yang telah terjun langsung ke sasaran yang ada di bawah mereka.
Itu bahkak lebih cepat dari pada saat naga kecil memukul perut mereka, melihat itu naga kecil belum berhenti dia dengan cepat berubah menjadi bentuk manusia lalu berdiri seratus meter tidak jauh di depan mereka.
Saat mereka akan mendekatinya naga kecil yang dalam wujud manusia bersiap, dan dalam hitungan satu, dua tiga, kedua kakinya langsung melakukan salto saat tubuh keduanya lewat di depannya.
Kruukkkk!
Bunyi sesuatu yang pecah terdengar dari tengah ************ keduanya, bahkan tiga jenderal dan dewa angin yang melihat itu tiba-tiba menitip ************ mereka saat itu juga. Bukan hanya mereka tapi seluruh pasukan pria di sisi mereka maupun dewa laut darah tiba-tiba berhenti bertarung dan menuuo ************ mereka tanpa sadar.
__ADS_1
Mungkin tidak ada bunyi yang terdengar oleh mereka tapi bagi seorang pria cukup untuk melihat bagaimana naga kecil menendang adik kecil mereka, sudah dapat di pastikan kalau adik kecil mereka dan dua anak adik kecil mereka mungkin sudah tidak bisa hidup lagi.
BOOMM...
Keduanya langsung meledak seperti meriam di tanah yang persis sama jatuh dengan yang sebelumnya, tapi mereka bukan merasakan sakit karena jatuh tapi merasakan sakit di dua sisi tempat berharga mereka.
"AHHHH!"
Keduanya berteriak kesakitan dan membuat semua pasukan pria menjadi ngeri melihatnya, hanya empat berandalan yang mengangguk puas dan menepuk tangan mereka saat melihat apa yang di lakukan naga kecil.
"Bagus.. bagus..!" ucap Su Kun dengan penuh pujian.
"Ais! kalau aku tahu tadi aku akan melakukan hal itu juga kepada dia" ucap Bing Zhao melihat tetua pedang bintang yang dia pukuli tadi dengan wajah penuh kesedihan.
Melihat wajah sedih Bing Zhao membuat tetua itu merinding karena takut, dia tiba-tiba juga langsung menutup ************ dan bokongnya secara spontan saat melihat tatapan Bing Zhao.
"Ais, kenapa dia terlihat sedih kak? bukankah baik jika kamu memukul pantatnya lagi?" tanya Naga kecil yang kembali ke sisi ke empatnya dengan puas.
Tapi saat dia mencium bau tangannya dia buru-buru pergi sebentar untuk mencuci tangannya lagi, setelah itu dia kembali dengan sangat cepat bahkan mungkin belum dua puluh detik saat dia menghilang.
"Bagus saudaraku, ini lima untukmu" ucap Bing Zhao sambil menyerahkan lima botol anggur kepada naga kecil.
"Terima kasih saudaraku" jawab Naga kecil, dia tahu kalau empat pria ini adalah pria yang tulus menganggapnya saudara dan hal itu sama dengan Lin Tian yang telah memberi dia nama baru dan hidup baru.
Sejak bersama Lin Tian dia merasakan arti dari keluarga dan cinta dari keluarga itu sendiri, dia juga bebas melakukan hal yang dia sukai dan itu tidak seperti dulu yang membuat dia masih menyesal dengan hidupnya yang dulu.
Melihat wajah sedih tiba-tiba naga kecil membuat ke emaot saudara itu menepuk pundak naga kecil, mereka tahu apa yang sedang si fikirkan naga kecil tapi mereka tidak peduli dengan masa lalu naga kecil.
__ADS_1
"Ingat! kamu saudara kami sekarang, jadi apapun masalahnya dan dimanapun kamu berada kita masih akan tetap saudara! tugas saudara adalah selalu bisa menghibur satu sama lain tanpa memiliki niat lain di hati mereka" ucap Bing Zhao dengan tenang.
"Iya! jika kamu memiliki kesulitan kami sebagai saudara pasti akan membantu" tambah Su Kun yang biasanya berbicara tidak terkendali.
Naga kecil menatap Bing Zhao dan Su Kun lalu dia menatap Bai kecil dan Long Aotian yang mengangguk pertanda dia setuju dengan perkataan Bing Zhao itu, tiba-tiba naga kecil meneteskan air mata tanpa dia sadari.
"Terima kasih saudara-Saudaraku" ucap naga kecil dengan bahagia.
"Iya, nanti kita akan minum tapi mari kita sambut mereka dulu" ucap Bing Zhao sambil tersenyum.
Yang lainnya juga mengangguk, mereka lalu menatap ke langit dimana ada awan gelap yang muncul menyelimuti daerah ratusan Km disana. Dan perlahan dari awan gelap itu sebuah kepala besar berwarna hitam, wajah kelima berandalan langsung serius saat menatap kepala tersebut.
Sembilan kepala yang keluar itu memiliki warna yang berbeda tapi jelas dari sembilan kepala itu, kepala ular berwarna hitamlah yang menjadi pemimpin dari delapan lainnya.
"Tidak mungkin! bagaimana bisa orang-orang ini memiliki monster ular berkepala sembilan yang khusus dalam racun dan dapat membuat orang lain menjadi batu!" ucap jenderal Zao.
"Ini.. dewa ular Hydra? tapi dia telah di bunuh oleh kaisar langit terdahulu dan mayatnya di bakar oleh kaisar sendiri, tapi kenapa? apa jangan-jangan?" wajah jenderal Nan agak jelek setelah mengetahui sedikit apa yang terjadi.
"Kalian para tetua dari keluarga Tian benar-benar membuat tuan malu! dan membuat aku harus turun tangan sendiri" ucap dewa ular berkepala sembilan tersebut menatap pemimpin dari lima pedang bintang dengan dingin.
"Maafkan aku dewa ular" ucap Pemimpin pedang bintang dengan malu.
"Hu! lain kali cobalah untuk membuat tuan bangga" ucap ular itu dengan tegas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...