
Lin Guang mengeluarkan mayat yang dia simpan tadi di hadapan Mo Gui dan yang lainnya. Wajah keduanya terlihat kaget saat melihat mayat dengan setengah tubuh dan tulang tersebut sudah gosong.
"Ini...?"
"Ehem! tadi karena orang-orang ini sedikit merepotkan jadi aku membakar dan menyetrum mereka menjadi seperti ini".
"Saudara Lin, apa maksudmu dengan orang-orang ini? apakah masih ada yang lainnya?" tanya Zi Yanling.
"Iya! aku menemukan mereka di dalam rawa tempat dimana aku jatuh setelah di terbangkan. Dan orang-orang ini sangat merepotkan!" jawab Lin Guang.
Dia menjelaskan kalau dia juga telah mencoba berbagai elemen yang dia bisa tapi hanya elemen api dan petir yang cocok untuk mengalahkan makhluk ini. Dan dia juga menunjukan sebuah tuliisan kecil aneh di salah satu tulang dada makhluk itu.
"Apakah ada yang tahu artinya?" tanya Lin Guang setelah dia menunjukan tulisan kecil itu
Mo Gui agak kaget saat melihat tulisan yang telah lama tidak dia lihat itu, jelas kalau tulisan yang ada pada tulang makhlu itu adalah tulisan kuno yang bahkan sudah ada sebelim zamannya.
Tapi karena dia termasuk orang yang suka membaca tulisan kuno, tentu dia juga tahu arti dari tulisan kecil tersebut. 'Keabadian ini adalah kutukan', itulah arti dari tulisan kecil yang ada di dada makhluk aneh tersebut.
"Apa maksudnya dengan keabadian adalah kutukan?".
Lin Guang terlihat bingung dengan maksud dari tulisan seperti itu, kenapa abadi disebut kutukan? dan juga siapa yang menulis kalimat bodoh ini di tdalam tulang dada makhluk aneh tersebt?.
"Apakah kalian tahu kalau aku adalah orang yang hidup di zaman kuno?".
"Eh? kamu dari zaman kuno?" tanya Lin Guang dengan kaget.
"Iya, kalau tidak bagaimana bisa aku mengerti arti dari tulisan kecil ini".
"Jadi, apakah kamu tahu artinya?" tanya Zi Yanling yang dari awal sudah tahu kalau Mo Gui adalah orang di zaman kuno.
"Iya!"
__ADS_1
Dulu di dunia dia pernah hidup, ada suku penyihir yang hidup berbeda dengan para kultivator atau dewa seperti dia. Perbedaan dari penyihir itu adalah suka melakukan banyak hal buruk seperti melakukan eksperimen untuk menciptakan makhluk setengah manusia dan binatang.
Mereka juga kadang sering mengutuk orang-orang yang dirasa tidak enak di pandang atau mereka benci. Pernah sekali di zaman itu para penyihir melakukan hal kotor yaitu dengan membedah dada perut seseorang lalu menuliskan tulisan seperti ini di tulang mereka sebagai kutukan yang kekal untuk orang tersebut.
Akibat dari semua perbuatan jahat mereka, seluruh makhluk dan para dewa memburu serta memusnahkan para penyihir di zaman itu. Bahkan saat itu dia juga ikut dalam misi pemusnahan para penyihir tersebut.
Sejak kehancuran para penyihir dan musnahnya seluruh buku yang menyangkut penyihir, tidak ada lagi yang mengungkit atau hal aneh Seperti kutukan yang aneh lainnya bermunculan.
"Apakah mungkin kalau mayat ini dari zamanmu?" tanya Lin Guang.
"Tidak mungkin! zamanku telah sepenuhnya hancur dan bahkan saat itu sudah ku pastikan kalau tidak ada lagi suku penyihir di dunia ini! apalagi aku sendiri memerintahkan bawahanku untuk memeriksa keadaan alam langit terus menerus".
Mo Gui tentu tidak akan percaya kalau suku seperti itu masih ada, karena dia tahu sendiri kalau suku itu telah benar-benar musnah dari dunia ini. Di tambah dengan kehancuran dunianya yang membuat dia penuh keyakinan tentang masalah tersebut.
"Jadi, jika bukan suku penyihir lalu siapa yang membuat hal seperti ini?".
Lin Guang agak ragu dengan perkataan Mo Gui, jika benar suku penyihir telah lama hilang lalu siapa orang yang dapat membuat hal seperti ini?.
"Tulang ini benar-benar sudah sangat lama! kemungkinan karena sesuatu hal yang berwarna perak ini, dan menurutku ini harusnya ada sejak zaman kaisar langit dulu" ucap Zi Yanling dengan serius.
"Maksudmu? hal ini ada di saat kaisar langit masih berkuasa? tapi bagaimana bisa?".
Lin Guang bahkan lebih linglung karena mendengar mayat ini berasal dari zaman kaisar langit. Setau dia, belum ada kejadian mayat seperti ini di seluruh alam langit selama itu. Jangankan kejadian, berita yang aneh-aneh pun tidak pernah terdengar.
"Ayolah! bagaimana itu bisa di saat zaman kaisar langit masih ada? jika sejak dulu ini sudah ada pasti kaisar langit tahu masalah ini bukan? atau kalian berfikir kalau dialah dalang dari..." tiba-tiba Lin Guang berhenti melanjutkan kalimatnya.
Dan ketiganya tiba-tiba saling pandang satu sama lain, wajah mereka tampak sangat kaget apalagi Mo Gui yang baru-baru ini memberitahu Lin Tian kalau dia pernah mendengar dari bawahannya kejadian aneh di alam langit.
"Apa kalian juga mencurigai hal yang sama denganku?" tanya Lin Guang kepada dua orang itu.
"Iya! hanya..."
__ADS_1
"Saudara Zi, belum tentu apa yang kita lihat adalah kenyataan" ucap Mo Gui Dengan serius mengingatkan Zi Yanling.
"Aku tahu, tapi semua ini benar-benar belum bisa di pastikan bukan? aku...".
Zi Yanling sebenarnya tidak mau menerima kalau semua yang terjadi ini berkaitan dengan kaisar langit sebelumnya, meskipun dia kurang menyukai sifat lembut dan kurang tegasnya dia saat itu.
"Sudahlah! mari kita biarkan adikku yang mengambil kesimpulan" ucap Lin Guang yang mengerti bagaimana perasaan Zi Yanling sebagai penjaga alam langit.
"Iya, hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang" jawab Mo Gui dan Zi Yanling tanpa menolak.
selanjutnya, Mo Gui dan Zi Yanling memerintahkan para bawahannya untuk pergi ke rawa tempat Lin Guang menemukan mayat itu. Dan mereka di minta untuk menjaga tempat itu sampai Lin Tian kembali lagi ke negeri langit.
"Hm?" Lin Guang yang sedang berjalan di istana di lihat oleh banyak orang dengan tatapan yang aneh.
Awalnya dia belum sadar kenapa orang-orang memandanginya dengan tatapan seperti itu. Pada akhirnya dia baru ingat kalau seluruh tubuhnya penuh dengan lumpur dan juga wajahnya Juga sangat jelek sekarang.
"Sial! aku lupa" ucapnya sambil berlari kabur di saksikan oleh banyak penjaga dan pelayan istana yang baru saja di kirim oleh keluarga tiga Jenderal.
Setelah dia membersihkan tubuhnya, Lin Guang langsung keluar dari istana langit dan berencana untuk kembali ke alam elemen.
Tapi semua itu berubah saat dia mendapatkan undangan dari Bing Zhao dan yang lainnya. Segera dia pergi mnuju ke tempat dimana ke enam berandalan itu berada.
"Saudaraku, aku Lin Guang datang" teriaknya saat memasuki portal ruang penghubung alam langit.
"Ais! kenapa saudara tuan semuanya seperti itu" ucap Mo Gui saat menatap kepergian Lin Guang.
"Yah.... sebaiknya kita tidak ikut dalam kenakalan orang-orang ini" kata Zi Yanling yang berada di samping Mo Gui.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...