
Sheng Chu'er berusaha meminta tolong dengan berteriak memanggil Lan jingyi, Mu Xuanyin bahkan Bai Yu dan Ming Bi'er tapi semua usahanya sia-sia karena dia telah benar-benar di tarik Lin Tian masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Lan Jingyi dan Mu Xuanyin Xuanyin yang melihat Sheng Chu'er di bawa Lin Tian menghela nafas lega, mereka saling pandang dan tersenyum senang bersama.
"Maafkan kami Chu'er, dan terima kasih" ucap Mu Xuanyin melihat ke arah Lin Tian membawa Sheng Chu'er.
"Kak, untuk beberapa hari ini kita amankah?" tanya Lan jingyi.
"Iya, ayo pergi dari sini, jangan biarkan suami menangkap kita" jawab Lan jingyi.
Keduanya pun pergi dari sana dengan terburu-buru takut kalau Lin Tian kembali dan menangkap mereka juga seperti Sheng Chu'er, tapi wajah mereka seperti telah sangat bahagia karena Sheng Chu'er sekarang sudah bisa melihat lagi.
"Saudara Lin, bi..bisakah aku di bebaskan kali ini?" tanya Sheng Chu'er yang telah berada di dalam kamar.
"Hm.." Lin Tian berpura-pura berfikir tentang perkataan Sheng Chu'er.
Melihat ada kesempatan Sheng Chu'er langsung berlari menuju pintu tapi sayang dengan beribu sayang Lin Tian tentu tahu apa yang di rencanakan Sheng Chu'er dan dia segera di tangkap kembali dengan sangat mudah oleh Lin Tian.
"Tidak, sebelumnya sudah bebas dan sekarang tidak lagi, juga bukankah istriku ini harus memberikan aku hadiah karena telah membantu menyembuhkan matamu bukan?".
Lin Tian menggoda Sheng Chu'er yang sudah terlihat sedikit pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya, dia juga sedikit malu melihat Lin Tian tapi di dalam hatinya dia juga bahagia bisa bertemu dengan pria yang mau menerimanya meski dia tidak bisa melihat sebelumnya.
Bahkan sekarangpun dia juga masih belum bisa percaya kalau dia bisa melihat lagi, karena meskipun dulu dia memiliki mata takdir sebagai ganti untuk melihat dunia tapi juga kadang akan ada batasan dari hal tersebut.
"Baiklah mari kita mula pemeriksaannya" ucap Lin Tian.
"Ti..tidak" teriak Sheng Chu'er di dalam kamar itu.
__ADS_1
......................
"Ah! anggur ini memang enak! untung saja aku mencuri beberapa anggur di alam kehidupan sebelumnya" ucap naga kecil yang terlihat sedang berbaring di punggung monster iblis tang sangat besar di lautan yang berada jauh dari ibukota kehancuran.
Jika di lihat lagi itu adalah seekor paus yang agak menyedihkan, karena wajahnya juga ada beberapa bekas cakar yang di sebabkan oleh Naga kecil.
Seperti monster lainnya yang pernah menderita di tangan naga kecil tentumonster paus bertanduk itu tidak jauh berbeda, awalnya dia melihat Naga kecil yang bersantai dengan sebatang kayu di lautan.
Dia berfikir kalau naga kecil adalah makanan yang bernutrisi jadi dia menyerang naga kecil yang menikmati waktu hidupnya yang bahagia.
Sayangnya bukan makanan yang paus bertanduk itu dapat malah pukulan dan cakaran naga kecil yang dia dapat, akibat dari itu juga dia menjadi perahu hidup untuk naga kecil yang tengah minum di punggung besarnya.
"Ha, jika aku fikirkan wanita memang mengerikan, apalagi saat melihat kakak di hajar sampai babak belur seperti itu, berrr" Naga kecil benar-benar tidak dapat membayangkan jika dia juga di tangkap oleh Bai Yu seperti itu maka hidunya akan menyedihkan.
Untung dia pintar dan langsung kabur di saat semua orang sedang sibuk memperhatikan naga kecil dan yang lainnya waktu itu, yang telah membuat hidup kecilnya selama untuk sekarang.
Dimana dulunya hanya ada beberapa dewa yang menjadi penguasa disini, dan yang mengatur seluruh dunia yang ada dan bahkan bisa di bilang mereka adalah dewa yang lebih luar biasa dari dewa sekarang.
"Apa yang kau lakukan?" ucap naga kecil memandang seorang pria berpakaian biru di depannya.
"Aku akan menghancurkan seluruh yang ada disini, dan akan memulai perdaban baru lagi" ucap sosok biru tersebut memandang naga kecil, di tempat pria itu berada ada beberapa mayat yang sangat di kenal oleh naga kecil.
Bahkan naga kecil melihat ada sesosok wanita yang terbujur kaku disana juga yang membuat air matanya sudah berubah menjadi darah memandang pria tersebut.
Tak berselang lama saat keduanya masih berbicara sesosok pria berpakaian hitam muncul di hadapan mereka, dan saat itu pria yang datang itu melihat semua yang terjadi disana dengan wajah yang sedih.
"Ini memanglah takdir" ucap pria tersebut dengan wajah sedih, dia menjentikan jarinya lalu perlahan sesosok pria berpakaian putih muncul di hadapan mereka.
__ADS_1
"Salam tuan" ucap sosok itu.
Naga kecil dan pria berbaju biru itupun mengerutkan kening mereka saat melihat pria berpakaian hitam itu, mereka terlihat terus mengumpulkan energi mereka dan bersiap untuk menyerang pria tersebut.
"Takdir tidak bisa di ubah, meskipun kamu adalah dewa sekalipun jika kamu di takdirkan mati iya kamu pasti akan mati" ucap pria hitam dengan tenang.
"Apa kamu ingin membunuhku?" tanya pria biru tersebut dengan serius.
Pria hitam menggelengkan kepalanya dia mengangkat tangannya lalu lubang hitam yang besar muncul di belakang pria biru itu, melihat lubang hitam di belakangnya pria tersebut marah memandangi pria hitam itu.
"Apa kamu gila? kamu ingin memulai peradaban lagi sekarang? kamu akan mati dan menghilang segera setelah melakukan itu!" ucap pria berpakaian biru itu.
"Itu lebih baik daripada membiarkan kamu menghancukan dan memulai dunia yang hanya ada orang kuat yang bertahan" ucap prai hitam itu.
Pria hitam itu memerintahkan pria putih yang mana dia adalah leluhur segala roh untuk menyerang pria biru itu, dengan perintah dari pria tersebut leluhur roh menyerang untuk membiarkan pria biru itu di tarik kedalam lubang hitam tersebut.
Naga kecil juga membantunya dan dengan Gabungan dari serangan mereka pria biru itupun tersedot ke dalam lubang hitam tapi sebelum dia tersedot ke dalam lubang hitam dia berteriak ke arah ketiganya.
"Dunia akan tetap hancur! dan itu adalah takdir yang kau tulis sendiri dewa takdir, selamanya juga tidak akan ada orang yang dapat melawan takdir kejam mu itu!" teriak pria berpakaian biru tersebut.
Mendengar kata-kata terakhir dari pria itu naga kecil terdiam, apa yang di katakan pria tersebut memang benar apa adanya, meskipun dunia kembali tapi takdir tetap akan menyelimuti seluruh makhluk, yang akan terus membuat kekacauan dan pada akhirnya akan jatuh lebih menyedihkan dari pada sekarang.
"Takdir memang tidak bisa di ubah, tapi setidaknya takdir dapat mengontrol semua hal yang ada dengan teratur" ucap pria hitam itu dengan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...