Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
54. Mata Roh Tingkat kesembilan


__ADS_3

Bagaimana dia tidak terkejut karena yang maju adalah salah satu generasi yang paling menonjol di keluarga nya, dan wanita ini juga anak dari tetua agung keluarga Sheng.


Wajah Sheng Qiu perlahan agak tidak karuan, karena wanita ini lebih sulit di hadapi dari pada pria-pria tadi yang sombong tapi lemah.


Apalagi kalau wanita ini punya hal itu pada dirinya tentu senjata bintang tujuh milik Lin Tian tidak akan jadi lawan dari wanita ini.


"Maaf dewa, aku meminta izin untuk melawan saudara ini" ucap Sheng Chu'er dengan lembut.


Tapi saat pria muda mendengarkan suara Sheng Chu'er wajah mereka langsung memerah karena sangat tertarik dengan wanita itu.


Sayang nya tidak ada di antara mereka berani untuk mendekatinya karena wanita ini selain kuat dia juga memiliki status yang tinggi di keluarga Sheng.


Lin Tian yang melihat wanita yang maju itu sedikit aneh, dia tahu kalau wanita ini lah yang tadinya mengintip ke dalam tubuh nya.


Tapi entah kenapa saat dia akan mengintip sesuatu mengusir wanita ini dari memeriksa tubuhnya, dia bisa sedikit menebak tapi tidak bisa terlalu yakin.


"Matanya?" Lin Tian yang melihat mata putih wanita itu berfikir kalau dia buta.


"Maaf jika saya menakuti anda saudara, mataku ini memang buta tapi berkat roh saya saya bisa melihat" ucap wanita tersebut dengan senyum lembut.


Lin Tian mengangguk tapi dia yakin kalau wanita ini dulu nya pasti sangat menderita dalam hidupnya, dari mata nya Lin Tian bisa melihat kesepian dan kesendirian yang ada pada dirinya.


"Apakah masih ada orang-orang yang suka membuky fisik seseorang? kalau begitu bukan kah ini terlalu kejam?" ucap Lin Tian dalam hatinya agak marah.


Sheng Chu'er tidak mengerti dengan tatapan yang di arahkan Lin Tian padanya itu, memang sedikit benar apa yang di fikirkan Lin Tian kalau dulu dia suka di bully oleh wanita lainnya karena buta.


Sebelum dia bisa melihat menggunakan roh, dia selalu di asingkan Karena matanya yang benar-benar putih dan juga tak bisa melihat.


Para wanita iri dengan betapa cantiknya dia, dan memanfaatkan kekurangan nya untuk melakukan hal buruk terhadap dirinya.


Bahkan dia pernah hampir di perkosa sewaktu matanya belum terbuka, untung saat itu terjadi mata roh nya pun aktif dan dia berhasil lari kembali dari sana.

__ADS_1


Sejak matanya terbangun dia pun menjadi yang terkuat dan di pandang seperti Dewi di mata orang lain, tapi saat dia di sentuh oleh pria lain dia akan gemetar dan langsung mengusir atau menangkis tangan pria itu.


"Oh! begitukah? tapi aku melihat kalau mata mu itu terkena racun makanya buat bukan?" ucap Lin Tian.


"Bagaimana bisa kamu tahu?" ucap tetua agung ayah Sheng Chu'er dengan kaget.


Wajah Sheng Qiang berubah dan berdiri memandang Lin Tian dengan kaget, dia tidak menyangka kalau pemuda ini bisa melihat hanya sekali tatap saja.


Tapi dia lalu memandang Sheng Qiu dan Sheng Lien keduanya menggeleng kepala pertanda mereka tidak pernah sedikitpun mengatakan hal itu pada Lin Tian.


"Hm...! rahasia!" ucap Lin Tian dengan senyum menggoda memandang Sheng Qiang.


"Kamu!" wajah Sheng Qiang berubah saat melihat pemuda yang belum berumur seratus tahun berani mempermainkannya.


Tekanan besar menyerang Lin Tian secara langsung, itu adalah tekanan yang di berikan oleh Sheng Qiang kepada Lin Tian.


Bagaimana pun dia ingin tahu bagaimana Lin Tian bisa tahu, karena mungkin saja Lin Tian mempunyai obat untuk menyembuh kan mata anaknya itu.


"Ayah, ini urusanku! berhentilah!" ucap Sheng Chu'er kepada tetua agung.


"Maaf!" ucap tetua agung mendesah sedih dan meminta maaf kepada Sheng Lien dan Sheng Qiu.


"Tidak masalah tetua agung, tapi jangan di ulangi lagi" ucap Sheng Lien dengan wajah serius.


Sedangkan Sheng Qiu hanya mengangguk mendesah dalam hatinya, dia tahu apa yang sedang di fikirkan oleh tetua agung ini karena sejak dia menggantikan ayah nya sebagai tetua agung baik Sheng Qiu dan Sheng Qiang sudah terlihat dekat.


Tapi bagaimana pun mereka berbeda generasi jadi Sheng Qiang tetap harus memanggil Sheng Lien dan Sheng Qiu sebagai bibi dan paman.


Lin Tian hanya menghela nafas, tentu dia bisa bertahan dari tekanan itu tapi jika benar-benar menekannya maka mungkin dia akan di paksa naik secara tiba-tiba.


Untung saja tetua agung berhenti dan membuat dia tidak terpaksa bertahan dan menerobos ke dewa penguasa kalau tidak rencana nya pasti akan gagal.

__ADS_1


"Saudara bagaimana? apa kamu berani?" ucap Sheng Chu'er memandang Lin Tian dengan mata putihnya.


"Lihat lah! di depan saudari Chu'er dia tidak akan berani" ucap pria yang tadi kalah.


Yang lain juga memandang Lin Tian dengan ejekan, kesombongan mereka pun kembali setelah Sheng Chu'er maju tentu wajah para tetua disana pun menghela nafas agak berat memandang generasi baru mereka.


Sekarang mereka mengerti kenapa Sheng Qiu mengatakan ingin Lin Tian untuk menjadi pemimpin, itu agar membuat para generasi muda ini menghilangkan kesombongan mereka.


"Hm...! jika aku berfikir kamu adalah Sheng Chu'er generasi terkuat di alam dewa surgawi tingkat tinggi tahap rendah, dan pemilik dari mata roh kehidupan yang menyamai bintang sembilan?" ucap Lin Tian dengan tenang setelah berfikir sesaat.


"Iya! itu aku, apakah ada masalah?" ucap Sheng Chu'er tenang tapi tidak sombong.


Lin Tian hanya tersenyum untuk sesaat lalu perlahan dia berdiri disana dan berjalan menuju ke arah Sheng Cu'er, di depan Sheng Cu'er Lin Tian pun berhenti dan memandangi nya dengan mata tenang.


"Tidak! tapi aku ingin mencoba dan melihat roh mata mu yang kuat atau milik ku yang kuat" ucap Lin Tian dengan tenang.


"Anak ini...!" Sheng Qiu mendesah berat, dia tidak yakin kalau hal roh Lin Tian akan menang melawan Sheng Chu'er karena dia sudah melihat betapa kuatnya kekuatan mata roh itu.


Apalagi wanita muda ini juga beberapa kali di ajarkan oleh kakaknya saat itu, menambah untuk memperkuat kekuatan mata wanita tersebut dan telah lama menguasai nya dengan sempurna.


Sedangkan Lin Tian hanya belajar baru beberapa tahun saja, dan itu pun hanya bintang tujuh, mana mungkin dia bisa menang?.


"Anda sepertinta sangat yakin dengan roh anda? apa anda tidak bertarung dengan yang lain?" ucap Sheng Cu'er mencoba memberi Lin Tian kesempatan.


"Tidak! nenek bilang kalau alam kehidupan tempat dimana banyak roh berkembang jadi aku ingin menghormati itu, mari bertarung dengan roh kita!" ucap Lin Tian dengan wajah tenang.


"Baiklah!" ucap Sheng Chu'er, perlahan mata Sheng Chu'er berubah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2