
Lin Tian meminta Sheng Chu'er memeluk nya dari belakang, dengan mendengarkan perintah Lin Tian dengan tenang Sheng Chu'er memeluk leher Lin Tian.
Lin Tian merasakan sesuatu yang lembut menempel di punggungnya membuat dia agak aneh, tapi itu dengan cepat hilang dan dia pun mulai memanjat ke atas tebing tersebut secara perlahan.
Setelah beberapa jam Lin Tian bahkan belum bisa mencapai setengah dari tebing tersebut bahkan bisa di bilang belumlah jauh dari bawah tebing itu.
"Huf...! benar-benar tinggi!" keluh Lin Tian melihat ke atas tebing tersebut.
Dia hanya dapat mendaki terus dengan menggendong Sheng Chu'er, dia tahu tidak akan bisa meminta Sheng Chu'er masuk ke dalam kantong binatang nya.
Karena itu akan membuat Sheng Chu'er menjadi drop lagi dan membuat semua orang di dalam Kantong binatang menjadi merasa bersalah.
Lin Tian terus mendaki dan telah lima hari berlalu sejak dia mendaki dari bawah tebing tersebut.
"Hm?"
Tidak jauh dari pendakian Lin Tian melihat ada sebuah goa tak jauh di atas dirinya itu, dia dengan cepat mendaki dan sampai di goa tersebut.
"Kita istirhat disini dulu, sekarang turun lah dulu" ucap Lin Tian kepada Sheng Chu'er.
"Em!" Sheng Chu'er mendengarkan perintah Lin Tian tpai setelah dia turun dia langsung dengan cepat memegangi tangan kanan Lin Tian lagi.
Lin Tian langsung tak berdaya akan hal tersebut, dia berfikir mungkin Sheng Chu'er sedikit akan kembali ke sifat nya yang dulu tapi nyatanya itu sama sekali tidak berubah.
Lin Tian hanya dapat meyakin kan Sheng Chu'er kalau dia tidak akan meninggalkan dirinya disini, dengan susah payah akhirnya Lin Tian berhasil membujuk Sheng Chu'er dan membuat dia tertidur di dalam goa itu.
Lin Tian menghidupkan Api unggun di dalam goa itu saat malam hari, karena di malam hari biasanya akan cukup dingin disana.
Setelah itu Lin Tian memulihkan dirinya di dalam goa tersebut, dan besok paginya Lin Tian melanjutkan perjalanan nya mendaki tebing tersebut.
Kali ini dia sudah mencapai setengah dari tebing tersebut, dia menggendong Sheng Chu'er yang terlihat hanya bisa melekat kepada Lin Tian saja.
Kadang dia akan menghapus keringat Lin Tian dan memberi Lin Tian minum, semakin tinggi tebingnya semakin Lin Tian sedikit bisa bergerak dengan leluasa.
Satu Minggu lagi berlalu Lin Tian dapat melihat puncak dari tebing itu, dia tersenyum dan dengan cepat bergerak mendaki ke puncak nya.
Swish..
__ADS_1
Baamm!
"Huf.. akhirnya sampai juga".
Lin Tian tersenyum dengan senang setelah sampai di atas tebing, dia dapat menggerakan seluruh badannya lebih leluasa dari pada saat di tebing.
Bahkan dia telah bisa menggunakan kembali kekuatannya, di punggung Lin Tian Sheng Chu'er turun dia hanya terus melekat ke tangan Lin Tian dan tak mau melepaskannya.
"Huf...! aku tidak akan meninggalkan mu!" ucap Lin Tian menghelus kepala Sheng Chu'er.
dia tidak mengerti kenapa setelah sampai di atas sini pun Sheng Chu'er belum pulih dan sekarang Lin Tian tahu kalau memang mata takdir Sheng Chu'er telah di ambil oleh orang-orang alam kehidupan itu.
Jika tidak Sheng Chu'er pasti bisa melihat kembali setelah merasakan energi di sekitarnya.
Lin Tian tidak punya pilihan lain selain terus mencoba mencari pintu ke alam ketujuh, sepanjang jalan dia hanya dengan Santai melewati hutan-hutan disana.
Setelah tiga hari berlalu Lin Tian akhirnya menemukan pintu alam ketujuh di atas gunung Merapi yang masih aktif.
"Mari kita lihat, apakah orang itu benar-benar telah bertindak atau belum!" ucap Lin Tian dengan serius.
Dia melihat ke arah Sheng Chu'er yang masih terus memegang tangannya, Lin Tian hanya dapat menghela nafas.
Sheng Chu'er hanya mengangguk, Lalu dengan cepat Lin Tian terbang menuju pintu alam ketujuh itu tanpa ada masalah sedikitpun.
.....................
BOOMM...
BOOMM...
"Permaisuri apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang pria di depan wanita cantik berpakaian hitam.
"Mari kita mundur dan mencoba mencari orang-orang dari alam es, alam elemen dan alam kehidupan" ucap wanita cantik itu dengan serius.
Mereka sudah membunuh banyak orang-orang misterius tapi menurut wanita itu kemungkinan masih banyak orang-orang misterius yang masih bersembunyi di dalam kegelapan.
Dan juga ada kemungkinan mereka juga menyerang orang-orang dari alam lainnya, jadi pilihan terbaik adalah untuk bergabung dengan tiga alam lain untuk melawan orang-orang ini daripada terpisah seperti sekarang.
__ADS_1
"Baiklah! kami akan menuruti semua perintah anada permaisuri" ucap pria di depan itu.
Wanita itu tentu adalah Lan Jingyi yang telah berada di alam ketujuh untuk waktu yang lama, dia mencoba mencari Lin Tian yang menyamar menjadi Tian Lin dari alam kehidupan.
Tapi dia juga tidak menyangka kalau alam ketujuh ini sungguh luas dari alam lainnya, dan masing-masing tempat tersembunyi juga menyembunyikan warisan yang bagus.
Sekarang beberapa orang dari alam Kehancuran disana sudah mendapatkan beberapa warisan yang bagus, dan mereka yang mendapatkan itu berkesempatan untuk menjadi dewa penguasa.
Hal ini tentu adalah baik bagi alam kehancuran, jadi Lan Jingyi terus mencoba mencari warisan dan meminta orang-orang yang mengikuti nya untuk mendapatkan warisan tersebut.
Hal yang tidak dia bisa sekarang adalah menemukan Lin Tian yang ternyata dia tidak berhasil menemukan nya selama ini di alam ketujuh.
"Dimana kamu?" ucap Lan Jingyi dengan wajah sedih.
Swisshh....
BOOOMMMMM....!
"Aura es yang luar biasa!" ucap salah satu wanita muda yang bersama Lan Jingyi.
Lan jingyi merasakan dengan serius aura dingin itu, dia segera membawa pasukan nya ke arah dimana pertarungan itu terjadi.
"Hahaha...! alam es kah? kalian memang kuat tapi apakah kalian fikir bisa kabur dari formasi kami?" ucap pria misterius melihat ke arah sekelompok pria dan wanita yang masih terkurung dalam formasi.
Semuanya berjumlah Tiga puluh orang dan itu semua adalah semua total dari generasi yang masuk ke alam rahasia, mereka yang awalnya berkumpul untuk mencoba maju ke alam kedelapan.
tidak disangka akan terjebak disini membuat mereka sangat marah, dan yang membuat mereka marah lagi adalah beberapa dari suadara mereka terluka parah saat mencoba menerobos formasi yang mengurung mereka.
"Kalian tidak akan ku lepaskan!" teriak salah satu pria di antara alam es.
"Hahaha...! kalian lah yang tidak akan kami lepaskan, kau tahu wanita dan pria sangat berguna bagi kami semua" jelas salah satu pria disana.
"Maka kalian sangat berguna bagi ku untuk melampiaskan kemarahan ku kepada kelompok kalian!" ucap suara wanita di belakang orang yang berbicara itu.
"kamu?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...