
Dari kekuatan kita bisa menjadi kejam, dan dengan kejam kita bisa membuat orang lain tunduk kepada kita! itulah prinsip dunia ini, yang lemah hanya akan terus tertindas dan yang kuat akan menjadi penguasa! aku tidak akan pernah menyesal dengan apa yang aku lakukan dulu, baik itu di masa lalu maupun di masa depan!" ucap pria itu dengan serius dan suaranya sangat dingin.
......................
"Orang ini tidak pernah ingin berubah, apakah benar dia tidak menyesali apa yang dia lakukan dulu?" ucap roh leluhur saat meraskaan pertempuran yang ada di negeri langit.
Sebagai leluhur dari segala roh dia tidak pernah ikut campur dalam masalah alam langit selama ini, karena tugasnya hanya memperhatikan takdir yang terus bergerak sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh dewa takdir kepadanya.
Dan dia pun tidak pernah ingin ikut campur juga dalam masalah alam langit, bisa di bilang selama takdir tidak membiarkan dia masuk maka dia tidak akan masuk.
"Apakah mereka benar-benar tidak tahu kalau bencana yang lebih besar akan terjadi setelah kehancuran yang mereka lakukan?".
Roh leluhur itu terlihat sedikit sedih dan dia masih memandangi seperti sedang menatap hal yang sangat jauh di depannya, dia lalu mengingat semua kejadian masa lalu yang pernah membuat semua makhluk hancur menjadi debu bahkan dewa yang sekuat dia sekalipun masih tidak terhindar dari bencana saat itu.
Menurutnya hal yang terjadi sekarang hanyalah awal di mulainya kehancuran total dari sistem alam dan dunia yang ada sekarang, sama seperti di zamannya dulu dimana alam, tiga dunia akan hancur lalu semua makhluk akan kembali ke awal algi saat itulah di mulainya peradaban baru.
"Apakah benar kehancuran ini tidak bisa terhindari lagi?" ucap roh leluhur tersebut.
"Jika kamu masih percaya dengan takdir bodohmu itu maka kehancuran yang kamu katakan itu pasti akan terjadi!".
Wajah roh leluhur berubah menjadi serius saat mendengar suara yang entah darimana munculnya itu, tapi saat dia mengingat suara sebelumnya dengan baik sosok kenalan lama tiba-tiba muncul di fikirannya.
Dan tidak lama, sosok pria tampan muncul tepat di depannya dengan pandangan tenang dan senyum di wajah pria itu membuat roh leluhur menjadi kaget tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Bagaimana bisa kamu masih hidup?" tanya roh leluhur dengan wajah tidak percaya, jelas wajah yang dia tampilkan itu lebih daripada saat dia mendengar ucapan Lin Tian dulu.
"Kenapa kamu begitu kaget teman lama? apakah kamu fikir semudah itu aku mati?" ucap Bai Wutian yang tiba-tiba muncul di depan roh leluhur itu dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Tidak! kamu sudah mati, aku tahu kamu adalah salah satu yang selamat saat itu tapi saat kelompok dewa penghancur menyerangmu aku melihat dirimu sendiri hancur! dan takdirmu juga berakhir disana saat itu" teriak roh leluhur dengan keras memandangi Bai Wutian yang benar-benar tidak dia sangka kalau masih hidup.
Dulu saat Bai Wutian terjebak oleh rencana dewa penghancur, dia sudah memastikan kalau orang ini mati di tangan dewa penghancur bahkan dia sendiri sudah mengetahui takdirnya sebelum Bai Wutian itu mati.
"Aku masih hidup karena aku melawan takdirku sendiri, tidak sepertimu yang hanya menerima takdir bodoh itu! dan juga kamu terlalu menganggap takdir itu seperti tuan mu padahal takdir itu benar-benar bukan penentu dari hasil seseorang!" jawab Bai Wutian dengan serius menatap roh leluhur itu.
Roh leluhur itu mendengar ucapan Bai Wutian menggertakan giginya karena Bai Wutian adalah orang kedua yang melawan takdirnya sejak dia tahu kalau Lin Tian telah beberapa kali mengubah takdir beberapa orang. Seperti Bai Yu yang harusnya mati tapi malah dia masih hidup, lalu ada peperangan di alam kehancuran yang seharusnya membumi hanguskan alam kehancuran saat itu.
"Apakah dengan begitu kamu fikir aku tidak akan percaya lagi takdir?" ucap roh leluhur itu dengan benci memandangi Bai Wutian.
"Kenapa kamu begitu keras kepala? orang itu tidak pantas untuk di ikuti, dan akibat dari kamu mengikuti orang aneh itu membuat sosok yang sangat kuat sepertimu menjadi bodoh" ucap Bai Wutian menghela nafas berat.
"Jangan menghina tuanku!" teriak roh leluhur mengeluarkan auranya yang sangat kuat.
Bai Wutian yang merasakan aura itu tidak bergerak sedikitpun, dia juga mengeluarkan auranya sendiri. Akibatnya kedua aura yang di hasilkan oleh mereka salaing bertabrakan untuk mengalahkan satu sama lain.
"Kenapa aku harus mengobrol denganmu?" tanya roh leluhur yang terlihat marah.
Bai Wutian yang melihat kalau roh leluhur ini tidak ingin menyerah akhirnya menghela nafas dan sing mengadu aura mereka disana, untung tidak ada makhluk hidup di tenpat itu, jika ada satu makhluk disana maka mereka akan langsung mati dengan aura mereka berdua
Dan meskipun mereka dewa penguasa tingkat tinggi yang sama dengan dewa angin maupun dewa kegelapan, keduanya tidak bisa di bandingkan dengan mereka.
"Kekuatanmu benar-benar masih kuat seperti biasanya" ucap Bai Wutian memandang roh leluhur yang masih terlihat benci kepadanya.
"Dewa harimau suci, kenapa kamu datang padaku?" tanya Roh leluhur yang mulai mengontrol emosinya.
"Aku hanya ingin mengobrol denganmu, kamu harusnya tahu kalau aku telah kehilangan ingatan selama in?" jawab Bai Wutian.
__ADS_1
Roh leluhur terdiam, apa yang dikatakan Bai Wutian memang benar. Dia tahu sejak Bai Wutian selamat dia telah kehilangan ingatan masa lalunya, dan ada kemungkinan ingatan itu baru kembali saat dia di serang dan hampir mati dulunya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya roh leluhur menghilangkan kembali auranya, sedangkam Bai Wutian dengan tenang juga menghilangkam auranya sendiri.
"Tidak ada, apa kita bisa minum bersama?" tanya Bai Wutian yang tiba-tiba mengeluarkan botol anggur dari cincinnya.
Melihat botol anggur di tangan Bai Wutian membuat roh leluhur itu tersenyum, dengan sedikit gerakan tangannya meja dan kursi muncul di depan mereka.
"Duduklah! semoga anggur yang kamu berikan bisa memuaskanku!" ucap roh leluhur itu.
Bai Wutian tersenyum lalu ikut duduk di kursi yang saling berhadapan dengan roh leluhur tersebut, perlahan-lahan keduanya mengobrol dengan baik sebelum mereka mulai minum anggur bersama-sama disana.
"Apakah kamu yakin masih percaya dengan takdir?' tanya Bai Wutian serius.
"Huf..! kita masihlah makhluk yang lemah, dan apa yang akan di tuliskan takdir aku hanya bisa meminta maaf soal karena akupun tidak bisa mengubah takdirku sendiri" jawaban Roh leluhur membuat Bai Wutian terdiam untuk beberapa saat disana.
"Apakah dewa takdir memang mati?" tanya Bai Wutian yang tiba-tiba saja berbicara dan membuat perubahan serius dengan wajah roh leluhur yang mendengar ucapan Bai Wutian.
......................
Maaf kak, jika beberapa hari ini hanya bisa dua chap untuk sementara waktu..🙏🙏🙏🙇🙇🙇
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1