Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
377. Kehidupan Lin Tian dan Bai kecil


__ADS_3

"Kakak, kakak ipar! keponakan masih hidup?" ucap Lin Xiao memandangi seluruh orang yang muncul itu.


"Apa?". Semuanya langsung kaget dengan ucapan Lin Xiao.


"Ka..kamu apa yang kamu katakan tadi?" tanya Lin Dong seperti dia baru saja mendengarkan sesuatu yang salah.


"Keponakan masih hidup! Lin Tian masih hidup!" ucap Lin Xiao mengulangi kata-katanya lagi sengna suara keras.


"Apa? suami masih hidup? dimana dia? katakan?" tanya Mu Xuanyin maju dan memegang pakaian Lin Xiao dengan cemas.


"Xuanyin tenanglah.. tenang! Paman juga baru saja tahu dan juga masih kaget dengan berita itu" ucap Lin Xiao menenangkan Mu Xuanyin.


"Maaf Paman".


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa" ucap Lin Xiao yang terlihat gembira.


"Jadi adik ketiga dimana An'er sekarang?" tanya Lin Dong tidak sabar.


"Alam api!".


"Alam api? perasaan aku sudah kesana dulu tapi roh api mengatakan kalau tidak ada informasi tentang kakak disana" ucap Naga kecil yang baru saja kembali dan mendengar ada keributan di istana membuat dia langsung ke depan gerbang istana.


"Itu.. aku tidak tahu, tapi tadi ada roh api kecil yang datang memberitahuku" jawab Lin Xiao agak bingung.


Mendengar kalau roh api yang datang tiba-tiba Mo Gui memikirkan sesuatu, sangat jarang roh api mengirimkan rohnya ke negeri langit apalagi untuk berkomunikasi dengan negeri langit. Dia berfikir kemungkinan roh itu adalah untuk dirinya tapi berhasil di temukan oleh Lin Xiao jadi fikiran pertamanya adalah ada sesuatu terjadi dengan roh api.


"Tuan Xialong apakah saat kamu ke alam api roh api mengatakan sesuatu yang aneh?" tanya Mo Gui tiba-tiba.


"HM.. sepertinya tidak, bahkan saat saudara yang lain kesana mereka tidak ada merasa kecurigaan apapun terhadap roh api itu" jawab Naga kecil setelah merenung sejenak.


"Yah... sepertinya ada satu hal yang salah! apakah saat itu dia sendiri yang datang atau anda yang menemukannya?" tanya Mo Gui.


"Dia sendiri yang tiba-tiba datang tepat di saat aku keluar dari portal juga, saudara yang lain mengalami hal sama denganku, dan lebih hebatnya lagi dia sepertinya menyadari kenapa aku... Ah!".


"Sudah kuduga!" ucap Mo Gui.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Lin Dong dan yang lainnya serentak.


Mo Gui mengatakan kecurigaannya tentang roh api yang di temui oleh naga kecil dan yang lainnya kepada mereka. Biasanya Roh api tidak akan pernah menunggu seseorang di depan portal, dia akan selalu memperhatikan orang yang masuk dan tidak pernah mencegah mereka. Kecuali bila orang itu memanggilnya maka dia sendiri tidak akan pernah menampakan wujudnya jika merasa tidak ada yang penting. Dan jika tebakannya benar, maka semua itu dilakukan oleh Lin Tian dan Bai kecil sehingga mereka tidak dapat menemukan keduanya disana.


"Apa yang dilakukan suami sampai-sampai melakukan hal seperti itu?" tanya Sheng Chu'er polos.


"Hmm...! Kenapa aku merasa kalau mereka sedang menghindari kita yah? tunggu! bukankah di alam api itu ada...".


Belum selesai Naga kecil berbicara wajah setiap orang disana sudah sangat jelek. Bahkan naga kecil juga sangat kesal saat dia tahu apa tujuan Lin Tian dan Bai kecil melakukan hal itu.


"Panggil Feng'er, dan keluarga kita yang lain! mari kita lihat bagaimana dua bocah ini menjelaskan semuanya kepada kita" ucap Lin Dong dengan wajah yang kesal.


"Sudah dilakukan" ucap Mu Xuanyin dan Ying Huanhuan.


Wajah Ying Huanhuan bukan memperlihatkan kesedihan tapi ada rasa marah di wajahnya, dan dia smagat ingin cepat-cepat menangkap Lin Tian dan Bai kecil untuk menanyakan semuanya kepada keduanya.


"Segera berangkat ke alam api".


"Iya!".


"Ibu, ada apa?" tanya Bai Ying yang melihat wajah kedua ibunya berubah menyeramkan.


"Aku baru saja menerima berita kalau ayahmu masih hidup". jawab Dewi bunga


"Benarkah? bukankah itu bagus, kenapa kedua ibu terlihat tidak senang?".


"Kamu tahu, ayahmu hidup dengan baik dan dia bahkan hidup dengan baik di alam api. Menurutmu kenapa kami tidak senang? tentu kami sangat bahagia". ucap Lin Feng'er dengan wajah menyeramkan.


"Ayo ikut ibu ke alam api" ucap Dewi bunga berdiri bersama Lin Feng'er.


"Iya ibu".


Tiba-tiba Hei An yang melihat wajah menyeramkan kedua mertuanya tidak sanggup berbicara. Dia sangat mengerti kemungkinan selama sepuluh tahun ini ayah mertuanya yang bodoh itu telah bersembunyi di alam api. Dan berita yang di terima oleh keduanya pasti membuat mereka berdua juga sangat marah.


"Oh ayah mertua, dan juga Paman kenapa kalian berdua begitu berani membuat banyak singa bangun?" ucap Hei An di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mama, kemana?". tanya polos Bai Hua'er sambil menggigit jarinya.


"kita pergi menemui kakek" jawab Bai Ying lembut.


"Sial! anakku tidak harusnya ikut bukan? tapi lebih baik tidak berbicara sekarang atau aku akan menderita" fikir Hei An hanya mengikuti tiga wanita dari belakangnya.


Tidak beberapa menit semua keluarga Lin Tian muncul di alam api, saat mereka keluar dari portal roh api palsu telah berdiri menunggu mereka. Saat tatapan Lin Dong jatuh ke roh api itu, dia dapat melihat sesuatu yang aneh darinya.


"Ada apa Para penguasa datang kesini?" tanya roh api itu dengan sopan.


"Kami mencari Kaisar langit dan kaisar harimau apakah mereka disini?" tanya Lin Dong.


"Maafkan saya, tapi saya benar-benar tidak melihat ada kaisar langit dan harimau disini" jawab Roh api dengan sopan lagi.


"Tidak! Dia bukan roh api asli!" ucap Mo Gui yang curiga dengan gaya bicara roh api. Dia sangat mengenal roh api jadi mana mungkin dia tidak bisa membedakan mana roh api asli dan palsu.


"HM? maaf apa maksud anda?".


"Hee? benar! dia bukan temanku roh api!" ucap Mo Gui setelah mendengar ucapan yang tidak di sadari oleh roh api palsu. Biasanya Bagaimanapun marahnya roh api, dia akan memanggil Mo Gui dengan saudara tapi roh api di depannya terlihat tidak mengetahui tentang dirinya.


"Oh sial!" ucap roh api itu langsung meledak dan menghilang.


"Sial! itu sinyal untuk kakak, Paman bibi segera kejar! kemungkinan dia ada disana, tempat hiburan yang Baisa kami datangi" ucap Naga kecil yang sangat mengerti taktik Lin Tian dan Bai kecil, bahkan dia menunuk ke arah tempat hiburan itu beeada.


"Iya! kami pernah melakukan itu dulu saat mengintai wanita kami.." ucap Bing Zhao agak lemah saat menatap Xing Xing'er dan Jiang Yi.


"LIN TIAN!" teriak Mu Xuanyin yang pertama terbang ke arah yang di tunjuk Naga kecil dengan marah.


"HM?".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2